Info Lowongan Kerja :
Home » » Kapolsek Pancur Batu : Dugaan Penganiayaan Maxci Bangun Masih Tahap Pemeriksaan Saksi

Kapolsek Pancur Batu : Dugaan Penganiayaan Maxci Bangun Masih Tahap Pemeriksaan Saksi

Written By deteksi nusantara on Minggu, 29 Maret 2015 | Minggu, Maret 29, 2015

GWI Sumut Kecam Pemukulan Wartawan

Medan,DeteksiNusantara.com - Kapolsek Pancur Batu, AKP Darwin Sitepu ketika di konfirmasi wartawan melalui telephone selulernya, Kamis (23/3) terkait Maxi Bangun ada membuat Laporan ke Polsek Pancur Batu dengan Nomor : STPL/126/III/2015/TBS SEK PC BATU, orang nomor satu di kepolisian Pancur Batu membenarkan atas laporan pengaduan korban penganiayaan atas nama Maxci Bangun.

Dengan adanya laporan itu maka, pihaknya katanya terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi dan sekarang Polsek Pancur Batu masih terus mendalami laporan tersebut, ucapnya.

Ditempat terpisah Sekretaris Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sumatera Utara, Sahat Silalahi ketika diminta tanggapannya terkait penganiayaan yang dialami wartawan harian simantab Maxci Bangun dengan tegas menuturkan pihaknya sangat mengecam keras atas Kriminalisasi yang di lakukan oleh
segerombolan orang terhadap wartawan, karena hal tersebut dapat menghambat kerja wartawan dan bertentangan dengan Undang-Undang Pokok Pers No.40 tahun 1999.ucapnya Jumat (27/3/) di Medan.

Ia menambahkan bahwa dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh segerombolan orang dengan melibatkan salah satu OKP tertentu terhadap Maxci Bangun yang terjadi pada Minggu (22/3) lalu sekitar pukul 20:00 WIB menunjukan Kemerdekaan Pers khususnya di Sumatera Utara masih di pertanyakan, karena Wartawan dalam melaksanakan Tugas Jurnalistiknya adalah di lindungi oleh UU No.40 tahun 1999. Jelasnya.

Oleh sebab itu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara agar secepatnya mengungkap dan menangkap
oknum-oknum yang terlibat penganiayaan terhadap wartawan tersebut, karena patut diduga penganiayaan yang di lakukan kepada Wartawan karena gencarnya pemberitaan yang di lakukan oleh Wartawan tersebut tingginya aktifitas galian C yang berdampak terhadap rusaknya lingkungan sekitar, tingginya Peredaran Narkoba serta leluasanya para Mafia tanah dalam berbisnis di wilayah Pancur Batu.

Hal tersebut yang memicu Kriminalisasi Terhadap Wartawan, Karena umumnya kalau ada pemberitaan di Media Cetak maupun di Media Elektronik bila sudah menyentuh bisnis oknum-oknum tertentu biasanya mereka mencari kasus lain yang bisa mempidanakan wartawan agar membuat kabur persoalan pokoknya.

Sahat menilai, cara-cara untuk mengkriminalisasikan Wartawan sangat mudah di lakukan oleh para Cukong maupun mafia yang berlindung disalah satu OKP, katanya.

Berdasarkan penuturan korban yang mengatakan Rumah yang ditempatinya sekaligus dijadikan kantor Media yang berlokasi di Jalan Namorih, Desa Lama, Kecamatan Pancur Batu tersebut turut di serang dengan cara di lempar Batu.

Tidak cukup hanya disitu, segerombolan massa ini pun masuk melalui pintu depan dan belakang yang memang pelaku telah mempersiapkan senjata tajam berbentuk pisau jenis tumbuk lada, atas peristiwa itu Maxci mengalami luka di bagian Leher, dan hal inilah sudah di laporkan ke Polsek Pancur Batu.

