Binjai

HEADLINE NEWS

4 Akun Dilaporkan ke Polrestabes Medan Lantaran Cemarkan Nama Baik Di Media Sosial (Medsos )

By On 11/05/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~.  - Ayup (40) warga Jalan KL Yos Sudarso Medan melaporkan dugaan kasus pencemaran nama baik ke Polrestabes Medan yang terjadi pada Minggu 1 November 2026 sekira pukul 08.00 Wib di media sosial (medsos) Facebook, Tiktok dan Instagram.

Atas postingan itu, empat akun medsos yang dilaporkan yakni, my_nameis lia, @beritasumut.86 dan akun Facebook beritasumut.86 serta aku Facebook Pincess jasmine.

Laporan tersebut tertuang di nomor polisi : LP/B/4846/XI/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara tanggal 4 November 2026.


Ayup menjelaskan, berawal pihaknya dituding menabrak (serempet) mobil terlapor yang terjadi di seputaran Jalan Setiabudi Medan pada hari Rabu 28 Oktober 2026 malam.

"Awalnya kami dituding menyerempet mobilnya (terlapor). Di lokasi kejadian sempat terjadi keributan. Yang mana kami dipojokkan menyerempet mobilnya, setelah dibuka rekaman video CCTV jelas mereka yang menabrak mobil kami," ungkap Ayub kepada wartawan usai membuat laporan di Mapolrestabes Medan, Rabu (4/11/2026) malam.

Awalnya korban mengira kejadian tersebut hanyalah persoalan sepele, namun pada kenyataannya pihak terlapor malah memfitnah korban dengan postingan di media sosial yang menyebutnya sebagai penipu.

"Awalnya kami mengira ini hanya masalah sepele. Pada kenyataannya pihak terlapor malah memfitnah kami dengan sebutan penipu di medsos. Atas postingan itu nama baik kami sangat dicemarkan dan kami sangat dirugikan," tegasnya.

Korban berharap dengan adanya laporan tersebut, pemilik akun medsos (terlapor) segera ditangkap dan di proses secara hukum yang berlaku.

"Kami berharap pemilik akun medsos tersebut segera ditangkap dan di proses secara hukum supaya tidak ada lagi yang menjadi korban," harapnya mengakhiri.

Sementara itu, pemilik akun saat dihubungi awak media ke nomor WhatsApp 601112303*** terkait dilaporkan ke Polrestabes Medan mengenai pencemaran nama baik di medsos, mengatakan sudah sesuai perjanjian apabila persoalan selesai semua postingan akan di hapus. 

"Begini ceritanya bang orang itu menyerempet mobil kami, udah gitu dia orang katanya mau tanggung jawab. Nyatanya orang itu lepas tangan, hilang terus. Terkait postingan di medsos itu kita sudah berjanji sama dia orang. Kan kita sudah bilang, dia perempuan itu bilang begini kalau sudah selesai semua postingan di hapus, ok kami bilang. Tapi sampai sekarang tidak ada titik temunya bang. Sekarang masalah kita itu sama supirnya, sebab supirnya yang tau. Karena supirnya yang bawa mobil bukan dia orang yang bawa mobil. Semalam supirnya sudah nelpon kita, katanya hari ini mau datang jam sepuluh mau datang ke bengkel memperbaiki mobil kami. Tapi sampai sekarang belum ada kabar sama sekali," jelas pemilik akun tersebut menjawab konfirmasi awak media, Kamis (5/11/2026).


(Red).

SatresNarkoba Polrestabes Medan Sergap  Bandar Sabu Spesialis Pengendali di Kawasan Paya Geli, Kecamatan Sunggal

By On 11/05/2026



MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~. Peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Medan-Binjai, tepatnya Jalan Masjid, Gang Buntu III, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten .Deli Serdang, kembali dibongkar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Dalam pengungkapan tersebut, Tim 1 Unit I Satresnarkoba Polrestabes Medan mengamankan seorang pria berinisial HP (40) yang diduga sebagai pengedar sabu.

Penindakan dilakukan pada, Jumat (28/10/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebut lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkotika.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan bergerak ke lokasi, untuk kemudian meringkus pelaku yang saat itu diduga hendak melakukan transaksi narkoba.

