Binjai

HEADLINE NEWS

Pewarta Polrestabes Medan Berikan Tali Asih dan Bantuan Uang Duka kepada Istri Almarhum Surya Irwandi

By On 5/18/2024


Medan- DeteksiNusantara.Com. Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada sesama wartawan yang tengah ditimpa duka, keluarga besar Persatuan Wartawan Polrestabes Medan (Pewarta Polrestabes Medan) memberikan bantuan tali asih dan uang duka kepada istri Almarhum Surya Irwandi Hasibuan (50).


Santuanan dan talinasih diberikan secara langsung oleh Ketua Pewarta, Chairum Lubis, SH diwakili para anggota, Arvin Nasution, Indra Hasibuan, dan Wahidin alias Badai kepada istri almarhum, di kediamannya Jalan Pancasila, Gang Teratai Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Se Tuan, Deli Serdang, Sabtu (18/5/2024).


Pada kesempatan itu, teman-teman almarhum yang berhadir memberikan semangat dan motivasi kepada istri almarhum untuk tetap semangat dalam melanjutkan hidup sepeninggal almarhum. "Meski telah ditinggal pergi almarhum, semoga ibu tetap tabah dan kuat membesarkan buah hati dari almarhum. Kami keluarga besar Pewarta Polrestabes Medan tetap menganggap keluarga di sini sebagai teman Pewarta," kata Arvin diamini anggota pewarta lainnya.


Disamping itu, kata dia, almarhum merupakan sosok wartawan yang aktif membaur kepada seluruh teman-teman di Pewarta Polrestabes Medan maupun wartawan lainnya. "Untuk itu, jika ada yang ingin disampaikan dan keperluan yang sekiranya bisa dibantu, jangan sungkan untuk menghubungi teman-teman almarhum," tandasnya.


Pria yang akrab disapa Ari ini juga menyampaikan kiranya keluarga besar almarhum turut juga mendoakan Ketua Pewarta Polrestabes Medan yang kini dalam tahap pemulihan dari sakit. "Doakan juga kita semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT," tandasnya.


Sementara itu, istri almarhum, Marlina yang telah menyambut baik kedatangan Pewarta Polrestabes Medan mengaku sangat terharu dan terus mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kepedulian kepadanya meski sang suami telah pergi dipanggil sang Khalik.


"Terimakasih kepada keluarga besar Pewarta Polrestabes Medan dan teman-teman wartawan yang masih peduli. Saya juga memohon maaf mewakili almarhum suami jika terdapat salah dan khilaf," ungkapnya dengan haru.


Tak lupa istri almarhum juga juga mendoakan Ketua Pewarta Polrestabes Medan agar cepat sembuh dari sakit dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.


Sebelum berpamitan, keluarga besar Pewarta dan istri almarhum mendokumentasikan dengan foto bersama. (Indra Hasibuan)

Dewi Themis Andi S.Kom,SH,MH Kuasa Hukum Bripka BS Bantah Keras Atas Tudingan KDRT Terhadap DM

By On 5/17/2024

Poto: Kuasa Hukum Dewi Themis Andi S.Kom,SH,MH Saat Komfrensi Pers

MEDAN- DeteksiNusantara.Com. Bertempat di Kantor Law Office Dewi Themis Andi S.kom.,SH., MM., selaku kuasa hukum dari pada Bripka (BS) didampingi 4 orang saksi, membantah tudingan vidio yang beredar di media sosial terkait KDRT yang di tuduhkan kepada kliennya Bripka(BS) oleh (DM) selaku istrinya. Medan,rabu(15/5/24)

Saksi 1 Asisten rumah tangga inisial (NA) memberikan keterangan "Saya sebagai asisten rumah tangga bertugas memasak dan menyiapkan makan untuk Bapak juga untuk anak-anak sekaligus menjaga anak-anak. 

