Info Lowongan Kerja :
Home » » Makna Kemerdekan Menurut Kepala BPR.RI Sumut, Merdekakan Diri dari KKN Pasti Masyarakat Sejahtera

Makna Kemerdekan Menurut Kepala BPR.RI Sumut, Merdekakan Diri dari KKN Pasti Masyarakat Sejahtera

Written By deteksi nusantara on Sabtu, 23 Agustus 2014 | Sabtu, Agustus 23, 2014

Medan, DeteksiNusantara.com - Makna Kemerdekan RI menurut Kepala Badan Pusat Reclasseering (BPR) Sumatera Utara (Sumut) yang juga Kepala Operasional Khusus Intelijen BPR R.I Pusat, Zaka Nur Alamsyah Ritonga, SH menuturkan di Hari Ulang Tahun kemerdekan RI ke-69, orang-orang yang berjuang pada masa itu melepaskan diri dari pilitik dan kekuasaan, jika ada seseorang seperti pada masa sekarang ini merekalah sesungguhnya Pahlawan Bangsa.

"Makna dari Kemerdekan itu yakni Berdaulat dibidang Politik, Berdikari di bidang Ekonomi dan serta berkepribadian dalam bidang kebudayaan. Jadi, Merdekakan diri dari KKN pasti masyarakat Indonesia sejahtera." Tegas Zaka.

Masyarakat Indonesia berharap kepada presiden terpilih dan sekaligus menjadikan hal ini warning Ucap Zaka, Ketika raja merupakan pusat kekuasaan, maka sekaligus pula ia menjadi pusat hukum. siapa saja yang dekat dengan raja, ia dekat pula pada kekuasan dan kemudian dapat mengatur hukum itu sendiri. Karena logika kedekatan ini pula banyak aturan lama di pulau jawa dahulu, Fokus pada aturan yang mengelola kedekatan seorang hamba dengan raja. banyak aturan yang menyulitkan ketika rakyat jelata menemui sang Raja / Gusti dan atau Pembantunya.

Presiden terpilih harus mampu menjaga nomenklatur hukum kita, dikenal asas persamaan di depan hukum (equality before the law). Asas ini menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Negara wajib melindungi setiap warga negara dari segala bentuk diskriminasi, baik dalam soal ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, sikap politik, kebangsaan, kepemilikan, maupun kelahiran. Saran Zaka

“Hukum harus menjadi Panglima tetinggi dan serta menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa merupakan modal Kejayaan Masa depan Bangsa, Ucap Kepala Operasional Khusus Intelijen BPR R.I Pusat.
“Bangunan yang bagus harus di Lihat dari Pondasi oleh karenanya kepada Presiden terpilih mempunyai pekerjaan yang berat untuk memulihkan martabat, harkat dan moral bangsa ini. Hanya visi misi Revolusi Mental yang bisa menjawab ketertinggalan dan keterpurukan bangsa ini.” Ucap Zaka Nur Alamsyah.

Mengisi Kemerdekaan RI dengan menjaga komposisi dengan baik yakni miliki Displin karena tanpa displin tidak ada suatu kemajuan. Kedua miliki Mentalitas yang kuat dan ketiga Mau Berkorban.
Kepala Badan Pusat Reclasseering (BPR) Sumut kepada www.deteksinusantara.com mengakui bahwa dirinya seorang pengagum ajaran bung Karno dengan tangan mengepalkan tangannya mengatakan, Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu tetapi hendaknya bertanya pada diri sendiri apa yang telah di perbuat untuk bangsa dan negara tercinta ini.

69 Tahun Indonesia Merdeka bukan waktu yang singkat, dengan waktunya 69 tahun seyogianya Indonesia sudah sejahtera, jelas Zaka. Mari membandingkan negara kita dengan negera yang baru saja hancur pada saat perang dunia kedua yakni Jepang dan Jerman Negara ini bangkit kembali dan menguasai perekonomia dunia. yang dulunya hancur lebur tidak ada harapan kekayaan sumber daya alamnya tidak ada bisa di banggakan, kenapa mereka bisa bangkit karena pemimpinnya bukan berpikir untuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pemimpinnya berpikir bagaimana mengatasi keterpurukan.

 Orang Luar Negeri juga Tahu bahwa Negara Indonesia Sumber Daya Alam (SDA) melimpah ruah kaya raya. Akan tetapi pemimpin di negeri ini tidak ada yang mempunyai mentalitas dan moral yang kuat, Tegas Zaka. Dizaman modern ini, penguasa jangan banyak mendengar pembisik tetapi dengar keluhan masyarakat.
Disamping itu, perlu diketahui seluruh pemimpin di negeri ini bahwa Dengan adanya proklamasi kemerdekaan Indonesia, maka bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa dan negara yang Merdeka, baik secara de facto maupun secara de jure. Ucap Zaka penuh semangat Indonesia akan Bangkit.

Dari sudut hukum, proklamasi merupakan pernyataan yang berisi keputusan bangsa Indonesia untuk menetapkan tatanan hukum nasional (Indonesia) dan menghapuskan tatanan hukum kolonial.
Dari sudut politik ideologis, proklamasi merupakan pernyataan bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan dan membentuk Negara Republik Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.
Proklamasi merupakan alat hukum internasional untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia, bahwa bangsa Indonesia mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan.

Menutup sambutannya kepada wartawan Zaka Nur Alamsyah Ritonga memberi saran kepada Presiden terpilih agar menjadi pertimbangan baginya bahwa Presiden AS JF. Kennedy mengabaikan saran intelijen dan larangan PASPAMPRES nya NEKAD BLUSUKAN ke Dallas, Texas dengan mobil sedan Limousine bak terbuka, ingin dekat dengan Rakyatnya, lalu apa yang terjadi : ditembak Sniper dan meninggal dunia. (Dz.Gaho)P.