Info Lowongan Kerja :
Home » » Anggoro Buron Terakhir KPK Tertangkap Di China

Anggoro Buron Terakhir KPK Tertangkap Di China

Written By deteksi nusantara on Jumat, 31 Januari 2014 | Jumat, Januari 31, 2014

Jakarta, DeteksiNusantara.com
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan, dengan penangkapan Anggoro Widjojo maka tugas KPK mengejar buron tersangka kasus korupsi yang mereka tangani telah tunai. Saat ini, Anggoro adalah buron terakhir KPK.

"Ditangkapnya AW (Anggoro Widjojo), tunai sudah tugas KPK mencari orang-orang yang disangka melakukan pidana (korupsi) dan melarikan diri. Alhamdulillah sebelum Gong Xi Fat Chai dilakukan penangkapan," kata Bambang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (31/1/2014) dini hari.

Anggoro yang menjadi buron sejak 2009 ditangkap di China pada Rabu (29/1/2014) petang. Setelah tertangkap, pemilik PT Masaro Radiokom itu dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 22.40 WIB, Kamis (30/1/2014).

Dalam jumpa pers tersebut, KPK juga menghadirkan Anggoro di depan para wartawan selama lima menit. Anggoro terlihat tenang dan tetap dapat menatap sorotan kamera para pekerja media.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK sengaja menghadirkan Anggoro di depan wartawan untuk meyakinkan publik bahwa yang ditangkap memang benar-benar Anggoro. "Agar juga yakin teman-teman, kami akan masukkan tersangka, tolong jangan bergerak maju," kata Johan sebelum Anggoro dibawa ke tempat konferensi pers. Pemunculan tersangka dalam konferensi pers KPK merupakan yang pertama kali terjadi.

KPK menetapkan Anggoro sebagai tersangka pada 19 Juni 2009, atas dugaan pemberian hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara berkaitan dengan pengajuan anggaran Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) pada 2007. Dua surat panggilan sudah dilayangkan untuk Anggoro, tetapi tak pernah dipenuhi.

Pada 17 Juli 2009, Anggoro masuk dalam daftar pencarian orang. "Panggilan pertama 26 Juni 2009, kedua 29 Juni 2009, DPO tanggal 17 Juli 2009," sebut Bambang. Sejak saat itu pula, lanjut dia, KPK melacak jejak Anggoro.

Pelacakan itu mendapatkan bahwa pada 26 Juli 2008 Anggoro bertolak ke Singapura. Sesudahnya, dia berpindah dari satu negara ke negara lain. Terakhir, pada 27 Januari 2014, Anggoro terlacak bergerak dari Zhenzhen, China ke Hongkong.

"Ketika dia kembali lagi ke Zhenzhen, ditangkaplah di Zhenzhen kemudian dibawa ke Guangzhou," ucap Bambang. Di kota itulah dia ditangkap dan kemudian dibawa kembali ke Indonesia. (Net)