Lanjutnya,"Pada tanggal 8 Februari 2024, bapak menjemput  anak ke -1  dari les privat,  melihat hasil tulisan anaknya jelek dan berbeda dengan temannya, Sesampainya di rumah Bripka (BS) bertanya kepada istrinya (DM) apa tidak diajari Menulis pakai buku halus kasar, (DM) istrinya  menjawab ada, tapi setelah dicari di kamar dalam rak tidak di temukan, Disitulah terjadi cekcok ribut mulut bapak sama ibu, Ibu cakap kotor ke bapak, dan berusaha mencakar dan di dorong oleh bapak pakai sebelah tangan karena tangan satunya menggendong anaknya yang nomor 3, akhirnya jari bapak digigit sampai berdarah-darah dan ibu mengancam pakai pisau, Setelah itu bapak membawa anaknya yang balita keluar kamar, "jelasnya.

Saksi 2 Asisten rumah tangga inisial (DS) mengatakan, saya bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah, saya mengurusi rumah dan menyiapkan makan bapak dan anak-anak, baik sarapan dan makannya, Saya sebagai saksi rekaman CCTV yang beredar di media sosial terkait kekerasan dalam rumah tangga. Saya menyatakan itu tidak benar dan tidak ada. Berawal dari pagi hari bapak selesai mandi, Bapak menanyakan celananya kepada ibu,  selanjutnya ibu menanyakan kepada saya, mbak mana celana bapak, saya jawab ada di lemari dan kamipun masuk ke kamar. Saya mencari dalam lemari dan ibu pergi keluar ke ruang TV duduk di sofa. Selanjutnya bapak mencari celananya kekamar dan  tidak ditemukan lalu bapak keluar, lalu bapak bilang ke ibu  bukannya bantu cari malah duduk disitu, selanjutnya bapak becakap istri macam apalah itu tidak bisa mengurus suami, sambil berlalu kembali kekamarnya,  lalu ibu menjawab dengan kata-kata kotor, an**ng, b**i, bi***ang, lalu bapak keluar dari kamar, ngomong apa kamu Mak Nayla? Mungkin bapak terbawa emosi mendekati ibu sembari melempar pengupas Kuaci, saya ketahui bahwa pengupas Kuaci itu terbuat dari bahan  plastik,  tapi emosi ibu semakin memuncak dan berusaha mencakar bapak, sambil mengucap kata-kata kotor, bapakpun mendorong ibu untuk duduk, ibu terus berusaha mencakar bapak, itu terjadi sampai tiga kali, saya pun mencoba untuk menenangkan mereka sudah lah bu, sudah lah pak, ucap saya.

" Sayapun  pernah di tuduh mencuri oleh ibu (DM) sampai saya bersumpah demi Allah demi anak-anak saya, saya tidak pernah lakukan apa yang dituduhkan kepada saya, saya sedih dituduh seperti itu. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Saat itu gaji saya ditahan,  saya suruh adek saya  untuk mengambil gaji saya, namun dari sore hingga habis magrib ibu (DM) tidak merespon, saya mencoba hubungi baby sister tapi tidak aktif lagi handphonenya, setelah saya hubungi melalui chat Whatsapp kepada ibu bahwa adek saya menunggu sampai kehujanan barulah uang gaji saya diberikan," tandasnya.

Saksi 3 inisial (JL) selaku supir keluarga tersebut menyampaikan,"Awal saya bekerja disitu dengan Pak (BS) saya  bertugas mengantarkan ibu ke mall,antar jemput anak sekolah dan les, pada awal kerja saya  disampaikan oleh bapak  makan di rumah saya saja, tapi pada kenyataannya saya makan bawa bontot, Kadang beli bungkus, sebab saya di larang makan dirumah bapak (BS) oleh ibu (DM), Saya merasa diperlakukan tidak adil, padahal  selalu di pantau sama bapak, dan ditanya sama bapak sudah makan,? Saya jawab sudah pak walau saya berbohong sama bapak, Itu saya lakukan agar tidak terjadi salah paham  antara bapak sama ibu. Selama saya bekerja pada keluarga tersebut, saya melihat bapak sama ibu baik-baik saja, saya tidak pernah melihat bapak sama ibu bertengkar,"Ucapnya.

