Info Lowongan Kerja :
Home » » GMNI Desak Kejari G. Sitoli, Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes dan Dana Hibah Pemilukada Pemko Gunung Sitoli

GMNI Desak Kejari G. Sitoli, Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes dan Dana Hibah Pemilukada Pemko Gunung Sitoli

Written By deteksi nusantara on Jumat, 31 Januari 2014 | Jumat, Januari 31, 2014

Gunung Sitoli, DeteksiNusantara.com

Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) geruduk Kejari Kota Gunung Sitoli. Mereka menuntut dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan dana Hibah Pemilukada Kota Gunung Sitoli segera di usut tuntas. Rabu, (29/1/2014)

Massa aksi juga meminta agar pejabat di daerah Gunung Sitoli yang tersandung kasus korupsi harus dinonaktifkan dari jabatannya.
“Masyarakat mendukung bahkan memberi apresiasi bilamana Kejari Gunung Sitoli dapat mengungkap korupsi pengadaan Alkes tahun 2012 dengan nilai pagu anggaran Rp10 Milyar serta korupsi dana Hibah" Ucap Massa serentak.

Sekretaris Korda GMNI Sumut, Krisman Emanuel Farasi mendesak agar kepala Kejaksaan Gunung Sitoli menangkap Drs Edison Ziliwu MM MSi, saat itu selaku kepala dinas (kadis) Kesehatan Gunung Sitoli, yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gunung Sitoli, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Fraser Kebebasan menyalurkan aspirasi dan mengeluarkan pendapat

Selain itu, Krisman Emanuel Farasi dalam orasinya meminta dengan tegas pihak kejaksaan segera memeriksa setiap penyalahgunaan jabatan dan wewenang dalam dana belanja hibah Pilkada Kota Gunung Sitoli yang dananya bersumber dari dana APBD Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp4M, serta dana APBD Pemerintah Kabupaten Nias tahun anggaran 2010 sebesar Rp2,5M.

Berdasarkan hasil investigasi pengadaan Alkes ungkap Massa, ada pengelembung berkisar Rp10M, terbukti dari hasil investigasi disejumlah Puskesmas dan Poskesdes yang ada di Pemko Gunung Sitoli, yakni peralatan perlengkapan kantor, peralatan limbah cair serta sarana pendukung lainnyanya.

Massa sudah terlalu lama menunggu, Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Sitoli tak kunjung menemui massa aksi, untuk melakukan komunikasi dan menampung aspirasi massa.

Diakui Kriman, Pelemparan telur busuk yang dilakukan oleh mahasiswa ke kantor kejaksaan negeri Gunung Sitoli, itu merupakan simbol bahwa tupoksi Kejari Cabang Gunung Sitoli tidak sejalan dengan visi-misinya, yang kami anggap pikiran mereka busuk, sama baunya dengan telur busuk, Tegasnya.

Kebebasan berekspresi kembali diciderai polisi anti huru hara Polres Nias Gunung Sitoli, mereka berusaha membubarkan massa aksi dengan cara paksa, pembubaran paksa ini nyaris bentrok. pihak polisi menganggap aksi para mahasiswa sangat mengganggu, hingga akhirnya melakukan pembubaran paksa, dan menangkap beberapa pendemo. (K.zega)