Info Lowongan Kerja :
Home » » Terungkap RDP,Lapor TPPU ke Mabes Polri, Tiormin malah jadi tersangka di Polres Siantar

Terungkap RDP,Lapor TPPU ke Mabes Polri, Tiormin malah jadi tersangka di Polres Siantar

Written By deteksi nusantara on Selasa, 29 Maret 2016 | Selasa, Maret 29, 2016

Medan,DeteksiNusantara.com - Tiormin Manihuruk, orang yang berjasa menangkap Endah Yuli Astuti, yang sekarang sudah divonis penjara 4 tahun di LP Wanita Tanjung Gusty atas kasus penipuan 97 calon karyawan PTPN IV pada tahun lalu, kini dijadikan tersangka oleh penyidik Polres Pematang Siantar dan Polres Simalungun. Hal ini terungkap dalam rapat dengar pendapat di DPRD Sumut, Kamis lalu (24/3/2016).

Dalam penjelasan Humas PTPN IV saat RDP dengan Komisi A, Sahrul Siregar mengatakan Pelaku Enda Yuliastuti, telah kami laporkan ke Polresta Medan tertanggal 20 Juni 2015 dengan pengaduan pencemaran nama baik,dan dalam hal ini PTPN IV juga menjadi korban.

Humas PTPN IV menjelaskan dihadapan Dewan,"Bahwasanya memang benar PTPN IV melakukan Pelatihan dan Pendidikan Karyawan dengan pesertanya dari Medan dan Jogjakarta,namun bukan untuk menjadi Karyawan di PTPN IV melainkan ditempat lain yakni di Instansi ataupun Perusahan- Perusahan lain,karena saat itu,Kantor Perkebunan PTPN IV belum membuka lowongan penerimaan kerja,apalagi menjanjikan bahkan mengutip uang dari peserta yang mengikuti Pelatihan Dan Pendidikan, makanya begitu mendengar adanya pengaduan Masyarakat yang menjadi korban penipuan yang dilakukan Endah. Yuliastuti pihak PTPN IV langsung respon,jelas Sahrul.

Terlihat, Rapat yang hanya diikuti oleh segelintir anggota DPRDSU ini dijadwalkan untuk mendengarkan pengaduan dari Tiormin Manihuruk dan sekitar 20 rekannya yang termasuk dari 97 korban Endah YA, didampingi oleh penasehat hukumnya. Rapat yang dipimpin oleh Rony Renaldo Situmorang ini juga mengundang Kapolres Pematang Siantar dan Kapolres Simalungun, manajemen PTPN IV, dan Direktur Kriminal Umum Polda Sumut, namun sayangnya, Polda Sumut tidak mengindahkan undangan DPRDSU.
Melalui Salomo Firdaus Tarigan selaku Penasehat Hukum (PH), Tiormin menjelaskan bahwa dirinya juga merupakan korban penipuan Endah, dan hingga kini uangnya sebesar Rp800 juta yang diserahkannya kepada Endah dengan iming-iming 5 anggota keluarganya dijadikan pegawai PTPN IV, lenyap tak kembali.

"Memang ada 6 korban lain yang menyerahkan uang pada Endah YA melalui Tiormin. Laporan mereka sesama korban inilah yang dijadikan dasar kedua Polres dimaksud untuk menjerat Tiormin," terang penasehat hukum.

Penasehat Hukum menuding bahwa upaya tindakan kedua Polres dimaksud merupakan upaya kriminalisasi karena pada putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, No.3434/Pid.B/2015/PN.Mdn, Endah selaku terdakwa telah mengakui bahwa dirinyalah yang melakukan penipuan dan mengakui seluruh uang dari 97 korban diterima oleh Endah.

Selain itu, perlakuan Polres Siantar dan Simalungun ini dicurigai akibat tindakan Tiormin yang membuat laporan pengaduan ke Mabes Polri terhadap Endah YA atas pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), pada 11 Maret 2016, dengan No.TBL/173/III/2016/Bareskrim.

"Kita berharap Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mampu membongkar kasus TPPU ini, siapa saja orang yang menerima aliran dana dari Endah Yuli Astuti wajib diperiksa. Salah satunya Kapten Kav. Prima Wahyudi, yang saat ini menjadi pejabat di Kodim 0201/BS," ucap Salomo di hadapan anggota Komisi A DPRD Sumut.

"Saya terima info, dari Lapas, si Endah bisa mentransfer uang hingga Rp 800 juta ke seseorang, tidak tahu ke siapa uang itu dikirimnya, tapi kita tahu hanya polisi yang bisa membongkarnya, kita yakin itu akan terbongkar," tambahnya.

Tiormin berharap dengan diusutnya kemana saja uang sekitar Rp20 Milyar dari 97 korban yang masing-masing menyetor antara Rp175-200 juta tersebut mengalir, maka uang mereka dapat kembali walaupun anak-anaknya tidak menjadi pegawai PTPN IV.

"Saya harapkan siapa saja orangnya yang menerima uang dari si Endah, terbongkar. Jadi, korban rakyat kecil ini tahu siapa saja yang mendapatkan uang dari si Endah itu," katanya. (Sipa)