Saksi 4 inisial (NS) asisten rumah tangga, mengatakan, "Saya  mencabut keterangan saksi terhadap ibu (DM) saya pada saat memberikan kesaksian di bawah tekanan ibu (DM) dan disuruh mengatakan yang tidak benar, Saya di iming-imingi  imbalan uang 1.200.000,- Tetapi sampai saat ini saya tidak ada menerima uang yang dijanjikan oleh ibu (DM). Terlebih saya merasa keberatan dan tidak terima mamak saya di maki-maki Oleh ibu (DM) melalui telepon, dengan dasar itu maka saya cabut kesaksian saya,"Tandasnya.

Andi S.Kom.,SH, MM., Selaku Penasehat Hukum Bripka (BS) berdasarkan "Keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada, Sehingga jangan kita membuat sebuah statemen yang menyudutkan hanya dari satu sisi, dan tentunya dari kuasa hukum akan membuka bukti dan fakta-fakta yang ada dan kita berharap penyidik Polrestabes Medan dapat bersikap profesional dangan bukti yang ada ini, Saya rasa penyidikan harus dihentikan karena tidak bisa dibuktikan adanya kekerasan fisik maupun psikis terhadap pelapor oleh klien saya,"ucapnya.(indra Hasibuan)

Poltak Silitonga SH Meminta, " Segera Polrestabes Medan Tangkap Komplotan Kamiso Masih Bebas Berkeliaran

By On 5/16/2024


MEDAN - DeteksiNusantara.Com. Puluhan warga Kampung Kompak, Jalan H Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang bersama kuasa hukumnya Poltak Silitonga SH.  kembali geruduk Polrestabes Medan, Kamis (16/5/2024) siang.

Kedatangan Poltak Silitonga SH.  bersama warga Kampung Kompak diterima langsung oleh penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan AKP Zikri Muamar.



"Kedatangan saya bersama warga Kampung Kompak (klien) diterima langsung oleh penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan. Dalam pertemuan itu saya menanyakan tindaklanjut perkara tindak pidana penyerangan/pembacokan terhadap klien saya yang diketahui pelakunya sekitar 50 orang yang ditangkap masih 3 orang dan pelaku lainnya masih bebas berkeliaran serta melakukan penutupan jalan dan masih meneror warga Kampung Kompak," ucap Poltak Silitonga SH. kepada awak media, Kamis (16/5/2024).

"Kita sangat percaya pihak Polrestabes Medan akan mengatensikan perkara ini untuk segera menangkap pelaku lainnnya. Guna mendapatkan keadilan hukum yang pasti terhadap klien saya. Dan saya juga mengucapkan terimakasih kepada penyidik dan Wakasat Reskrim Polrestabes Medan yang sudah menerima kedatangan kami dan melayani dengan baik," sambungnya.

Lanjut dikatakan Poltak Silitonga SH.bahwa perkara ini akan terus diawasi dan dikawal serta mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman/mafia yang sangat meresahkan di kota Medan ini.

"Perkara ini akan saya awasi dan kawal hingga warga Kampung Kompak mendapatkan keadilan hukum. Karena saat ini warga Kampung Kompak sangat terancam dan diteror habis oleh preman-preman/mafia. Dan saya mendukung pihak Polrestabes Medan untuk memberantas preman-preman/mafia yang meresahkan masyarakat," tandasnya.

Hal senada, Rahman Tua Nasution (korban pembacokan) mewakili warga Kampung Kompak juga berharap pihak Polrestabes Medan segera menangkap semua pelaku itu, yang diketahui para pelaku masih berkeliaran serta meneror warga Kampung Kompak.