“Pelaku kami ringkus saat akan melakukan transaksi, ada 5 paket sabu yang kami sita, dan sejumlah baran bukti lain termasuk sejumlah uang diduga hasil penjualan narkoba,” ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Kamis (5/11/2026) pagi.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial IP, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Pelaku, juga mengaku telah menjalankan aktivitas jual beli sabu tersebut selama kurang lebih satu bulan dengan keuntungan sekitar Rp.50 ribu untuk setiap gramnya.

“Pelaku ini baru satu bulan menjadi pengedar sabu, yang bersangkutan mendapat keuntungan Rp.50 ribu untuk setiap gram sabu yang terjual. Kami masih mengejar pemasoknya, kami pastikan jaringan pelaku ini akan kami ungkap, untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kawasan Paya Geli,” tambah Rafli. 


(Red).




Pengacara Kondang  Dr. Darmawan Yusuf  Angkat Bicara ," Tak Ada Yang Kebal Hukum,  Tersangka Penyerangan PT Belawan Indah DiJebloskan Kepenjara.

By On 11/05/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~.  Aksi penyerangan, penganiayaan, dan perusakan di kawasan PT Belawan Indah (PT BI), Belawan, Medan, yang sempat viral dan menggemparkan masyarakat, kini memasuki babak baru. Polsek Belawan telah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan pada Rabu, (4/11/2026).

Perkembangan signifikan tersebut menjadi hasil penting dari proses hukum yang secara konsisten dikawal Pengacara kondang Dr. Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.H., M.Pd., Pimpinan Law Firm DYA – Dr. Darmawan Yusuf & Associates,  selaku kuasa hukum PT Belawan Indah.

Sosok Pengacara yang terkenal berpengalaman menangani berbagai perkara besar di Indonesia, Darmawan yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat cumlaude, menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh tunduk terhadap kekuasaan maupun intimidasi.

"Sejak awal sudah berulang kali saya tegaskan, siapa pun yang terbukti terlibat akan kami kejar pertanggungjawaban hukumnya! Hari ini tersangka telah ditahan. Peristiwa yang sempat menggemparkan masyarakat ini menunjukkan perkembangan hukum yang nyata. Tidak ada yang kebal hukum!,"  tegas Dr Darmawan Yusuf, Pengacara ternama dimintai wartawan pernyataannya. Kamis (5/11/2026).


APRESIASI KAPOLSEK BELAWAN AKP BANOR LIMBONG, S.H.: WUJUD NYATA PEMBERANTASAN PREMANISME!


Dr. Darmawan Yusuf tak lupa memberikan apresiasi khusus kepada Kapolsek Belawan AKP Banor Limbong, S.H., beserta seluruh jajaran Polsek Belawan atas ketegasan dan profesionalisme dalam menangani perkara tersebut.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolsek Belawan Bapak Banor Limbong, S.H., beserta jajaran. Ini merupakan contoh nyata implementasi program prioritas Kapolri dalam pemberantasan premanisme. Polisi telah menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat!"  ujarnya.

Menurut Darmawan, dugaan aksi kekerasan oleh kelompok yang disebut sebagai preman suruhan harus ditangani secara serius agar tidak mengganggu keamanan masyarakat maupun kepastian hukum dunia usaha.

"Indonesia adalah negara hukum, bukan negara preman! Tidak boleh ada kelompok yang merasa mampu merajai suatu wilayah dengan kekerasan dan intimidasi. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus ditindak tanpa pandang bulu! " tegas Dr Darmawan dengan wajah serius.


KAPOLSEK BELAWAN: TIDAK ADA TOLERANSI TERHADAP AKSI PREMANISME!


Di tempat terpisah, Kapolsek Belawan menyatakan, "Kami telah melakukan penahanan terhadap tersangka sesuai prosedur hukum. Polsek Belawan berkomitmen menindak tegas setiap tindak pidana, termasuk kekerasan dan premanisme. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan tanpa pandang bulu," ungkap AKP Banor Limbong SH 

Tambahnya, ketegasan tersebut sejalan dengan upaya Polri dalam memberantas aksi premanisme serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


MASIH ADA LAPORAN DI POLRES DAN POLDA, DARMAWAN YUSUF: AKAN SAYA KEJAR SEMUANYA!


