Info Lowongan Kerja :
Home » » Wakil Ketua Komisi A DPRD-Provsu FL Fernando Simanjuntak SH MH : 59 Tahun Masalah Tapal-Batas Pemrovsu Tidak Kunjung Selesai

Wakil Ketua Komisi A DPRD-Provsu FL Fernando Simanjuntak SH MH : 59 Tahun Masalah Tapal-Batas Pemrovsu Tidak Kunjung Selesai

Written By deteksi nusantara on Rabu, 11 Maret 2015 | Rabu, Maret 11, 2015

Medan,DeteksiNusantara.com - FL Fernando Simanjuntak SH MH, Wakil Ketua Komsi A DPRD-Provsu (Provinsi Sumatera Utara) mengherankan, selama 59 tahun persoalan tapal-batas Provinsi Sumatera Utara dengan Provinsi tetangga seperti Provinsi Aceh, Riau dan Sumatera Barat. Hingga kini tidak kunjung selesai.

"Jangan anggaran berulang dianggarkan setiap tahun namun hasilnya tidak ada. Kalau saja anggaran setiap tahunnya Rp 700 juta jika dikalikan 59 tahun, sudah berapa  duitnya. namun hasilnya apa,  sampai 59 tahun permasalahan ini tidak ada penyelesaian yang kongkrit ." pertanyakan Politisi dari Fraksi Golkar ini pada saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi A DPRD-Provsu dengan Asisten I  dan Biro pemerintahan Pemrovsu.

Menurut Fernando, berdasarkan fakta yang diperoleh, masalah ini memang terlihat seolah-olah gampang. Namun pada proses penyelesaiannya mengalami kendala dan terkesan  begitu rumit karena menyangkut berbagai kepentingan dan masyarakat banyak. 

Oleh karenanya Komisi A DPRD-Provsu mendorong semua unsur terutama Pemerintah Pusat harus mengakomodir maupun   mencurahkan perhatiannya terhadap masalah yang sedang berkembang ini,  Dalam upaya mengambil langkah-langkah positif  untuk  menyikapi penyelesaian tapal- batas yang masih rancu, dikarenakan masih adanya kesimpang-siuran, tentang batas-batas wilayah yang dapat berpotensi terjadinya konflik.

Disisi lain Fernando juga mengharapkan, Peprovsu mengkonsentrasikan anggaran yang memadai untuk menyelesaikan persoalan tersebut. "besaran angaran ditambahkan saja tetapi harus ada komitmen bahwa persoalan ini akan mendapatkan titik terang dan kepastian  untuk menetapkan titik koordinatnya ,.jangan dibiarkan berlarut-larut sebagaimana yang terjadi selama.ini. Untuk itu perlu dibentuk tim percepatan penyelesaian masalah."ungkap Fernando.

Hasihoalan Silaen Asisten I Pemrovsu dihadapan peserta rapat  megaku,kalau masalah batas-batas wilayah Pemrovsu dengan Provinsi tetangga, terutama dengan Provinsi Aceh sampai sekarang belum menemukan titik temu, padahal berbagai pertemuan sudah pernah dilakukan . Namun demikian Hasiholan berharap semua persoalan Bangsa ini harus diselesaikan dengan baik

Walau diketahui saat ini Pemprov Aceh telah melanggar batas wilayah, dengan membangun sarana dan prasarana jalan sepanjang 28 kilo-meter di Kecamatan Mardinding yang masih wilayah Sumut.
Jangan sampai ada femikiran  secara legal Pemrovsu  menyetujuinya.Hanya semua ini berpulang dan diserahkan kepada Pemerintah Pusat.

"Pemrovsu tetap bertahan dan mengacu kepada undang-undang nomor 24 tahun 1956 untuk persoalan penyelesaian polemik tapal-batas dengan Pemprov Aceh." tegaskan Hasiholan. (Anton)