Info Lowongan Kerja :
Home » » Pelaku Pengrusakan Fasilitas Negara Ditangkap Polisi

Pelaku Pengrusakan Fasilitas Negara Ditangkap Polisi

Written By deteksi nusantara on Minggu, 24 Desember 2017 | Minggu, Desember 24, 2017

Medan, DeteksiNusantara.com – Pelaku pengrusakan barang milik negara pada gedung kanwil DJP Sumut I jalan Suka mulia no 17 A kelurahan Aur kecamatan Medan polonia dengan cara melempari diding kaca bagian depan dengan batu kerikil di lantai 1 oleh seorang pria bernama Roni Dewadas Krisna (28) warga jalan mangkubumi gang Abadi kelurahan Aur kecamatan Medan Maimun, Selasa 19 Desember 2017 jam 4:30 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto,SH,SIK,M.Si pada keterangan persnya di Mako Polrestabes Medan,Sabtu (23/12/2017) mengatakan bahwa pelaku melakukan pelemparan karena emosi setelah bertengkar dengan temanya lalu ia pergi ke jalan Suka Mulia tepatnya didepan kantor pajak ia mengambil batu dan melemparkanya pada steling kaca tempat pedagang mie Aceh dan tak hanya itu ia kembali melemparkan batu untuk kedua kalinya tapi kali ini mengarah ke kantor pajak dan mengenai kaca kantor kata Dadang.

Kronologisnya, Kejadian bermula pada saat Suroso ( saksi ) yang bertugas sebagai danru jaga gedung kanwil djp Sumut I pada malam itu. Kemudian pada jam 4:30 WIB terdengar suara kributan di depan kantor lalu pagi harinya 20 Desember 2017 jam 9:00 WIB kabag umum kanwil djp Sumut I atas nama Vivi Rosvika,SE,AK membuat laporan polisi dengan nomor LP/250/XII /2017/SPKT Restabes Medan.

Usai mendapat laporan pada hari itu juga pada jam 10:00 WIB unit reskrim Polsek Medan Kota datang ke lokasi untuk memeriksa TKP dan selanjutnya pada jam 10:30 Wib team labfor datang untuk olah tkp.

Tepat jam 11:30 WIB diketahui pelaku pelemparan yang bernama Roni dewadas krisna. Tak butuh waktu lama hanya 2 jam saja dari olah TKP polisi dapat menangkap pelaku.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian materil di perkirakan mencapai 300 ribu rupiah.

Pelaku di kenakan pasal 406 KUHpidana dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku kini harus mendekam di sel tahanan.(Indra).