Pengacara ternama Dr Darmawan Yusuf juga memastikan penahanan tersangka bukanlah akhir dari langkah hukum PT Belawan Indah. Masih terdapat sejumlah laporan polisi lainnya di Polres Pelabuhan Belawan dan Polda Sumatera Utara,  yang terus dikawal secara serius oleh Law Firm DYA – Dr. Darmawan Yusuf & Associates, berkaitan dengan rangkaian konflik PT Belawan Indah dan PT Sarana Baja Perkasa (PT SBP).

"Selain perkara yang telah menunjukkan perkembangan di Polsek Belawan, masih ada beberapa laporan lainnya di Polres dan Polda Sumut yang terus kami kawal. Seluruhnya akan saya kejar penyelesaian hukumnya sampai tuntas! Jangan ada pihak yang merasa kebal hukum karena memiliki kekuasaan, kekayaan, ataupun pengaruh. Di hadapan hukum, semua memiliki kedudukan yang sama!" tegasnya, yang mana sebagai seorang praktisi hukum, Dr Darmawan Yusuf ringan memberikan edukasi hukum melalui beberapa saluran media sosialnya.

Masih ungkap Darmawan, berbekal pengalaman menangani berbagai perkara besar di Indonesia, dia menekankan pentingnya strategi hukum yang matang, pembuktian yang kuat, serta konsistensi dalam memperjuangkan kepentingan klien.

"Kami tidak sekadar membuat laporan lalu diam. Setiap perkara kami kawal dengan langkah hukum yang terukur dan serius. Saya tidak pernah gentar menghadapi siapa pun dalam memperjuangkan hak hukum klien. Biarkan proses hukum yang berbicara!"

"Seluruh laporan, baik di Polsek, Polres, maupun Polda, akan terus kami perjuangkan sampai tuntas. Siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa berada di atas hukum!" pungkas Darmawan.

Sebelumnya, dugaan penyerangan, penganiayaan, dan perusakan di kawasan PT Belawan Indah pada Juni 2026 sempat menjadi sorotan publik. Sejumlah pekerja dilaporkan mengalami luka-luka, sementara aset perusahaan mengalami kerusakan.

Darmawan juga menyampaikan peringatan keras terhadap kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang diduga mengatur atau mengondisikan rangkaian peristiwa tersebut.

"Saya ingatkan, hati-hati kepada siapa pun yang diduga menyuruh, mengatur, mengondisikan, ataupun berada di balik rangkaian peristiwa ini! Jangan merasa aman hanya karena tidak terlibat secara langsung. Apabila ditemukan bukti keterlibatan, akan saya kejar pertanggungjawaban hukumnya sampai ke akar-akarnya!" pesan Dr Darmawan Yusuf SH., SE., MH., MPd., kepada sejumlah wartawan. 


PERJUANGAN PENGACARA TERNAMA DR DARMAWAN YUSUF UNTUK PT BELAWAN INDAH TERUS MEMBUAHKAN HASIL 

Perjuangan hukum yang dilakukan Pengacara PT Belawan Indah (PT BI), Dr. Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.Pd., M.H., Pimpinan Law Firm DYA - Darmawan Yusuf & Associates sukses dan sebelumnya pula sudah membuahkan hasil. 

Pemerintah Kota Medan melalui Satpol PP bersama Dinas Perkim Cipta Karya Tata Ruang, dengan pengamanan TNI dan Polri, membongkar dengan merubuhkan tembok yang dibangun PT Sarana Baja Perkasa (PT SBP) karena tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pada 22 Juli lalu.

Pembongkaran menggunakan alat berat dan mesin pemecah beton. Tembok yang sebelumnya berdiri kokoh tinggi sekitar 3 meter dan sepanjang seratusan meter itu akhirnya hancur porak-poranda, menyisakan bongkahan beton dan besi yang berserakan di lokasi. Pemandangan tersebut disambut lega para pekerja PT Belawan Indah.

Pengacara kondang Dr Darmawan Yusuf juga mengapresiasi langkah tegas Pemko Medan, Satpol PP, Dinas Perkim Cipta Karya Tata Ruang, TNI, dan Polri. 


(Red /tim ).