"Harapan saya, pihak Polrestabes Medan segera menangkap komplotan Kamiso yang menyerang saya. Karena, para pelaku masih bebas berkeliaran dan meneror kami dengan senjata tajam. Supaya kami warga Kampung Kompak merasa nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari," ujar Rahman Tua Nasution. (Indra Hasibuan)

Poltak Silitonga SH Minta Polisi Segera Tangkap Komplotan Kamiso

By On 5/16/2024


MEDAN- DeteksiNusantara.Com. Poltak Silitonga, SH bersama Rahman Tua Nasution (Korban pembacokan) serta puluhan warga Kampung Kompak, Jalan H Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang kembali geruduk Mako Polsek Medan Tembung, Rabu (15/5/2024) Sore hari.

Poltak Silitonga, SH mengatakan kedatangannya bersama warga Kampung Kompak ke Polsek Medan Tembung untuk mendampingi Rahman Tua Nasution (Korban pembacokan) dalam memberikan keterangan ke Penyidik Polsek Medan Tembung terkait pembacokan yang terjadi seminggu yang lalu di Jalan H Anif, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

"Kedatangan saya kesini (Polsek Medan Tembung) untuk mendampingi klien saya yang dibacok oleh preman/mafia dalam memberikan keterangan ke Penyidik Polsek Medan Tembung. Yang mana pembacokan tersebut dilakukan oleh Kamiso (preman/mafia)," kata Poltak Silitonga SH kepada wartawan, Rabu (15/5/2024) malam. 

Ia berharap pihak kepolisian segera menangkap semua pelaku (mafia) yang menyerang warga Kampung Kompak serta puluhan preman yang meneror dengan menggunakan senjata tajam terhadap Rahman Tua Nasution dan warga Kampung Kompak. Yang mana tindakan kriminal yang dilakukan oleh Kamiso (pelaku) terhadap Rahman Tua Nasution nyaris tewas.

"Saya berharap pimpinan Kamiso juga segera ditangkap, serta kurang lebih 50 orang preman lainnya yang meneror dan melakukan pengeroyokan terhadap warga segera ditangkap," pungkasnya. 

Selain itu juga Poltak Silitonga SH bersama Warga Kampung Kompak tujuannya datang ke Polsek Medan Tembung dalam rangka buat LP terkait adanya pemasangan gerbang dan Plang dengan tulisan dilarang masuk sesuai dengan apabila melanggar dikenakan Pasal UU KUHP 551.(indra Hasibuan)

Polsek Hamparan Perak Ciduk Pengedar Narkotika Jenis Sabu-sabu

By On 5/14/2024


Hamparan Perak- DeteksiNusantara.Ccom. Polsek Hamparan Perak berhasil mengamankan seorang pria pelaku tindak pidana Narkotika jenis Sabu-sabu di Dusun I Setia Makmur Dalam, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Senin (13/5/2024) sekira pukul 22.00 WIB.

Pelaku yang diamankan itu, bernama Turiono (42) warga Dusun I Setia Makmur Dalam, Desa Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Kapolsek Hamparan Perak AKP Mualimin, SH melalui PLT Kanit Reskrim Ipda Bobbi Hendra mengatakan, pelaku ditangkap atas informasi dari masyarakat yang diduga pengedar Narkotika jenis Sabu-shabu.

"Pelaku kita amankan tepat berada dirumahnya beserta barang bukti. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan  barang yang diduga Sabu-sabu terletak diatas meja didalam kotak berwarna hitam," ucap Ipda Bobbi Hendra kepada wartawan, Selasa (14/5/2024).

Adapun barang bukti yang diamankan berupa, 3 buah plastik besar yang berisikan sisa Sabu-sabu, 9 buah plastik klip kecil berisi Sabu-sabu, 1 buah pin kaca, 1 buah Handphone merk Realme, 1 buah timbangan elektrik, 2 buah mancis dan 20 plastik klip kosong.

Lanjut dijelaskan PLT Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Ipda Bobbi Hendra terhadap pelaku (Turiono) saat dilakukan interogasi mengakui bahwa Sabu-sabu tersebut miliknya.

"Saat kita lakukan interogasi terkait barang bukti itu, pelaku mengakui bahwa Sabu-sabu tersebut miliknya," pungkasnya.

Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti diboyong di Mako Polsek Hamparan Perak guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. (Indra Hasibuan)

Polsek Patumbak Ciduk Pengedar Sabu di Gang Besi

By On 5/12/2024


Medan - DeteksiNusantara.Com. Unit Reskrim Polsek Patumbak pada Polrestabes Medan, berhasil menciduk seorang pria pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Pertahanan, Gang Besi, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/5/2024).

Pengedar sabu itu adalah Mustafa (33) warga Jalan Pertahanan, Gang Besi, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Penangkapan pelaku dibenarkan Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Jikri Sinurat SH MH, dalam siaran persnya kepada wartawan, Minggu (12/5/2024).

"Pelaku diamankan dalam rangka Ops Antik Toba 2024 berikut barang buktinya tiga plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu, uang hasil penjualan sabu Rp100.000, dan bungkus rokok merk Helium sebagai tempat sabu," kata Iptu Jikri.

Dijelaskan Iptu Jikri, Unit Reskrim Polsek Patumbak yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Jikri Sinurat SH MH, bersama Panit Reskrim, Iptu M Yusuf Dabutar SH MH dan Panit 2, Ipda Ellis MM Sitorus SH MH, menerima informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Pertahanan Gang Besi itu, sering dijadikan tempat untuk bertransaksi narkotika jenis sabu.

Selanjutnya, sambung Jikri, team langsung menuju TKP dan melakukan penyamaran (undercover), dimana petugas melakukan pembelian narkotika jenis sabu seharga Rp90.000.

Setelah terjadi transaksi dengan pelaku yang memberikan sabu, Team langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Dari keterangan pelaku mengatakan bahwa dia bekerja dari Doni dan menerima sabu sebanyak 1/2 jie yang kemudian dijual kembali," ungkap Jikri.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti  diamankan dan diboyong ke Komando guna proses hukum selanjutnya.

"Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 112 ayat (1) subsidair Pasal 114 UU Narkotika Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tandas Iptu Jikri. (Indra Hasibuan)

Polsek Patumbak Amankan Pengedar Sabu di Warung Pak Kulit

By On 5/12/2024


Medan - DeteksiNusantara.Com. Unit Reskrim Polsek Patumbak, berhasil mengamankan seorang pria pengedar narkotika jenis sabu-sabu, Minggu (12/5/2024).

Fandi Ahmad (35) penduduk Desa Talun Kenas, diamankan saat polisi melakukan penindakan lokasi judi di warung Pak Kulit yang viral di media sosial, di Jalan Pertahanan, Dusun 2 Pasar VII, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Penindakan lokasi judi dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Jikri Sinurat SH MH bersama Panit I Iptu MY Dabutar SH MH dan Panit II Ipda Ellys Sitorus SH MH serta Team Tekab Unit Reskrim Polsek Patumbak.

Di warung Pak Kulit dilakukan pemeriksaan di dalam dan luar warung, namun tidak ada ditemukan kegiatan perjudian jenis ketangkasan mesin tembak ikan. 

"Namun, saat Team memeriksa ke bagian belakang warung berhasil mengamankan Fandi Ahmad yang kedapatkan sedang mengantongi sabu-sabu siap edar sebanyak dua paket serta hasil penjualan sabu Rp70.000," kata Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Jikri.

Dijelaskan Iptu Jikri, pihaknya sudah melakukan penindakan diduga lokasi judi ketangkasan mesin tembak ikan dan juga judi jenis togel di lokasi. 

"Namun tidak ada kita temukan kegiatan perjudian di lokasi dan kita ada keberhasilan mengamankan satu orang pengedar narkotika jenis sabu," terang Iptu Jikri.

Lanjut kata Jikri, pihaknya sudah diamankan dan di boyong ke Polsek Patumbak, guna proses selanjutnya.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) subsidair Pasal 112 ayat (1) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," tandas Iptu Jikri Sinurat SH MH. (Indra Hasibuan)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *