Info Lowongan Kerja :
Home » » Kasek SMAN 21 Medan Diduga Tilep Dana Bos

Kasek SMAN 21 Medan Diduga Tilep Dana Bos

Written By deteksi nusantara on Senin, 30 Maret 2015 | Senin, Maret 30, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - Kepala Sekolah SMAN 21 Medan, Dra.Hj.Yurmaini Siregar diduga tidak transparan dalam penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS), dan diindikasi telah melakukan penyelewengan alias tilep dana BOS di sekolah milik Pemko Medan tersebut.

Hal ini terendus saat beberapa wartawan harian terbitan Medan mengunjungi Sekolah Negeri yang beralamat dijalan Keramat Indah Kecamatan Medan Denai, Senin(30/3). Seperti pengakuan Humas SMAN 21 Medan, DA.Sinaga, saat dikonfirmasi terkait penggunaan dana BOS. Menurutnya disekolah tersebut tidak ada siswa yang mendapat bantuan dana BOS dari sekolah, kecuali Bantuan Siswa Miskin (BSM).

Kalau disekolah ini tidak pernah ada memberikan bantuan dana BOS kepada siswa,  yang ada hanya bantuan siswa miskin (BSM) dan itu langsung diterima siswa yang mendapatkan ke rekening mereka masing-masing. Siswa yang tidak membayar uang komite maka dana BOS nya tidak lagi diberikan. Tidak semua siswa mendapat bantuan dana Bos, bagi siswa miskin aja yang dapat itupun terlebih dahulu harus menunjukkan surat keterangan miskin dari kepala Desa atau Lurah." Kata Sinaga.

Ada yang aneh atas pengakuan Humas SMAN 21 Medan ini, sebentar dikatakan siswa tidak ada menerima bantuan dana Bos, namun saat ditanyai berulang kali dirinya mengatakan siswa ada menerima bantuan dana Bos. Saat wartawan menanyakan jumlah siswa yang mendapat bantuan dana Bos, Humas ini malah mengatakan tidak memiliki data lengkap terkait siswa penerima dana bos tersebut, dirinya hanya mengatakan dapat menghitung dari siswa yang tidak membayar uang komite, dikatakannya itulah penerima bantuan dana bos.

Amatan wartawan dilokasi sekolah SMAN 21 Medan ini, terlihat ruangan sekolah seakan tidak terurus, dengan papan tulis ada yang sudah tidak layak dipergunakan lagi, ditambah atap asbes di sekolah tersebut juga banyak yang sudah rusak. Terutama diruangan guru sangat jelas 90 persen asbes nya sudah tidak ada lagi. Informasi yang diterima dari para guru yang mengajar. Disekolah tersebut, bahwa asbesnya beberapa hari yang lalu jatuh tanpa menjelaskan penyebabnya.

" Kalau asbes diruangan guru itu, beberapa hari yang lalu jatuh, kami tidak tahu kapan akan diperbaiki, tergantung sekolahlah itu pak. Kalau kami hanyalah guru yang mengajar disini," Ucap salah seorang guru yang namanya tidak bersedia dituliskan.

Bukan hanya asbes diruangan guru saja yang rusak, tapi hampir disetiap sisi atap gedung asbes banyak yang telah rusak, termasuk juga asbes ruangan perpustakaan.

Saat wartawan harian Simantab mencoba mempertanyakan kembali hal ini kepada kepala sekolah SMAN 21 Medan, seakan tidak ingin dikonfirmasi, Kepala sekolah ini lebih memilih bersembunyi dari lingkungan sekolah tempatnya bertugas.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Sumatera Utara Lembaga Wartawan Indinesia(LWI) Jhon Girsang, meminta Walikota Medan, ataupun Kadis Pendidikan Medan,Marasutan Siregar untuk mengevaluasi kembali kinerja Kepsek SMAN 21 Medan,Dra.Hj.Yurmaini Siregar yang mana diduga telah melanggar UU KIP  No. 14 tahun 2008 tentang  KIP, dan UU 71 tahun 2000 tentang peran serta masyarakat.(Ir.M)