Eks Wali Kota Sibolga Ditahan, Pengacara Kondang Dr. Darmawan Yusuf Apresiasi Polda Sumut: Kasus Lain Sudah Naik Penyidikan!

By On 11/04/2026


MEDAN – Deteksi Nusantara.Com.~~  Penahanan mantan Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Ikan Modern Sibolga mendapat apresiasi dari pengacara kondang Sumatera Utara, Dr. Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.H., M.Pd.

Pimpinan Law Firm DYA – Darmawan Yusuf & Associates, yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat cum laude, tersebut sejak awal telah memperjuangkan hak kliennya, Kartono alias Akong, terkait dugaan penguasaan tanah, penghancuran bangunan tangkahan, dan kekerasan fisik yang berkaitan dengan proyek tersebut.


BERANI HADAPI KEKUASAAN, DARMAWAN TEMPUH BERBAGAI JALUR HUKUM

Darmawan menegaskan bahwa sejak awal pihaknya tidak tinggal diam, meskipun ketika itu Jamaluddin Pohan masih menjabat sebagai Wali Kota Sibolga.

Selain menempuh proses hukum melalui laporan polisi di Polda Sumut, Darmawan menyatakan telah memperjuangkan persoalan kliennya melalui berbagai mekanisme pengaduan kepada lembaga-lembaga yang berwenang.

“Ketika itu yang kami hadapi seorang Wali Kota aktif. Tetapi saya tidak pernah gentar menghadapi jabatan ataupun kekuasaan. Bagi saya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Seorang advokat harus berani, cerdas menyusun strategi, dan konsisten memperjuangkan hak kliennya,” tegas Darmawan. Rabu (4/11/2026), menjawab permintaan komentar sejumlah wartawan.

Menurutnya, gelar akademik dan pengalaman sebagai praktisi hukum harus diwujudkan melalui langkah hukum nyata, bukan sekadar pernyataan.


EKS WALI KOTA DITAHAN, DARMAWAN APRESIASI POLDA SUMUT

Sebagaimana diberitakan, Ditreskrimsus Polda Sumut telah menahan Jamaluddin Pohan bersama tiga tersangka lainnya dalam perkara dugaan korupsi proyek Pasar Ikan Modern Sibolga.

Proyek yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun Anggaran 2022 tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp22,28 miliar, dengan dugaan kerugian negara berdasarkan pemeriksaan investigatif BPK RI mencapai Rp5,03 miliar.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut, Direktur Reserse Kriminal Khusus beserta seluruh jajaran penyidik atas penanganan perkara ini. Langkah tersebut menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang profesional dan tidak memandang jabatan seseorang,” ujar Darmawan.


KASUS LAIN SUDAH NAIK PENYIDIKAN, DARMAWAN KAWAL LANGKAH HUKUM BERIKUTNYA

Menariknya, selain perkara dugaan korupsi yang telah berujung pada penahanan tersangka, laporan dugaan perusakan bangunan dan kekerasan terhadap Kartono yang dikawal Darmawan Yusuf di Ditreskrimum Polda Sumut juga telah meningkat ke tahap penyidikan.

“Perkara korupsinya sudah ada tersangka yang ditahan. Sementara laporan klien kami di Ditreskrimum juga telah naik penyidikan. Kami akan terus mengawal prosesnya hingga ada kepastian hukum, termasuk penetapan tersangka apabila alat bukti telah memenuhi ketentuan,” tegasnya.

Darmawan berharap penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dapat segera menuntaskan perkara tersebut secara objektif, profesional, dan transparan.

“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta agar setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum, tanpa melihat jabatan maupun pengaruhnya,” tambahnya.


“JABATAN ADA AKHIRNYA, TETAPI HUKUM TIDAK BOLEH TUNDUK!”

Menutup keterangannya, pengacara kondang yang juga akademisi dan doktor hukum lulusan terbaik cumlaude USU tersebut menegaskan prinsipnya dalam menjalankan profesi advokat.

“Saya tidak pernah mengukur keberanian dari tingginya jabatan orang yang kami hadapi. Kehebatan seorang advokat bukan sekadar pada gelar atau kepandaiannya berbicara, tetapi pada kecerdasan strategi, keberanian mengambil langkah hukum, dan konsistensinya membela hak klien.”

