Info Lowongan Kerja :
Home » » Nazir Mesjid Qodyiah Pertanyakan Izin Karaoke Nav

Nazir Mesjid Qodyiah Pertanyakan Izin Karaoke Nav

Written By deteksi nusantara on Minggu, 29 Maret 2015 | Minggu, Maret 29, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com -Beroperasinya kembali karaoke Nav, membuat pihak Nazir Mesjid Qodyiah mempertanyakan izin,  Dimana pihak yayasan mesjid mengetahui setelah hasil RDP Komisi C di gedung DPRD Medan beberapa bulan yang lalu menghasilkan putusan bahwa pihak karaoke Nav diberi kesempatan dalam tempo waktu 7 kali 24 jam dalam penyelesaian pengurusan perizinannya untuk memperpanjang izin beroperasi. 
 
Dengan beroperasinya kembali karaoke Nav, membuat Yayasan mesjid mempertanyakan kepada Dewan yang terhormat seputar beroperasinya karaoke Nav tersebut yang terkesan tidak menghormati putusan wakil rakyat tersebut. Hal ini terungkap ketika salah seorang pengurus yayasan mesjid Qodyiah, Anif beserta warga lainnya mendatangi Kantor DPRD Medan, Hari Jumat (27/3) guna mengklarifiksi informasi yang masuk seputar dibukanya karaoke Nav.
 
Di gedung dewan, Rajudin dari fraksi PKS duduk di Komisi C, DPRD Kota Medan yang menerima aspirasi warga tersebut, dimana Anif langsung bertanya, "Apa benar Pak karaoke Nav telah mengantongi izin perpanjangan kontrak kepada Dinas Pariwiata Medan, dan juga apa benar pihak karaoke Nav juga telah mendapat persetujuan dari  warga serta Nazir mesjid?" kata Anif  yang langsung dijawab oleh Rajudin, "Oh itu saya tidak tahu, tapi yang jelas yang saya ketahui bahwa pihak karaoke Nav harus mendapat izin dulu baru bisa beroperasi kembali," katanya.
 
Rajudin ternyata tidak mempunyai banyak informasi tentang beroperasinya kembali karaoke Nav tersebut. Lalu untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat, Rajudin mencoba menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Medan Bursal Manan, namun telepon selularnya tidak diangkatnya. Ternyata tidak banyak informasi yang diperoleh yayasan mesjid dari Rajudin. Wartawan pun mencoba menghubungi Godfred Anggota DPRD Medan Komisi C yang lainnya yang pagi itu dalam pantauan wartawan hanyaseputar pernyataan beliau yang dicoba dihubungi kelmarin yang menyatakan bahwa karaoke Nav telah mengantongi izin dari Dinas Pariwisata Medan dan dari Nazir Mesjid, "Sebentar ya saya menuju kantor," kata Godfred melalui telepon genggamnya.
 
Setelah Godfred tiba di rungannya di kantor DPRD Medan, Komisi C, beliau duduk dan langsung mencoba menghubungi kadis pariwisata Medan,  "Sebentar ya, saya coba menghubungi beliau," katanya. 
 
Tersambungnya komunikasi via phone menjelaskan bahwa benar pihak karaoke Nav telah pun mempunyai izin SHU yang dari dinas pariwisata dan warga setempat/ nazir mesjid atau yayasan mesjid Qodyiah. Anif salah satu pengurus yayasan mesjid menginginkan nama-nama pengurus yayaan yang telah menandatangani surat persetujuan tersebut. Dan Bursal Manan pun menyebutkan satu persatu nama-nama pengurus yayasan mesjid yang telah menandatanganinya."Nama-nama itu yang salah seorangnya adalah ketua lama yang telah dinonaktifkan karena telah menanda tangani persetujuan berdirinya karaoke Nav beberapa tahun yang lalu," kata Anif. "Coba, Pak Godfrted beritahukan ke beliau (Bursal Manan), bahwa sehabis sholat Jumat, kami akan klarifikasi kekantor beliau," katanya lagi, yang kemudian Godfred pun memberi pesan kepada Bursal Manan seputar kedatangan utusan dari pihak yayasan mesjid Qodyiah guna mengklarifikasi dan melihat berkas/surat persetujuan/nama-nama yang telah menandatangani.
 
Kedatangan pihak yayasan mesjid, warga dan wartawan sehabis sholat Jumat, diarahkan kadis kepada lilik selaku ODTW. Namun pihak yayasan berkeras ingin sebentar saja klarifikasi kepada kadis. Ketegangan pun terjadi, dikarenakan pihak kadis/Lilik ngotot tidak perlu ke kadis cukup ODTW saja. Wartawan mencoba menghubungi Godfred kembali, namun sepertinya Godfred pun berpihak ke kadis pariwisata, yang juga ngotot supaya utusan yayasan dan warga tak perlu ke kadis cukup ke Lilik saja. Ada apa dengan Godfred, kenepa utusan yayasan mesjid beserta warga tidak berkenan untuk bertemu dengan kadisnya. (Nelly S)