Info Lowongan Kerja :
Home » » RDP Komisi C DPRD Medan dan Pedagang Pusat Pasar Deadlock

RDP Komisi C DPRD Medan dan Pedagang Pusat Pasar Deadlock

Written By deteksi nusantara on Rabu, 11 Maret 2015 | Rabu, Maret 11, 2015

Pedagang Tolak Direlokasi ke Pasar Induk

Medan,DeteksiNusantara.com - Hingga malam tiba, Rapat dengar pendapat(RDP)antara Puluhan perwakilan pedagang sekitar pasar Sutomo(pusat pasar) dengan komisi C DPRD Medan berakhir Deadlock.

Para perwakilan pedagang ini tetap menolak direlokasi ke pasar induk. Mereka meminta agar relokasi ditunda hingga 10 tahun kedepan. Banyak alasan yang diutarakan, seperti lokasi yang jauh, transportasi yang belum memadai, dan area bongkar muat barang yang sempit.

"Nasib kami gak menentu pak. Kami mohon sangat, jangan dipindahkan kami ke pasar induk karena masih belum layak ditempati. Jualan kami pasti ga laku. Ga terjangkau masyarakat. Kami sampaikan kepada bapak yang terhormat kami ga mau pindah. Kami perlu makan dan sekolahkan anak kami,"ungkap Sitorus lirih saat RDP dengan komisi C DPRD Medan, Senin (9/3) malam kemarin.

Penolakan Sitorus disambut oleh Mustafa yang mengatakan bahwa beberapa faktor pendukung masih sangat minim. Seperti area bongkar muat barang yang kecil. Smentara di sana nantinya akan ada ribuan pedagang ya g akan melakukan bongkar muat disana menggunakan truk dan mobil pick up.

"jangan jadikan kami kelinci percobaan program pemerintah,"ungkapnya.

Lalu Hutajulu menantang Pemko Medan bertanggung jawab soal keamanan di sana. Dirinya dan pedagang lainnya pun tidak percaya dengan Pemko Medan yang katanya mau memberikan rasa aman kepada warganya. Apalagi lokasi pasar induk terletak di lokasi yang layaknya di katakan hutan.  Seharusnya pemko medan bisa menetapkan lokasi yang lebih layak.

"Kami masih punya anak. Siapa yang mau bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu. Di sana sangat rawan.  Kami bawa uang pulang dan pergi,"ungkapnya.

Lalu seorang pedagang dengan suara lantang mengatakan bahwa dirinya tidak mau pindah.sontak hal tersebut disambut teriakan pedagang lainnya. Sejenak suasana pun menjadi ricuh.
"Kami tidak mau pindah. Iya kami ga mau pindaaaahhh,"teriak pedagang.

Ketua komisi C, Salman Alfarisi pun menenangkan keriuhan tersebut. Dirinya mengatakan bahwa dalam rapat tersebut suasana harus kondusif. Pihakanya meminta agar pedagang mempercayakan kepada Pemko Medan. Pihaknya juga ingin mendengarkan leluh kesah pedagang sehingga pedagang harus dengan tenang menyampaikan aspirasinya. Namun jika pedagang sudah mengunci keputusan dengan menolak maka pihaknya tidak bisa mengakomodir keinginan pedagang.

"Kalau sudah mengunci begini bagaimana kami komisi c mau mengakomodir apa aja yang diinginkan pedagang. Mau tidak mau tanggal 21  Maret harus dibersihkan lokasi itu,"ungkapnya.

Asisten umum Pemko medan, Ihwan Habibi Daulah mengatakan pihaknya menginginkan keputusan yang win win solution. Masalah kecilnya jalan pihaknya sudah melakuakn pelebaran jalan. Masalah trayek angkutan umum pun dipastikan akan segera di realisasikan hingga masuk ke pasar induk.
"Kami tetap akan melakukan pembersihan di tanggal 21 Maret,"ungkapnya.

Anggota dewan, Goldfried mengatakan tidak ada pihak yang memaksa pedagang untuk pindah ke pasar induk. Namun Pemko Medan tetap harus melakukan pembersihan dia lokasi sekitar pasar Sutomo. Sehingga bagi yang tidak mau berjualan di pasar induk maka bisa memilih lokasi pasar lainnya. Namun Goldfried menyarankan agar pedagang besar berjualan di pasar induk karena dirinya menilai itulah lokasi yang tepat.  Dirinya juga sempat meminta kepada PD pasar agar diringankan 6 bulan untuk pengutipan kontribusi.
Kadishub kota Medan, Renward Parapat mengatakan akan membangun terminal di depan pasar induk. Lahan parkir bisa digunakan bagi kendaran pengangkutan barang dagangan pedagang. Dirinya juga akan membuka satu trayek baru angkutan massal hingga ke pasr induk. 

"Sekarang lahannya lagi dipadatkan. jadi bisa digunakan lahan parkir di sana,"ungkap Renward.
Golfried mengatakan bahwa rapat malam itu tidak menemukan titik temu antara pedagang dan pemko medan. Sehingga apapun ceritanya penmbersihan lokasi tetap harus dilakukan.

"Kami anggap rapat ini tidak menemui titik terang. Jadi apapun ceritanya Pemko Medan tetap melakukan pembersihan. Yang tidak mau pindah ke pasar induk silahkan memilih nasib hidupnya masing-masing,"ungkapnnya.

Tidak mendapati titik temu, pedagang pun mengancam akan melawan pemko medan yang melakuka pembersihan. Mereka pun berteriak teriak sambil keluar dari ruang rapat.
"Kami akan lawan! Percuma aja kami datang kesini. Kami cuma mau minta tolong sama kalian. Capek kami pilih kalian duduk jadi anggota dewan. Kalian ajalah pak Jualan di hutan sana,atau sekalian kalian pelihara ternak aja disana, itu lebih cocok untuk saat ini." Teriak perwakilan pedagang sambil pergi meninggalkan ruangan rapat. (Irwan)