Info Lowongan Kerja :
Home » » Rejos Berang,Pemko Binjai Robohkan Tembok Korban Banjir Bandang

Rejos Berang,Pemko Binjai Robohkan Tembok Korban Banjir Bandang

Written By deteksi nusantara on Selasa, 29 Maret 2016 | Selasa, Maret 29, 2016

BINJAI,DeteksiNusantara.com - Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Ungkapan ini cocok menggambarkan nasib Budiman pemilik bangunan tembok sepanjang 69 meter dan tinggi 3 meter di Jalan T Imam Bonjol Binjai. Pertama banjir bandang 8 Pebruari 2016 lalu merobohkan, ketika dibangun oleh pemiliknya, giliran Pemerintah Kota Binjai yang merobohkannya kembali, Selasa (29/3/2016).

"Dengan dalih kami tidak mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Pemko Binjai melakukan pembongkaran secara paksa, tanpa menghiraukan bahwa kami sejak tahun 2007 telah memiliki IMB No. 503.648-1941/K/2007 yang diterbitkan 1 Mei 2007," tandas Budiman ketika ditemui di lokasi bangunan, Selasa (29/3/2016).

Budiman menyesalkan tindakan arogan Pemko Binjai yang tidak menghiraukan nasib korban banjir bandang yang mengalami kerugian hingga Rp 300 juta, selain tembok roboh, banjir juga merendam 9 unit mobil yang terparkir di atas tanahnya.

"Bukannya membantu korban banjir bandang Pemko malah menambah kerugian kami sebab merobohkan tembok yang kami bangun dengan swadaya, tanpa bantuan sepeserpun dari Pemko," sesal Budiman.

Pantauan wartawan di lokasi tampak batu bata dan beton berserakan akibat diterjang martil yang dibawa oleh 50-an orang tenaga Satpol PP Kota Binjai.

Tindakan Pemko Binjai inipun mendapat protes keras dari Ketua I DPP Relawan Jokowi Sumatera Utara (DPP Rejos) Ir Poltak Simanjuntak. 
"Sangat disesalkan Pemko Binjai tidak punya sensitifitas kepada korban bencana alam. Seharusnya mereka membantu, bukan malah menambah penderitaan korban. Apalagi dengan alasan yang terkesan dibuat-buat dan dipaksakan" tandasnya.

Ditanya apa yang akan dilakukan Budiman terhadap kejadian ini, dengan suara meninggi dikatakannya akan mempersoalkan secara hukum, jika langkah persuasif mentok. "Sampai kemanapun akan saya perjuangkan. Jika mereka (Pemko-red) tidak bergeming saya akan bawa persoalkan ini ke meja hukum hingga melaporkannya ke Presiden Jokowi, lewat DPP Rejos," tutupnya. (Sipa)