Info Lowongan Kerja :
Home » » Tidak Terima Digusur, Pedagang dan Kuli Bongkar Muat Serang Petugas

Tidak Terima Digusur, Pedagang dan Kuli Bongkar Muat Serang Petugas

Written By deteksi nusantara on Senin, 30 Maret 2015 | Senin, Maret 30, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - Upaya Pemko Medan untuk menertibkan kawasan Jalan Sutomo bersih dari para pedagang sayuran mendapat  perlawanan dari ratusan pemuda yang mengaku sebagi kuli bongkar muat truk sayur-mayur. Senin (29/3), sekitar pukul 23.30 WIB,  para pemuda  memblokir Jalan Sutomo, kelurahan Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur dengan membakar meja dan payung milik pedagang. Selain itu mereka juga menghujani tim gabungan yang melakukan  pengamanan dengan batu.

Tak pelak aksi anarkis ini menyebabkan kaca depan satu unit mobil patrol milik Satpol PP Kota Medan pecah, begitu juga dengan kaca mobil truk milik TNI Angkatan Udara yang diparkirkan di sekitar Tugu Apolo.  Selain itu mobil dinas Toyota Inova Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan tak luput dari hujanan batu, tulang kaca bagian depan penyot dihantam batu. Atas insiden tersebut , 16 pemuda pun  diamankan.

Kericuhan ini bermula saat ratusan pemuda yang selama ini menggantungkan hidup dari bongkar  muat sayur-mayur, berkumpul di depan Gedung Nasional. Mereka melakukan orasi yang isinya memprotes dan menetang  pelarangan  berjualan di seputaran kawasan Jalan Sutomo, menyusul telah dioperasikannya Pasar Induk Tuntungan di kelurahan Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan. Akibat pelarangan tersebut, praktis mereka pun kehilangan mata pencaharian.

Sekitar pukul 22.00 WIB, orasi semakin memanas. Sebagian pemuda dengan mengendarai becak barang bermotor, menggeber-geber kenderaan yang digunakan untuk mengangkat sayur-mayur tersebut. Kemudian orasi mulai berubah anarkis, para pemuda itu kemudian memblokir Jalan Sutomo. Selain memarkirkan becak barang bermotor maupun becak barang yang didayung, mereka juga mengangkati meja maupun payung jualan milik para pedagang yang berada di sekitar lokasi.

Setelah itu meja dan payung dikumpulkan di tengah jalan. Sekitar pukul 23.00 WIB, tumpukan meja dan payung jualan itu kemudian dibakar. Aksi itu menyebabkan arus lalu-lintas praktis lumpuh total. Kendetraan bermotor baik roda dua maupun empat yang datang dari arah persimpangan MT Haryono menuju Persimpangan H.M Yamin terpaksa memutar arah. Ada dua titik api yang mereka buat di persimpangan Jalan Veteran.

Kericuhan pecah sekitar pukul 23.30 WIB, ratusan pemuda yang sudah emosi langsung menyerang tim gabungan  dengan lemparan batu. Serangan mendadak ini membuat tim gabungan terkejut dan sempat mundur untuk melindungi diri. Selanjutnya tim gabungan yang terdiri dari unsur Marinir, TNI AU, Kodim 0201/BS, Denpom, Brimobdasu, Dishub Medan, Satpol PP serta instansi terkait lainnya balik mengejar ratusan pemuda.

Diawali dengan tembakan gas air mata, tim gabungan pun menyisiri kawasan Jalan Sutomo guna mengamankan para pemuda yang telah berbuat anarkis tersebut. Kemudian diikuti puluhan polisi berboncengan  mengendarai sepeda motor turut melakukan pengamanan. Dari hasil penyuisiran dan pengamanan yang dilakukan, petugas pun berhasil 16 pemuda yang dianggap sebagi provokator kerusuhan. Selanjutnya dengan menggunakan 1 unit mobil truk Milik Polresta Medan, mereka pun dibawa untuk menjalani pemeriksaan.

Pasca kerusahan,  kawasan Jalan Sutomo tampak mencekam. Seluruh toko yang ada disepanjang jalan pun tutup. Meski tidak ada pemblokiran jalan, namun tak ada masyarakat yang melintasi jalan itu baik menggunakan roda dua maupun empat. Sementara itu Kasatpol PP M Sofyan bersama sejumlah anggota dengan menggunakan mobil truk milik Satpol  PP, melakukan patroli. Dia ingin memastikan seluruh anggotanya yang bergabung dengan aparat kepolisian tetap menjaga semua akses jalan masuk menuju kawasan Jalan Sutomo.

“Walaupun anggota kita telah melakukan pemblokiran agar truk pengangkut sayur mayur tidak memasuki seputaran Jalan Sutomo, namun masih ada juga truk yang lolos dan berhasil masuk. Namun begitu mereka  tidak berani  menurunkan sayuran. Untuk mencegah hal itu, maka kita aklan bertahan sampai pagi hari. Kita tidak mau kecolongan seperti malam minggu, begitu kita bubar pukul 04.00 WIB, mereka menurunkan sayuran dari truk sehingga transaksi jual beli kembali terjadi di kawasan Jalan Sutomo,”  kata Sofyan. (Ir.M)