Info Lowongan Kerja :
Home » » Humas DPRD-SU : Wartawan Tidak Boleh Diusir saat Meliput RDP

Humas DPRD-SU : Wartawan Tidak Boleh Diusir saat Meliput RDP

Written By deteksi nusantara on Rabu, 01 April 2015 | Rabu, April 01, 2015

Staff Humas Komisi C Melebihi Kewenangan Sekwan DPRD Provsu

Medan,DeteksiNusantara.com - Humas DPRD-SU Bagian Informasi dan Protokol, Nuraini, SE, MSP yang dikonfirmasi, terkait peristiwa arogansi yang dilakukan oleh oknum staff Komisi C DPRD-Sumut, Dede Syahrial melakukan pengusiran terhadap wartawan yang sedang meliput acara Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Nuraini dengan tegas mengatakan wartawan yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik diruang Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkecuali rapat Internal. Maka wartawan tidak boleh diusir oleh siapapun, dikarenakan wartawan dilindungi oleh UU Pers.ucapnya

"Undang-undangnya yhang mengastakasn seperti itu, wartawan yang melakukan peliputan saat berlangsungnya RDP,  tentu tidak boleh diusir. kalau itu terjadi maka oknum yang melakukan pengusiran akan kita panggil dan akan ditegur supaya tidak melakukan perbuatan yang sewenang-wenang.” Tegasnya.Selasa (31/3)

Pengusiran wartawan tidak diperbolehkan. Kita juga sudah memanggil Dede atas adanya pemberitaan yang kita baca. namun Dede mengatakan tidak bermaksud mengusir wartawan tetapi mendahulukan memfasilitasi tamu yang datang. Sehingga mungkin saja komunikasinya penyampaiannya yang kurang pas sehingga membuat ketersinggungan. Ya Dede tidak bermaksud mengusir.tetapi sebentar dulu kebetulan saya lagi dipanggil ini" ungkapnya membeberkan upaya yang sudah dilakukan pihak Kehumasan.

Saharuddin salah satu saksi yang melihat langsung atas peristiwa pengusiran terhadap wartawan harian Simantab, ketika diminta tanggapannya mengataskan hanya seorang staf saja kok kewenangannya melebihi Randiman Tarigan selaku Sekwan DPRD Sumut.

“Saya ada disitu, malah diajaknya pula si Anton wartawan Simantab untuk duel, mendengar itu spontanitas sajas saya langsung nasehati si Anton jangan dilayani,”ucapnya sembari mengatakan staf DPRD Sumut perlu di Revolusi Mental.

Sementara Berita Harian Simantab sebelumnya, dimana saat berlangsungnya RDP (Rapat Dengar Pendapat) antara Komisi C DPRD-SU kemarin dengan Dirlantas Poldasu, Dispenda Provsu dan PT Jasa Raharja. Ketika itu Wartawan Simantab memasuki ruangan yang masih minim dengan kehadiran para orang penting tersebut, baik itu dari anggota Dewan sendiri maupun tamu undangan.

Namun demikian Pimpinan Rapat Haji Karim dan Chaidir Ritonga tetap saja melangsungkan RDP tepat waktu dan menakhodai pembahasan yang mengulas dan mencari berbagai solusi dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Sumatera Utara yang diketahui 2 tahun belakangan ini tidak mencapai target sesuai yang diharapkan.

Setahu bagaimana, begitu wartawan mulai disibukkan mencatat berbagai pandangan maupun kritik positif yang disampaikan   sejumlah anggota Dewan yang hadir. Tiba-tiba Dede staff Komisi C DPRD-SU oknum  berkacamata minus itu mendatangi wartawan dan meminta wartawan untuk meninggalkan kursi yang diduduki dengan alasan bahwa ada staff honorer dari kehumasan yang akan masuk yang menurutnya lebih berkompeten dan pantas untuk duduk dikursi itu ketimbang wartawan. Mengetahui hal ini Wartawan Simantab pun menuruti permintaan Dede.

Hanya saja kemudian para  staff Honorer dari kehumasan yang ditugaskan lebih memilih mengambil kursi dari luar ruangan RDP dan kemudian menempatkannya sesajar dengan kursi yang sudah sempat ditinggalkan wartawan. Melihat kursi yang diduduki wartawan tidak berpenghuni, lalu wartawan kembali kekursi tersebut. Namun lagi-lagi Dede mendatangi wartawan dan meminta wartawan agar kembali meninggalkan kursi itu, dengan alasan kalau ada staff Dispendasu yang dianggap lebih penting untuk diberikan fasilitas.

Merasa tidak senang perlakukan sebagai warga kelas III, di Negara Indonesia merdeka ini. Kemudian wartawan melakukan protes dan  meminta Dede menjelaskan mengapa hanya wartawan Simantab saja yang dianak-tirikan padahal ada beberapa wartawan lain yang duduk  diruangan tersebut tetapi tidak pernah diusir oleh Dede.

Jika tidak senang beritakan saja karena menurutnya dirinya sudah terbiasa bolak-balik diberitakan wartawan. Bahkan Dede mengajak wartawan keluar untuk duel jika merasa tidak senang.

Karena ditantang demikian dengan tetap menjaga sikap, wartawan pun memepersilahkan Dede memberikan pukulan terbaiknya dan memilih sesuka hatinya, jika memang  dirinya merasa sudah paling hebat di Gedung DPRTD-SU tersebut. Oleh wartawan dan beberapa staff lain kemudian pertengkaran tersebut dilerai sehingga tidak sampai berlanjut kepada hal yang tidak diinginkan.

Coki Ketua Komisi C DPRD -SU   yang dikonfirmasi mengatakan, dimana menurut pengakuan Dede dirinya tidak bermaksud untuk mengusir wartawan, hanya mendahulukan tamu dan persoalan ini sudah disampaikan juga kepada Ketua DPRD-SU. (Red)