“Ingat, jabatan ada akhirnya, kekuasaan ada batasnya, tetapi pertanggungjawaban hukum tidak otomatis berakhir ketika seseorang kehilangan jabatannya. Kami akan terus mengawal perkara ini sampai tuntas. Hukum tidak boleh berlutut di hadapan kekuasaan!” pungkas Dr. Darmawan Yusuf kepada wartawan di Medan.


PEMAPARAN DI MAPOLDA SUMUT

Diketahui dari hasil pemaparan di Polda Sumut, dalam kasus dugaan korupsi yang telah menahan eks Walikota Sibolga Jamaludin Pohan dan 3 tersangka lainnya itu negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 5 miliar. Tiga tersangka lainnya yakni Sunardi Pohan, Anwar Sadat, dan Ilham Saleh Lubis.

Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Irfan mengatakan, "Dalam penanganan perkara ini, kita sudah mendapatkan P-21 dari kejaksaan," ucapnya. Selasa (3/11/2026).

Lanjutnya, "Saya kira kita harus melaksanakan tahap II. Insyaallah, mungkin pelaksanaan tahap II hari Kamis ini," ujarnya.

Atas perbuatannya, Jamaluddin Pohan, Anwar Sadat, dan Ilham Saleh Lubis disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP lama.

Mereka juga disangkakan melanggar Pasal 603 atau Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sementara itu, Sunardi Pohan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP lama atau Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dokumen pengadaan, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), dokumen kontrak, adendum, contract change order (CCO), dokumen pembayaran, serta dua unit telepon seluler merek Vivo dan Samsung.

Proyek pembangunan Pasar Ikan Modern Kota Sibolga yang diduga dikorupsi berjamaah itu bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat, Tahun Anggaran 2022. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mitra Sejati Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.280.857.710,82.

Dalam proyek tersebut, pekerjaan telah dibayarkan 100 persen. Serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) dilakukan pada 28 Februari 2024, sedangkan serah terima akhir atau Final Hand Over (FHO) dilaksanakan pada 15 Maret 2024.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tertanggal 16 Desember 2025, ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.031.753.933,15 atau sekitar Rp 5,03 miliar.


(Red / tim.)..

Diduga Judi Tembak Ikan Merek Stargame Kembali Beroperasi di Medan Marelan, Nama AK Mencuat

By On 11/04/2026


MEDAN – Deteksi Nusantara.Com.~.  Aktivitas judi tembak ikan yang sebelumnya disebut-sebut telah tutup, kini diduga kembali beroperasi di kawasan Jalan Speksi, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Medan Utara. Permainan tersebut disebut menggunakan merek Stargame dan diduga berkaitan dengan sosok berinisial AK alias Aseng Kayu.

Informasi itu disampaikan seorang pekerja penukar koin berinisial IN (23) kepada awak media. Ia menyebut meja judi tembak ikan tersebut milik AK, sementara operasional dan pengutipan uang hasil permainan diduga dikelola seseorang yang dikenal dengan panggilan Wakyang Rabu 4/11/2026.

“Meja tembak ikan Aseng Kayu namanya Stargame, Pak. Pengusahanya Wakyang. Dia yang mengutip uang hasil penjualan setiap hari,” ujar IN.


IN juga menyebut adanya pembagian uang kepada sejumlah wartawan yang disebut berlangsung di Jalan M. Basir setiap tanggal 2. Ia mengaku informasi tersebut berkaitan dengan aktivitas di lokasi perjudian itu.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik setoran atau aliran uang di balik operasional perjudian. Namun, klaim mengenai kepemilikan, pengelolaan, dan pembagian uang tersebut masih perlu dikonfirmasi serta dibuktikan lebih lanjut.

Kembali munculnya dugaan aktivitas judi tembak ikan di Medan Marelan juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penindakan aparat. Warga berhak mendapatkan kepastian bahwa praktik perjudian tidak dibiarkan berkembang di lingkungan mereka.

Publik kini menanti langkah konkret Kapolsek Labuhan Deli Kompol D. Raja Putra Napitupulu dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P.Sembiring untuk menelusuri informasi tersebut  Rabu 4/11/2026

Hingga berita ini disusun, konfirmasi yang dikirimkan kepada Kapolsek Labuhan Deli dan Kapolres Pelabuhan Belawan melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk AK, Wakyang, serta jajaran kepolisian terkait, perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab.


