Info Lowongan Kerja :
Home » » Kasus Perkosaan Dan Perampokan Poldasu Imbau Tunjukkan KTA

Kasus Perkosaan Dan Perampokan Poldasu Imbau Tunjukkan KTA

Written By deteksi nusantara on Kamis, 26 Februari 2015 | Kamis, Februari 26, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - Diketahui sejumlah pelaku kejahatan yang kerap beraksi di wilkum Sumatera Utara kerap menyaru sebagai polisi.paling banyak,empat perampok mengaku polisi merampok dan memperkosa korbannya Melati (16) warga Sibolga yang kini menetap di Desa Patumbak Kampung, Dusun IV, Gg Rukun, Kecamatan Patumbak.

Informasi yang diperoleh maraknya aksi perampokan dengan modus menyaru sebagai polisi,Poldasu pun memberikan imbauan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan oknum-oknum yang mengaku polisi.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan ketika ditemui wartawan diruang kerjanya mengatakan,bila ada orang yang mengaku sebagai petugas kepolisian,sebaiknya masyarakat segera minta kartu identitasnya.tanya dia dari satuan mana.Lalu,tanyakan juga NRP nya.Dan minta surat tugasnya,ungkap Nainggolan, Kamis (26/2) siang.

Menurut keterangannya setiap petugas kepolisian yang berdinas itu biasanya dilengkapi dengan tanda pengenal.Dan apabila hendak melakukan penangkapan,maka petugas dimaksud akan menunjukkan surat perintah dari atasannya.
Apabila tidak mampu menunjukkan identitasnya, sebaiknya masyarakat segera melapor ke polsek terdekat. Jangan mudah percaya dengan orang-orang yang mengaku petugas kepolisian,ucap Nainggolan.

Berdasarkan keterangan sepasang remaja masing-masing Melati (16) dan teman prianya Rendi (22) dirampok oleh 4 orang pria yang mengaku sebagai polisi di kawasan Jl Karya Jaya Ujung.Selain dirampok,Melati yang masih di bawah umur diperkosa secara bergiliran.bahkan usai dirampok dan diperkosa,korbannya dibuang di dua lokasi terpisah. Melati berhasil lolos dan diselamatkan warga di seputaran kawasan Simalingkar B. Sementara Rendi dibuang di Jl Flamboyan,Pasar Melati, Medan Tuntungan.(david)