Info Lowongan Kerja :
Home » » Pelaku Penganiayaan Hisar Girsang Jadi DPO Polsek Delitua

Pelaku Penganiayaan Hisar Girsang Jadi DPO Polsek Delitua

Written By deteksi nusantara on Jumat, 27 Maret 2015 | Jumat, Maret 27, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - Tersangka pelaku penaniayaan terhadap Hisar Girsang(47) dan istrinya Dorta br.Naibaho(39) saat ini telah menjadi buronan (DPO) Polsek Delitua. Hal ini dikatakan oleh Kanitreskrim Polsek Delitua, Iptu Martualesi Sitepu, melalui Juru periksa Polsel Delitua, Masdi Sembiring.

Dikatakannya bahwa pihak Satreskrim Polsek Delitua telah pernah melayangkan surat pemanggilan sebanyake 2 kali ke pada tersangka berinisial "BK" warga jalan Luku I No.100, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. Namun tidak pernah memenuhi panggilan, kemudian Polsek Delitua melakukan penjemputan kerumah tersangka pelaku penganiayaan, namun saat tiba dirumah, pelaku tidak dijumpai.
Hasil konfirmasi dari Juper Polsek Delitua bahwa tersangka telah pergi (melarikan diri) tidak tahu kemana setelah pernah mendapat surat pemanggilan dari Satreskrim Delta.

"Sebelumnya kami sudah pernah melakukan pemanggilan terhadap tersangka "BK", namun tidak pernah datang, sampai 2 kali surat panggilan kami layangkan, makanya kami lakukan penjemputan paksa terhadap pelaku, namun saaat dirumahnya, pelaku tidak berada ditempat, keluarganya bilang bahwa Pelaku telah kabur entah kemana, saat ini pelaku sudah dimasukkan ke daftar pencarian orang(DPO) atau buronan kami." Ucap Sembiring melalui selulernya saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

Saat wartawan mempertanyakan target penangkapan terhadap tersangka, Masdi menjawab, lamanya waktu untuk pencarian terhadap pelaku tidak dapat dipastikan, mengingat pihak keluarga pelaku saat ini juga tidak koperatif untuk memberitahu keberadaan keluarga mereka tersebut(pelaku).
" Kalau target waktu, kami tidak bisa pastikan, karena pihak keluarga pelaku tidak mau memberitahukan keberadaannya." Katanya.
Seperti diketahui, pengaduan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh "BK, dan Cs" terhadap Hisar Girsang dan istrinya Dorta br.Naibaho  diduga telah ditidurkan oleh pihak Polsek Delitua, namun karena didesak oleh Lembaga Swadaya masyarakat(LSM) dan sudah menjadi bahan publikasi di berbagai media, sehingga dengan terpaksa pihak Polsek Delitua langsung melakukan proses hukum terhadap para pelaku, meskipun akhirnya pelakunya telah kabur alias DPO oleh Pihak Polsek Delitua.

Seperti di beritakan sebelumnya, telah terjadi penganiayan terhadap suami istri yang bernama isar Girsang(47) dan istrinya Dorta br.Naibaho(39),yang dilakukan di jalan Luku I No.100, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor.  Kasus penganiayaan yang terjadi pada tangal 17 Agustus 2011 sekira pukul  17.00Wib dilaporkan ke Polsek Delitua dengan surat bukti lapor nomor: STBL/774/VIII/2011/SU/Resta Medan/Sek Delta dan diterima oleh kepala SPK III Aipda G.Sitanggang. Namun perkaranya tidak berproses.

Lalu tanggal 1 Mei 2012 tepatnya pukul 23.00 Wib, Dorta Br Naibaho kembali dianiaya oleh keluaga BK, Cs dirumah mereka sendiri.

Dorta yang kesehariannya bekerja sebagai pemungut barang bekas tersebut kembali mendatangi Polsekta Delitua untuk melaporkan kedua kalinya, dan melaporkan JB(25) dengan nomor laporan:STBL/342/V/SU/Resta Medan/Sekdelta. Namun belum lagi kedua kasus yang dialaminya selesai, tiba-tiba Suaminya Hisar Girsang kembali dianiaya oleh keluarga BK Cs pada Sabtu tanggal 11 Januari 2014, pukul 03.00 Wib ditanah lapang kwala bekala, Kecamatan Medan Johor. Kali ini untuk yang ketiga kalinya pasutri ini melaporkan JB dan NB ke Polsek Delitua dengan nomor lapor STTLP/23/I/2014/SPKT/Sekdelta.

