Info Lowongan Kerja :
Home » » Rumah Sakit Harus Beri Pencerahan Psikologi Bagi Perawat Sesuai UU RI No. 23 tahun 1992 

Rumah Sakit Harus Beri Pencerahan Psikologi Bagi Perawat Sesuai UU RI No. 23 tahun 1992 

Written By deteksi nusantara on Sabtu, 16 Desember 2017 | Sabtu, Desember 16, 2017

DeteksiNusantara.com - Gedung dan peralatan medis yang mewah dan hebat  tidak identik dengan jaminan kebaikan dan kehebatan rumah sakit terhadap pasien. Pasien selain sakit badan atau organ tubuh, tidak Main bentak-bentak terhadap pendamping atau keluarga pasien sebab dalam pengamatan Kabid Infokom Perempuan LIRA Sumut Nurlince Hutabarat berharap agar para medis dan perawat diberikan pencerahan dan mampu melakukan tugas  yang benar-benar memahami kebutuhan yang pasien sesuai  rasa kemanusiaan memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimiliki diperoleh melalui pendidikan keperawatan. perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan keperawatan yang memenuhi syarat serta berwenang di negeri bersangkutan untuk memberikan pelayanan keperawatan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan kesehatan, pencegahan penyakit dan pelayanan penderita sakit.


Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1239/MenKes/SK/XI/2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat, pada pasal 1 ayat 1 yang berbunyi  "Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku" mempunyai tanggungjawab sebagai perawat manakala yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikan perawat baik diluar maupun didalam negeri yang biasanya dibuktikan dengan ijazah atau surat tanda tamat belajar artinya perawat bukan dari keahlian turun temurun, melainkan dengan melalui jenjang pendidikan perawat.


Peran Perawat merupakan tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai dengan kedudukan dalam sistem, dimana dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari profesi perawat maupun dari luar profesi keperawatan yang bersifat konstan.

Pemberi Phisikologi Kesabaran dan Agresif

Memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan  melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan, dari yang sederhana sampai dengan kompleks

Menginterprestasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien- mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien. membantu klien dalam meningkatkan tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan melalui koordinator dapat mengarahkan, merencanakan serta mengorganisasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien 

Peran kolaborator dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan lain-lain berupaya mengidentifikasi pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam penentuan bentuk pelayanan 

Konsultasi terhadap masalah atau tindakan keperawatan yang tepat untuk diberikan.  Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan. Mengadakan perencanaan, kerja sama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian pelayanan keperawatan

Tindakan Peawat memerlukan perintah dokter 

Fungsi merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi tersebut dapat berubah disesuaikan dengan keadaan yang ada. Tindakan perawat tidak memerlukan perintah dokter.

Tindakan perawat bersifat mandiri, berdasarkan pada ilmu keperawatan. Perawat bertanggung jawab terhadap akibat yang timbul dari tindakan yang diambilContoh: melakukan pengkajian Perawat membantu dokter memberikan pelayanan pengobatan dan tindakan khusus yang menjadi wewenang dokter dan seharusnya dilakukan dokter, seperti pemasangan infus, pemberian obat, dan melakukan suntikan. 

Oleh karena itu, setiap kegagalan tindakan medis menjadi tanggung jawab dokter Tindakan perawat berdasar pada kerja sama dengan tim perawatan atau tim kesehatan untuk menangani pasien seorang  

Menyampaikan perhatian dan rasa hormat pada klien (sincere intereset) Bila perawat terpaksa menunda pelayanan, maka perawat bersedia memberikan penjelasan dengan ramah kepada kliennya (explanantion about the delay).

Menunjukan kepada klien sikap menghargai (respect) yang ditunjukkan dengan perilaku perawat. Misalnya mengucapkan salam, tersenyum, membungkuk, bersalaman dsb.Berbicara dengan klien yang berorientasi pada perasaan klien (subjects the patiens desires) bukan pada kepentingan atau keinginan perawat Tidak mendiskusikan klien lain di depan pasien dengan maksud menghina (derogatory). 

Menerima sikap kritis klien dan mencoba memahami klien dalam sudut pandang klien (see the patient point of view).

Tanggung jawab (Responsibility) perawat dapat diidentifikasi sebagai berikut : Responsibility to God (tanggung jawab utama terhadap Tuhannya) Responsibility to Client and Society (Tanggung jawab terhadap klien dan masyarakat) Responsibility to Colleague and Supervisor (tanggung jawab terhadap rekan sejawat dan atasan. (Nurlince Hutabarat)