Info Lowongan Kerja :
Home » » Yuddy Chrisnandi Prihatin,Unit Kearsipan Seperti Tempat Sampah ‎

Yuddy Chrisnandi Prihatin,Unit Kearsipan Seperti Tempat Sampah ‎

Written By deteksi nusantara on Sabtu, 11 Juni 2016 | Sabtu, Juni 11, 2016

Bogor,DeteksiNusantara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi merasa kasihan dengan tugas pegawai kearsipan. Pasalnya, terlalu banyak berkas yang dikirim tanpa disortir terlebih dulu, sehingga unit ini dianggap 'tempat sampah.

Hal tersebut diungkapkan Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi saat melakukan kunjungan di Unit Pusat Kearsipan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Cibinong, Bogor dalam rangkaian safari ramadhan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/6/2016).

Dalam kunjungan tersebut Yuddy didampingi Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa dan Kepala Biro Hukum dan KIP Herman Suryatman. "Ini kantor seperti tempat sampah. Seharusnya dari pusatnya harus dipilah-pilah terlebih dulu mana saja yang mau diarsipakan, Kasubag harus kasih usul dan sarannya untuk pusat," ujar Yuddy.

Menteri mengatakan, dia akan meminta ke Kepala pihak Arsip Nasiinal Repyblik Indonesia (ANRI) untuk membantu masalah arsip di Unit Pusat Kearsipan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini. "Nanti saya suruh dari ANRI untuk bisa membantu ini. Kasihan karena di sini dianggap seperti tempat sampah, mereka yang di pusat merasa bahwa semua arsip ditaruh saja di sini yang penting tempat mereka bersih, kalau ada yang diperlukan mereka bisa cari di sini. Tidak boleh begitu," kata Yuddy.

Sementara itu, Kasubag Dokumentasi dan Arsip Rusdi Unit Pusat Arsip Kementerian LHHut Mursanto mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut ke pusat. Bahkan, mereka sudah mengadakan pembinaan, pelatihan, rapat-rapat, sosialisasi, dan peraturan terkait masalah arsip ini.

Dikatakan, pegawai arsiparis di sini hanya sekitar 35 orang. Mereka harus mengurus seluruh arsip satu kementerian. "Tapi kesulitan kami ada di orang-orangnya karena kita sudah melakukan pendampingan tetapi masih tetap seperti itu. Kami berharap bapak Menpan bisa membantu," kata Rusdi. (HUMAS MENPANRB).