Info Lowongan Kerja :
Home » » Biadab ! Ayah Tega Bunuh Bayinya Sendiri

Biadab ! Ayah Tega Bunuh Bayinya Sendiri

Written By deteksi nusantara on Selasa, 21 November 2017 | Selasa, November 21, 2017

Medan Deli, DeteksiNusantara.com - Ratusan warga Jl Kayu Putih tepatnya di Rumah Susun (Rusunawa) dikejutkan dengan meninggalnya Balita laki-laki berusia 2 tahun 2 bulan , pada Senin (20/11/2017) sekitar pukul 12:30 wib.

Pelaku pembunuhan, kuat dugaan dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri bernama Safitri (43) warga yang tinggal dirumah susun Jl Kayu Putih, Lantai 5 Blok B.507, beralamat KTP di Lingkungan 8 Kel Besar, Kec. Medan Labuhan.

Prihal tersebut diketahui  anak keduanya yang menyebutkan adiknya meninggal karena dibekap ayahnya dengan cara ditutup mulutnya menggunakan tangan disaat ia menangis dalam ayunan, seketika itu juga adiknya tidak bisa  bernafas dan meninggal dunia.

Pada pukul 17:00 korban langsung dikebumikan di pemakama Tanjung Gusta Medan diiringi 3 orang tetangganya karena yang lain merasa curiga atas kematian anaknya, sementara sebelumnya korban dalam keadaaan sehat.

Menurut pengakuan ibu kadung korban saat diwawancara wartawan di Musholla Rusunawa lantai satu, Heni (ibu kandung korban) saat diwawancarai awak Media di Musholla Rusunawa Lantai 1 mengatakan, membenarkan penyebab kematian anaknya dikarenakan perbuatan suaminya bernama Safitri.

"Dia memang sudah sering berbuat seperti itu dan memarahi anaknya dengan ucapan 'mati saja kau disitu', karena dia tidak pernah menyayangi anaknya, entah mengapa tiba-tiba anak saya tidak bisa bernafas di ayunan, entah diapain sama dia", ucap Heni sambil meneteskan air mata.

Ibu kadung korban berharap agar perbuatan yang dilakukan Safitri terhadap anaknya dapat diproses dan dihukum seberat - beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Sebaiknya dia dihukum yang seberat-beratnya, saya pun sudah benci melihatnya dan tidak mau melihat wajahnya lagi", tegas Heni

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh Safitri akhirnya pelaku diamankan Kepolisian Polres Pelabuhan Belawan untuk diminta mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. (Indra Hsb)