Masih penuturan korban Maxci Bangun mengatakan saya tidak tahu apa kesalahan saya kepada mereka itu, anehnya dikait-kaitkan bahkan dituduh katanya menguasai rumah orang lain padahal rumah yang saya tempati itu adalah milik keluarga saya sendiri berdasarkan surat kuasa yang saya pegang dan rumah tersebut sekaligus saya jadikan sebagai kantor koran Simantab untuk wilayah Pancur Batu, ucapnya

"Pelaku saya kenal dan dia menusukan sebilah pisau ke arah saya namun saya berhasil menghindar, adapun pelaku tersebut bernama Iwan Lubis, Takil, Roni Gunawan Tarigan, CS dan beberapa kali mengucapkan kata-kata kubunuh kau."Ucapnya minta perlindungan hukum atas pengancaman dirinya.

Ditambahkannya, makin banyaknya massa (Preman) yang akan menyerang,saya pun terpaksa menutup pintu, tak lama kemudian dari arah luar kaca rumah tempat saya tinggal di lempar dengan batu dan menggosokkan pisau kearah kaca nako dan kaca jendela pecah, kemudian dari arah pintu belakang masuk yang bernama Arnold Saragih yang di kenal sebagai Ketua di salah satu OKP di Desa Lama Pancur.Batu, pada hal selama ini saya beri tumpangan tidur di rumah tersebut dan tak di sangka dia pun
mengarahkan sebuah pisau jenis tumbuk lada kepada saya sambil mengucap kan, “sudah ku bilang jangan pulang dulu nanti ku bunuh kau,keluar kau”, ancamnya.

Tidak cukup saya dianiaya dan di caci maki dengan mereka segerombolan massa tersebut menuduhkan hal yang tidak terpikirkan olehku dimana pemilik warung nasi yang menjadi tempat saya makan dituduhkan ada hubungan gelap, pada sama sekali tidak benar perkataan mereka itu Fitnah.

Tidak lama kemudian datang Kepala Desa Laksamana Tarigan alias Omo dengan menggunakan sarung dan badannya berlumuran minyak langsung mendekati saya sambil berkata ,”kau keluar dulu…sambil terus di paksa dan akhirnya saya pun keluar maksudnya untuk menenangkan situasi kata si Kepala Desa”,tak beberapa lama setelah saya berada di sebuah tempat persembunyian saya ,seseorang warga menelepon saya yang meminta namanya untuk tidak di sebutkan,katanya ”maxi di sini sudah
ada keponakanmu si suranta dan Risma, Yuli dan Soni dan Kepala Desa alias Omo, mereka berunding akan menjual rumah tersebut dan menugaskan bernama Arnold untuk menjaga rumah tersebut sampai rumah tersebut terjual sudah kubilang jangan percaya sama mereka semua ,mereka sudah sekongkol semuanya”.kata salah satu warga tesebut melalui telepon genggam.

Atas kejadian tersebut kemudian saya membuat laporan ke Polsek Pancur.Batu dengan LP Nomor;STPL/126/III/2015/TBS SEK PC BATU telah terjadi tindak Pidana pengancaman “

Maxi menyebutkan bahwa Kepala Desa Laksamana Tarigan. diduga Otak di balik semua permasalahan ini sebab berfungsi sebagai perantara dan Preman juga getol sebagai makelar, dan permasalahan ini di duga akibat pemberitaan yang beberapa kali saya angkat di media ini tentang keterlibatan Oknum pegawai Negeri mengkonsumsi Narkoba jenis sabu-sabu dan agar jajaran PNS di Kab.Deli Serdang dapat di tes urine, tuturnya

Maxi Bangun juga menambahakan bahwa di Kecamatan Pancur Batu adalah Sarangnya Narkoba dan dapat saya buktikan apa bila kasus ini sampai ke Meja Hijau.ini adalah salah satu penyebap kenapa saya di usir oleh Kepala Desa sebab berita yang pernah saya angkat beberapa waktu lalu ibaratkan sekali mendayung dua pulau terlalui, maksut mancing ikan Nila malah yang makan pancing saya ikan Hiu yang hidup di air asin.bebernya. (Sahat S)