10 bulan kemudian diduga karena laporannya tidak kunjung di proses, keluarga BK Cs semakin  tidak takut untuk melakukan penganiayaan terhadap pasutri yang juga jirannya ini. Buktinya untuk yang keempat kalinya pasutri ini kembali dianiaya dijalan Luku I Kelurahan Kwala Bekala, Kec.Medan Johor sekira Rabu, 5 November 2014 jam 01.00 Wib. Selanjutnya pasutri ini kembali melaporkan peristiwa yang terjadi terhadap mereka ini ke wilayah hukum Polsek Delitua dengan nomor LP:125/XI/2014/SPKT/Sekta Delta, terlapornya juga masih orang yang sama yakni, JB Cs.

Lantaran sudah 4 kali laporan tidak juga ditanggapi, akhirnya pasutri yang hidup kekurangan ini tidak percaya lagi dengan petugas yang menangani laporan mereka, sehingga pasutri ini akhirnya melaporkan Petugas Polsek Delitua ke Bid Propam Poldasu, Kapoldasu dan Komnas HAM karena sudah pandang bulu dalam penanganan perkara diwilayah hukumnya.

" Sampa saat ini kami tidak tenang hidup, karena setiap jumpa dengan mereka(BK,cs), kami selalu dianiaya, tidak ada lagi yang jamin kami selaku warga negara di sini." Jelas Hisar.

Padahal kami tidak pernah melakukan pencurian atau pengrusakan kepada mereka, ini semua berawal ketika mereka mendengar ada suara bayi dari dalam rumah BK Cs. Kami yang merasa iba hendak masuk untuk melihat dan mencari tahu, namun tiba-tiba saja keluarga BK Cs melarang yang membuat Dorta dan Hisar pergi. Namun tiba-tiba saja BK Cs memukul kami mereka mengira kami mau mencuri dirumahnya. Mendengar alasan itu kami tentu tidak terima, namun kami memilih pergi pada saat itu. " Ungkapnya.

"Pada saat kejadian itu kami dilihat juga oleh warga lain bernama pak Junis Sinaga yang ketepatan ada disekitar lokasi. Atas kejadian itulah kemudian kami melaporkan BK cs ke kantor polisi polsek delitua.
Sampai 3 kali kami melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan BK,Cs terhadap kami, tidak pernah ada proses yang dilakukan, malah kami seolah menjadi bahan ejekan mereka.

Kami sadar kami memang orang susah dan tidak punya apa-apa kalau dibanding mereka, namun jika salah pihak Polsek Delitua hendaknya memproses laporan kami ini, jangan pilih kasih dan pilih kasus." Ucap Hisar.
Kasus yang menimpa pasutri miskin ini akhirnya sampai ke telingan ketua LSM Antara DPD Kota Medan Freddy Sinaga dan mendampingi kedua korban melapor ke Bid Propam Poldasu dan meminta Poldasu menindak Polsek Delitua atas penelantaran kasus Pasutri karena miskin.

" Kami meminta agar Kapoldasu, melalui Bid Propam Poldasu segera memeriksa Kapolsek Delitua, Irjen Pol Hadi Eko Sutedjo segera mengkaji ulang jabatan yang diemban oleh Kapolsek Delitua Kompol Anggoro Wicaksono dan Kanit Reskrimnya Iptu Martualesi Sitepu karena tidak mampu memberikan rasa keamanan bagi warga diwilayah hukumnya. Kami juga sangat menyayangkan tindakan para petugas polsek Delitua dalah hal ini Juper yang memeriksa dan menangani kasus penganiayaan yang dilakukan BK, Cs, kenapa sudah sampai 3 kali melapor tetapi pihak petugas Polsek Delitua seakan cuek, apa karena tidak ada uangnya atau jangan-jangan sudah dikasi uang?". Terang Junis Freddy Sinaga. (Irwan)