(Red /tim ).

Tim Opsnal Reskrim Polsek Medan Kota Bekuk Seorang Komplotan Maling Ban Serap Di Jalan Brigjen Katamso Medan

By On 11/04/2026


Medan - Deteksi Nusantara.Com.~.   Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali sergap seorang komplotan yang sudah residivis terlibat pencurian ban serap mobil mewah di kediamannya Jalan Brigjen Katamso, Gang Bidan Bawah Medan.  Pelaku yang diamankan yakni bernama Adriansyah Putra Pulungan (31) warga Jalan Jalan Brigjen Katamso, Gang Bidan Bawah, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. "Pelaku residivis pada tahun 2022 pernah ditahan di Polsek Medan Kota kasus Pencurian Dengan Kekerasan dihukum penjara 3 tahun, " ucap Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Poltak Tambunan SH MH kepada wartawan, Selasa (3/11/2026) malam. 


Disebutkannya, kronologis kejadian, 

pada hari Selasa tanggal 3 November 2026 sekira pukul 19.00 WIB, pelapor bernama Senior S (42) warga Jalan HM Joni Medan dan istrinya berkunjung ke tempat kusuk refleksi Yi Tiao Xian Family Massage. Namun karena area parkiran mobil penuh, lalu terlapor mengarahkan pelapor untuk memarkirkan mobilnya di depan ruko sebelah tempat pelapor kusuk. Kemudian sekira pukul 20.00 WIB, pelapor diberitahu oleh sekuriti bahwa ban serap mobil pelapor sudah hilang dicuri. Lalu pelapor menghubungi petugas Polsek Medan Kota dan melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya petugas yang dipimpin langsung oleh *Kanit Reskrim Polsek Medan Kota IPtu Poltak Tambunan menuju lokasi kejadian guna cek dan olah TKP. Selanjutnya berdasarkan keterangan saksi - saksi di seputaran lokasi petugas dapat mengidentifikasi identitas pelaku pencurian ban serap.

Kemudian petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan diduga pelaku Adriansyah yang bersembunyi di lantai 2 rumahnya, berserta ban serap milik korban yang rencananya akan dijual seharga Rp 150.000 kepada penadah. 

Namun belum sempat terjual petugas sudah mengamankan pelaku beserta barang buktinya.

Saat diinterogasi pelaku Adriansyah mengakui perbuatannya, telah mencuri ban serap mobil milik korban dengan cara melonggarkan baut yang terpasang pakai jari pelaku. Lalu menginjak paksa sampai ban serap tersebut terlepas dari tempatnya. 

Kemudian setelah ban serap terlepas lalu pelaku mengoper ban tersebut kepada pelaku Koko dan Kunap (belum tertangkap) untuk selanjutnya,mereka gelinding gelindingkan ban serap tersebut lalu hendak menjualkannya kepada penadah.

Atas keterangannya tersebut pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Medan Kota. "Barang bukti yang diamankan satu buah ban serap mobil  New Avanza warna hitam milik korban, " jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru ini. 


(Red)



Korwil Sumut KPSKN PIN RI Minta KPK Usut Korupsi Berjamaah di SDABMBK Medan

By On 11/03/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~ Kordinator Wilayah Sumut KPSKN PIN RI (Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI) lapor ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI, minta segera usut dugaan korupsi berjamaah di Dinas SDABMBK (Sumber  Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Kota Medan.

Dugaan korupsi berjamaah tersebut adalah temuan Tim investigasi KPSKN PIN RI dipimpin Kadiv Advokasi Hukum, Ubat R Pasaribu SH MH

Pada beberapa titik pengerjaan peningkatan drainase kota Medan, ada ditemukan dugaan manipulasi bahan U ditch, misalnya dalam perencanaan seharusnya ukuran 120 x 140 Cm tapi yang dipakai atau dipasang kedalam parit ukuran 100 x 120 Cm, seperti di Marelan 1, Jalan Andansari, Jalan Halat dan Tuasan.

