Info Lowongan Kerja :
Home » » Wakil Walikota Medan : Boleh Saya Tidak Makan Hari Ini, Tapi Orang Tidak Boleh Tau Saya Belum Makan Hari Ini”

Wakil Walikota Medan : Boleh Saya Tidak Makan Hari Ini, Tapi Orang Tidak Boleh Tau Saya Belum Makan Hari Ini”

Written By deteksi nusantara on Minggu, 26 Juni 2016 | Minggu, Juni 26, 2016

Medan,DeteksiNusantara.com - Pengajuan proposal kepada para pejabat menjelang hari kebesaran agama merupakan satu penyebab terjadinya korupsi para pejabat baik legislative maupun eksekutif. Budaya kita saat ini, dimana ada pejabat maka disitulah akan datang banyak proposal-prosal yang terkadang tidak jelas apa maksud dan tujuannya. Kita harus punya harga diri, "boleh saya tidak makan hari ini, tapi orang tidak boleh tau saya belum makan hari ini". Kalau kita semangat ingin membebaskan korupsi ya sudah stop minta uang, minta bantuan kepada pejabat Negara. Kalau kita tidak sanggup, saya yakin, korupsi pasti tetap ada".

Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi saat mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Medan untuk mengubah mentalnya dalam acara diskusi public/buka puasa bersama Portal Berita Metro Rakyat di Hotel Grand Antares, Medan. Jumat (24/6/2016).

Akhyar mengungkapkan, Sesungguhnya APBD Kota Medan jika diakumulasi yang belum terbayar Pemprovsu saat ini lebih kurang 1,1 triliyun hak Pemko Medan. Dan ketika dikonfirmasi ternyata APBD provinsi itu hanya dianggarkan sekitar 500an milyar.

"Ada ketidaksinkronan. Jadi semuanya yang telah kita rencanakan harus direvisi. Efeknya terjadi penundaan yang seharusnya pembangunan itu harus sudah dirasakan masyarakat, tapi karena revisi akhirnya tertunda" ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, mengenai lembaga khusus yang menampung aspirasi para mahasiswa, Akhyar mengatakan, banyak saluran aspirasi masyarakat, salah satunya melalui media sosial.

"Kami Pemko Medan sedang mengembangkan software e-government. Insyaallah ditahun 2017 didalam e-government tersebut, masyarakat dapat terlibat secara langsung. Mahasiswa tidak harus demonstrasi dalam menyalurkan aspirasinya, no hp saya selalu aktif, meskipun jika ada kesibukan saya akan jawab 3 atau 4 jam kemudian. Demo itu jalan terakhir jika tidak ada lagi pintu komunikasi, demo itu adalah sarana komunikasi paling kuno,  karena dapat mengganggu lalu lintas" tegasnya.

Wakil Walikota juga menjelaskan, sistem e-government dapat membuat masyarakat menyampaikan aspirasinya hanya melalui gadget saja. Saat ini Pemko Medan sedang membangun e-government mulai dari e-musrembang, e-tendering, e-performance dan masih banyak  lagi. Saat ini Akhyar mengungkapkan belum bisa menunjukkan software tersebut karena sedang dalam tahap pembangunan.

Sedangkan mengenai masalah jalan di Kota Medan yang saat ini tampak masih banyak rusak, Akhyar mengungkapkan, Medan memiliki hirarki jalan, ada jalan nasional yang merupakan tanggungjawab Kementrian PU, ada jalan provinsi tanggungjawab provinsi dan ada juga tanggungjawab Pemko Medan.

"Tidak semua jalan di Kota Medan itu menjadi tanggungjawab Pemko. Kami tidak bisa masuk begitu saja memperbaiki seluruh jalan di Kota Medan yang bukan kewenangan kami, bisa masuk penjara kami nanti, penyalahgunaan anggaran. Demikian juga halnya dengan sungai-sungai di Kota Medan, tidak seluruhnya juga milik Pemko Medan" jelasnya.

Sebelumnya Waginto St Mt selaku Dewan Pembina Sko Metro Rakyat mengatakan, sebagaian dari Negara demokrasi, Pemprovsu yang terdiri dari penyelenggara pemerintahan, yaitu lembaga eksekutif, lembaga yudikatif, lembaga legislative dan lembaga-lembaga non structural yang lain, merupakan pendukung dan diangkat oleh pemerintah untuk mendorong birokrasi dalam melaksanakn pembangunan.

"Kita hadir disini dalam rangka cinta kita terhadap kemajuan dan kedamaian Sumatera Utara.
Beginilah keadaannya masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali membaca yang ada di media. Sedangkan insane media kesulitan mendapatkan data yang sebenar-benarnya. Padahal diharapkannya para media kiranya dapat memberikan informasi yang lebih bersifat membangun daerah kita serta pejabat kita. (Rosmery/Linche/Christina Hutabarat)