Info Lowongan Kerja :
Home » » Staff Komisi C Provsu Usir Wartawan Saat Melakukan Tugas Peliputan Diruang RDP

Staff Komisi C Provsu Usir Wartawan Saat Melakukan Tugas Peliputan Diruang RDP

Written By deteksi nusantara on Senin, 30 Maret 2015 | Senin, Maret 30, 2015

Wartawan Simantab di Kriminalisasi Diminta Sekwan Jangan Diam

Medan,DeteksiNusantara.com - Prilaku arogansi Dede Syahrial selaku staff di Komisi C DPRD-SU tidak pantas ditiru. Bayangkan saja wartawan kru media ini yang sudah sejak pagi datang, mendahului para tamu undangan malah diusir bolak-balik oleh pria berkacamata minus ini.
 
Parahnya lagi, ketika diprotes mengapa hanya wartawan Simantab saja yang diusir. Malah staff komisi ini meminta wartawan supaya tidak banyak cakap. Menurutnya memfasilitasi tamu adalah tugasnya dan keberadaan tamu tersebut lebih dianggap penting ketimbang wartawan.

'Wartawan kan bisa berdiri, tamu itu lebih penting, jangan merepetlah kalau tidak senang silahkan masukkan saja dikoran saya tidak takut, saya sudah bolak-balik masuk koran, saya tidak mengusir tetapi mendahulukan tamu." katanya dengan nada tinggi sembari mengajak wartawan keluar ruangan dengan suara menantang ajak duel. "kecil kali kau!" ujarnya sombong seakan ingin menunjukkan kehebatannya kalau dirinya dapat berbuat apa saja sesukanya di Kantor DPRD-SU yang notabene dibangun dari hasil keringat uang rakyat tersebut.

Tidak terima dengan sikap keangkuhan yang ditunjukkan oleh staff Komisi yang memang dikenal sudah kaya mendadak ini. Dengan tetap menjaga sikap wartawan kemudian melayani ajakannya. Bahkan wartawan mempersilahkannya memukul sepuasnya jika memang itu kemauannya. Namun untunglah beberapa satff dan wartawan datang melerai pertengkaran tersebut sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Adapun kronologis pelecehan terhadap insan Pers ini bermula ketika wartawan, menjalankan fungsi tugas-tugas peliputan di ruang RDP Komisi C DPRD-SU Senin (30/3). Karena minimnya jumlah peserta yang hadir pada saat berjalannya rapat yang sudah memasuki masa  "on time".

lalu wartawan Simantab pun mendapatkan tempat satu kursi, tepatnya disudut ruangan dibelakang Pimpinan Rapat yang dinakhodai  Oleh Haji Karim dan Chaidir Ritonga. Namun 20 menit kemudian suasana rapat berubah,  para undangan yang terlambat datang hadir secara serentak.

Kehadiran 2 staff honorer dari kehumasan DPRD-SU, mulai mengusik kursi kedudukan wartawan. Dengan gayanya yang sok tegas, Dede staff Komisi C ini mendatangi wartawan dan meminta wartawan meninggalkan kursi tersebut, dikarenakan menurutnya ada undangan yang lebih membutuhkan dan dianggap penting untuk dilayani dengan hormat.

Wartawan Simantab pun mengikuti permintaannya kemudian melakukan koordinasi singkat dengan 2 staff honorer yang kemudian memilih mengambil kursi lain, sehingga wartawanpun dapat duduk dengan lega kembali dan mulai konsentrasi mengikuti RDP.

Tak diyana, Puji dan Laila Lubis staff dari Dispenda Provinsi Sumatera Utara memasuki ruangan. Bingung mencarikan tempat untuk kedua wanita cantik yang terlambat datang ini, kemudian lagi-lagi Dede menghampiri wartawan dan memerintahkan wartawan untuk meninggalkan kursi yang didudukinya.

Oleh wartawan kemudian mempertanyakan mengapa mereka dianggap terlalu penting dan wartawan yang datang meliput disepelekan sementara wartawan datang juga hadir diruangan RDP bukan untuk main-main. Dimana dari sisi jurnalis moment tersebut bagi wartawan sangat perlu untuk disampaikan kepada publik, agar publik mengetahui mengapa PAD Pemprovsu mengalami kemerosotan.

Namun dikarenakan ulah oknum yang merasa dirinya diatas segalanya ini, akibatnya wartawan Simantab tidak mendapatkan informasi yang layak untuk disajikan ke publik sehubungan dengan berbagai komentar dan sikap kritis anggota Dewan ini.

Nuraini Kabag Humas DPRD-SU yang dikonfirmasi melalui ponselnya ke 081361602xxx,  terkait sikap arogansi oknum staff Komisi C DPRD-SU dilantai II tersebut.  Sampai berita ini diturunkan, tidak memberikan jawaban.

Ditempat terpisah  Puluhan  komunitas wartawan DPRD-SU yang mendapat informasi adanya tindakan arogansi oknum Staff DPRD-SU terhadap wartawan Simantab meminta agar Randiman Tarigan Sekretaris Dewan DPRD-SU untuk mengevaluasi keberadaan Dede di ruangan Komisi C DPRD-SU. Jika tidak , maka seluruh wartawan yang berunit di DPRD-SU siap untuk berunjukrasa karena mendapat perlakuan yang terlalu diskriminasi. (Anton)