Hal ini jelas manipulasi dalam upaya meraup untung pribadi atau kelompok yang diduga berjamaah. Karena pekerjaan di lapangan seharusnya diawasi oleh Konsultan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan bahkan diperiksa oleh Kepala Dinas.

Namun pada praktiknya, "fungsi pengawasan ini sengaja diabaikan" untuk memuluskan terjadinya manipulasi pekerjaan atau penyalahgunaan bahan seperti U ditch.

Belum lagi yang menggunakan bahan cor semen diatas U ditch karena ukuran tidak pas, sehingga harus di cor  setinggi 1 M atau lebih. Melihat cara kerja ini, siapapun pasti tahu kenapa harus begitu. Yang pasti cari untung dengan manipulasi bahan. Puluhan miliar lhooo, kata Ubat kepada awak media 02/11/26.

Tradisi lama : Permainan ini layak diduga sudah lama terjadi. Namun, KPSKN PIN RI hanya akan meminta KPK RI memeriksa pekerjaan sejak tahun 2020

Hal itulah yang membuat kami harus melaporkan ke KPK RI, tutup Ubat.


(red /tim ).

Gubuk Tempat Kumpul Warga di Selambo, Desa Amplas Jadi Sarang Narkoba, 2 Pengedar Disegap Polisi, Sabu Digantung di Pohon

By On 11/02/2026



Medan - DeteksiNusantara.Com.~.  Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Sabtu (31/10/2026) sore menggerebek sebuah gubuk yang selama ini jadi tempat berkumpul warga di kawasan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, karena diambil alih pelaku narkoba untuk jadi tempat jual beli. Dalam penggerebekan, petugas meringkus 2 pengedar, dan menemukan narkotika jenis sabu yang digantung di atas pohon.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Minggu (1/11/2026) pagi menjelaskan, penggerebekan yang dilakukan personel Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Medan, usai adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas jual beli narkoba di sebuah gubuk, yang sebelumnya jadi tempat berkumpul warga.

“Penggerebekan ini merupakan bentuk kerjasama Polri bersama masyarakat. Dari informasi masyarakat itu, kami melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus dua pengedar di lokasi yakni TP (24) dan BS (37) yang merupakan warga setempat,” ungkap Rafli.

Dari tangan keduanya, petugas menyita sejumlah barang bukti, seperti 3 paket sabu, beberapa plastik klip pembungkus sabu, timbangan elektrik, handphone, dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan narkoba.

Dari 3 paket sabu itu, beberapa diantaranya ditemukan tergantung di atas pohon, yang diduga sengaja dibuat pelaku, sebagai bagian dari kamuflase praktek jual beli narkoba.

“Kami sita 3 paket sabu, beberapa paket kami temukan tergantung di atas pohon dalam kondisi terikat, " tambah Rafli.

Hasil pemeriksaan, praktek jual beli narkoba yang dilakukan kedua pelaku baru berjalan beberapa hari terakhir.

Aktivitas keduanya, diduga sebelumnya dilakukan di kawasan Jermal, dan kemudian bergeser ke kawasan Selambo menyusul gencar dan masifnya kegiatan penindakan di kawasan Jermal.

“Aktivitas kedua pelaku masih hitungan hari, kami duga ini aktivitas yang bergeser dari Jermal karena masifnya penindakan di sana, jadi mereka mencari tempat baru. Namun, belum lagi aktivitas mereka berkembang, kami sudah selangkah lebih cepat untuk melakukan penggerebekan. Ini bukti komitmen kami untuk memberantas narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan,” pungkas Rafli. 


(Red).



Jadi Kurir Vape Narkoba, Oknum Pegawai Lapas Kelas 1 Medan  Disergap Polisi di Jalan Setia Budi

By On 11/02/2026


Medan - DeteksiNuaantara.Com.~.  Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, sergap seorang oknum pegawai Lapas Kelas 1 Medan, yang jadi kurir 599 vape narkoba di parkiran hotel Jalan Setia Budi, Rabu (28/10/2026) pagi. Pelaku, bukan kali pertama menjadi kurir narkoba, karena tergiur upah Rp.20 juta.


Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Senin (2/11/2026) pagi mengungkapkan, pelaku yakni ES (34) warga Jalan Glugur Rimbun, Kec.Pancur Batu, diringkus Tim 3 Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Medan di parkiran Hotel Red Doorz, setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait dengan aktivitas terlarang yang dilakukan pelaku.

