Info Lowongan Kerja :
Home » » Ketua Fraksi Gerindra DPRD-Provsu Bungkam Terkait Isu Grafitasi Di Pusaran Interpelasi

Ketua Fraksi Gerindra DPRD-Provsu Bungkam Terkait Isu Grafitasi Di Pusaran Interpelasi

Written By deteksi nusantara on Rabu, 18 Maret 2015 | Rabu, Maret 18, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - Ketua Fraksi  Gerindra DPRD-Provsu (Provinsi Sumatera Utara),  Yantoni Purba "bungkam" ketika dimintai tanggapannya, demi keseimbangan pemberitaan. Tentang, beredarnya  issu setiap anggota Fraksi Gerindra disebut-sebut telah menerima 3 ribu US dollar, sebagai konvensasi terhadap penarikan dukungan Interpelasi jilid III yang terlanjur didukung.

Konfirmasi dilakukan berulangkali oleh Simantab Selasa, (17/3). Mempertanyakan, kebenaran issu yang belum dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya ini. Hanya sayangnya sampai berita ini diturunkan belum didapatkan jawaban pasti. Dimana  Ketua Fraksi Gerindra DPRD-Provsu itu,  lebih memilih bungkam dan diam seribu bahasa. Ditelpon tidak diangkat di sms juga tidak dijawab, sehingga meninggalkan  berbagai apresiasi abu-abu ditengah-tengah masyarakat Sumatera Utara.

Sementara berbagai komentar yang dikutip wartawan, jauh sebelumnya dari berbagai narasumber. Umumnya mengkwatirkan kalau Interpelasi jilid III, akan berakhir menyedihkan dan mengalami nasib yang sama dengan Interpelasi pendahulunya yang menyisakan perangai tidak terpuji bagi oknum anggota Dewan yang periode lalu yang pada peristiwa itu, awalnya semangat mendukung kemudian molor dan menarik dukungan sehingga ada yang menyebutnya gejala tersebut dikatakan, politik pagi-sore (paginya mendukung sorenya menarik dukungan karena mengharapkan segepok uang sogokan-red).

Masih terngiang ditelinga wartawan. Walau pernyataan itu pahit,  namun jika issu dana  grafitasi ratusan milyar  yang digelontorkan oknum Pemrovsu untuk menutup pergerakani Interpelasi jilid III benar adanya dengan tujuan agar mainan ini tidak sampai maju ke pintu gerbang Paripurna,.

Maka  pernyataan Berlian Muchtar  mengandung kebenaran. Sebagaimana diketahui dimana kala itu Berlian Politisi PDI'P  ini menegaskan, kalau Fraksi PDI'P tidak pernah mendukung Interpelasi jilid III jika tujuannya hanya untuk memetik buah. 

Sedangkan beberapa Fraksi pendukung yang telah menyampaikan materi hak bertanya kepada Gubernur Sumatera Utara selain Fraksi Gerindra,  mengaku masih solid untuk maju terus pantang mundur agar Interpelais jilid III benar-benar terwujud untuk menyahuti aspirasi masyarakat Sumatera Utara yang sudah bosan dengan kepemimpinan Gatot Pujonugroho yang selama dirinya menjabat  sebagai orang nomor satu di Provsu, terus mengalami kemunduran bahkan terpuruk.Hal ini  ditandai dengan  munculnya berbagai item persoalan rumit kepermukaan.

Seperti,   terjadinya pengalihan dana BOS, menumpuknya hutang-hutang Dana Bagi Hasil (DBH) sebanyak  Rp 2,2 triliun sesuai dengan hasil pemeriksaan BPK tahun 2012. Sampai kepada tidak terbayarnya hutang-hutang mencapai  triliunan rupiah kepada pihak ketiga. Ditambah munculnya Pergub (Peraturan Gubernur) nomor 10 tahun 2015 yang menimbulkan polemik tidak berkesudahan,  mengingat Pergut tersebut bertujuan melakukan pembintangan dengan pemahaman pengurangan anggaran pada setiap mata anggaran APBD Provsu  tahun 2015 yang sudah disyahkan oleh DPRD-Provsu sebelumnya.

Nezar Djoeli Politisi  Fraksi Nasdem DPRD-Provsu, salah satu sosok pengagas Interpelasi jilid III, kepada wartawan membantah adanya issu suap tersebut. Menurut Nezar Interpelasi Jilid III dipastikan  akan tetap jalan terus dan issu ini tidak benar adanya.

Sedangkan disisi lain Gubsu sendiri sudah angkat bicara, semoga Interpelasi jilid III tidak berkelanjutan. Gubsu berharap dapat ,mencairkan kerenggangan antara pihak Eksekutif dan Legislatif tersebut, dimana anggota Dewan dapat mengajukan  konsultasi kepada Gubernur sebagai pilihan lain. (Anton)