Info Lowongan Kerja :
Home » » Pelaku Penganiayaan Bebas Berkeliaran, Keluarga Korban Pertanyakan ke Penyidik Polsek Medan Timur

Pelaku Penganiayaan Bebas Berkeliaran, Keluarga Korban Pertanyakan ke Penyidik Polsek Medan Timur

Written By deteksi nusantara on Selasa, 17 Oktober 2017 | Selasa, Oktober 17, 2017

Medan, DeteksiNusantara.com - Keluarga korban penganiayaan mengeluh atas sikap penyidik Polsek Medan Timur dengan tidak melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku penganiayaan korbannya Ida Ati Gohae (45) warga jalan PWI Gg Keadilan No.58 A Lau Dendang Kec Percut Sei Tuan.

Hal ini dikeluhkan oleh korban dan keluarga katanya, kami sangat kecewa atas jawaban penyidik Polsek Medan Timur M. Nainggolan ketika kami datang dan mempertanyakan kenapa tidak dilakukan penahanan terhadap pelaku.

"Tak segampang itu, Polisi melakukan penahanan terhadap pelaku sebab Polisi itu bukan kewajiban untuk menahan setiap orang. Perlu diketahui bahwa Polisi bukan pemuas korban, Intinya perkara ini masih dalam proses," jelas Ida Ati Gohae menirukan ucapan penyidik dan diamini suaminya kepada wartawan Selasa (17/10/2017) pukul 15:00 Wib.

Anehnya kata penyidik kepada korban, Ibu jangan berharap Polisi melakukan penahanan yang penting kasus ini sudah diproses dan terhadap pelaku sudah dikenakan wajib lapor.

" Lalu saya bilang kepada penyidik, pelaku itu terlalu arogan pasalnya begitu ketemu dia selalu mengejek dengan menuturkan saya tidak takut kepada Polisi yang penting ada uang, Tidak cukup hanya disitu saya juga dibilang gila. Lalu oleh juru periksa (Juper) mengatakan saya tidak ada terima uangnya dan dia mengatakan demikian haknya ," tutur korban didepan Mako Polrestabes Medan.

Suami korban berang, karena penyidik Polsek Medan Timur tidak melakukan penahanan terhadap CH selaku terlapor.

" Saya dengar kepada yang tahu hukum bahwa permasalahan ini murni tindak pidana murni, bukan delik aduan. Dua orang saksi sudah diperiksa, Visum ada dan Laporan Pengaduan Ada, lantas apalagi yang kurang apakah hukum rimba yang berlaku atau yang punya uang, Seharusnya mereka penyidik lebih memahami keadaan psikologis kami selaku teraniaya dan pelaku itu tetangga kami pula." kata Suami korban mengaku bernama ama Sartika.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Bugner F Pasaribu, SIK melalui WhatsApp ke nomor handphone 08211027XXXX terkait adanya kasus penganiayaan dan pelakunya tidak ditahan Polsek Medan Timur, ada tanda centeng pertanda sudah dibaca namun tidak dibalas.

" Selamat sore pak Kapolsek ijin konfirmasi terkait pelaku penganiayaan tidak ditahan oleh Juper Polsek Medan Timur sementara korban alami luka serius di bagian kepala, STTLP/873//IX/2017/Restabes Medan/Sek.Medan Timur. Korban atas nama Ida Ati Gohae (45) warga jalan PWI Gg Keadilan No.58 A Lau Dendang Kec Percut Sei Tuan."demikian isi dikirim ke WhatsApp namun hingga berita ini naik tidak berbalas.

Masih kata korban, Korban bersama putrinya berbelanja daging babi di jalan Riau Sambu, Jum'at (15/09/2107) untuk kelengkapan dagangan jual Mie. Lalu oleh putri korban berjalan hendak melihat lihat daging yang segar. Lalu entah kenapa tanpa sebab akibat oleh inisial CH mengejek putri korban dengan mengatakan kau cari cari – cari cowok ya. Lalu Putrinya membalas dengan menuturkan saya tidak gila cowok.

" Aku ngak ganggu kamu, Hari ini kamu ejek saya,ada apa denganmu, Kok setiap ketemu saya dan mama saya kamu ejek selalu kau bilang mamaku gila apanya maksudmu,"jelas Ida Ati Gohae menirukan ucapan anaknya.

Melihat adanya keributan, Ida Ati memanggil anaknya, Sambil berkata ada apa nak. Tetapi bukan putri korban yang menjawab, Malah CH yang menjawab dengan mengatakan " Ibu kamu itu gila,sama seperti kau. Lalu korban tidak terima ucapan pelaku dan berdiri, Lalu CH mengambil tulang Babi yang dibelinya dan dengan sekuat tenaga melemparkan kearah korban mengenai kepala diatas alis dan luka sobek. Dalam peristiwa itu disaksikan oleh namanya Siani dan beberapa pedagang dan pengunjung melihat kejadian pada saat itu. (Red)