Petugas, kemudian melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil meringkus pelaku sesaat pelaku hendak menaiki mobilnya. Penangkapan pelaku, sempat menyita perhatian warga setempat maupun yang melintas.

“Dari pelaku kami sita 2 tas yang didalamnya berisi 3 plastik untuk mengemas vape narkoba. Jumlah awal vape narkoba sebanyak 600 pcs, namun 1 pcs digunakan pelaku sehingga tersisa 599 pcs vape narkoba bermerk Netflix,” ungkap Rafli.

Aktivitas terlarang pelaku sendiri, bukan kali pertama dilakukan, karena sebelumnya pelaku pernah mengantarkan 50 pcs vape narkoba, ke kawasan Lubuk Pakam, Kab.Deli Serdang.

Kali ini, pelaku kembali melakukan hal yang sama, namun dengan jumlah barang bukti yang jauh lebih banyak.

“Pelaku sebelumnya pernah mengantarkan vape narkoba juga, namun kali ini jumlahnya jauh lebih besar. Pelaku tergiur dengan upah Rp.20 juta yang dijanjikan kepadanya,” tambah Rafli.

Terkait dengan status pelaku yang merupakan pegawai Lapas Kelas 1 Medan, pihak Kepolisian kini sedang melakukan pendalaman, termasuk akan berkoordinasi dengan pihak Lapas tempat pelaku bekerja.

“Hasil pemeriksaan narkoba tidak dijual pelaku ke dalam, namun tentunya ini akan kami dalami. Kami juga sudah lakukan tes urine, dan yang bersangkutan positif sebagai pengguna narkoba,” ucap Rafli.

Vape narkoba yang disita dari tangan pelaku, didapat dari seorang berinisial AL, yang diduga merupakan bos dari pelaku.


Satresnarkoba Polrestabes Medan, memastikan tidak memberikan ruang sekecil apapun kepada pelaku termasuk pelaku - pelaku lain, guna memberantas segala tindak penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan.

“Kami pastikan AL akan kami ringkus, tidak akan ada ruang bagi pelaku narkoba. Sesuai tagline Bapak Kapolri, sama - sama kita pulihkan para pengguna, kita putus mata rantai bandar, Polisi bersama masyarakat,” pungkasnya. 


(Red).



Sumut KPSKN PIN RI Minta KPK Usut Korupsi Berjamaah di SDABMBK Medan

By On 11/02/2026


Medan // Deteksi Nusantara.Com.~. Kordinator Wilayah Sumut KPSKN PIN RI (Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI) lapor ke KPK RI, minta segera usut dugaan korupsi berjamaah di Dinas SDABMBK (Sumber  Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Kota Medan.

Dugaan korupsi berjamaah tersebut adalah temuan Tim investigasi KPSKN PIN RI dipimpin Kadiv Advokasi Hukum, Ubat R Pasaribu SH MH

Pada beberapa titik pengerjaan peningkatan drainase kota Medan, ada ditemukan dugaan manipulasi bahan U ditch, misalnya dalam perencanaan seharusnya ukuran 120 x 140 Cm tapi yang dipakai atau dipasang kedalam parit ukuran 100 x 120 Cm.

Hal ini jelas manipulasi dalam upaya meraup untung pribadi atau kelompok yang diduga berjamaah. Karena pekerjaan di lapangan seharusnya diawasi oleh Konsultan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan bahkan diperiksa oleh Kepala Dinas.

Namun pada praktiknya, "fungsi pengawasan ini sengaja diabaikan" hingga bisa terjadi manipulasi pekerjaan atau penyalahgunaan bahan seperti U ditch.

Belum lagi yang menggunakan bahan cor semen diatas U ditch karena ukuran tidak pas, sehingga harus di cor  setinggi 1 M atau lebih. Melihat cara kerja ini, siapapun pasti tahu kenapa harus begitu. Yang pasti cari untung dengan manipulasi bahan. Puluhan miliar lhooo, kata Ubat kepada awak media 02/11/26.

Hal itulah yang membuat kami harus melaporkan ke KPK RI, tutup Ubat.


(Red /tim ).

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *