Binjai

HEADLINE NEWS

Eks Wali Kota Sibolga Ditahan, Pengacara Kondang Dr. Darmawan Yusuf Apresiasi Polda Sumut: Kasus Lain Sudah Naik Penyidikan!

By On 11/04/2026


MEDAN – Deteksi Nusantara.Com.~~  Penahanan mantan Wali Kota Sibolga, Jamaluddin Pohan, oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Ikan Modern Sibolga mendapat apresiasi dari pengacara kondang Sumatera Utara, Dr. Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.H., M.Pd.

Pimpinan Law Firm DYA – Darmawan Yusuf & Associates, yang merupakan lulusan Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) dengan predikat cum laude, tersebut sejak awal telah memperjuangkan hak kliennya, Kartono alias Akong, terkait dugaan penguasaan tanah, penghancuran bangunan tangkahan, dan kekerasan fisik yang berkaitan dengan proyek tersebut.


BERANI HADAPI KEKUASAAN, DARMAWAN TEMPUH BERBAGAI JALUR HUKUM

Darmawan menegaskan bahwa sejak awal pihaknya tidak tinggal diam, meskipun ketika itu Jamaluddin Pohan masih menjabat sebagai Wali Kota Sibolga.

Selain menempuh proses hukum melalui laporan polisi di Polda Sumut, Darmawan menyatakan telah memperjuangkan persoalan kliennya melalui berbagai mekanisme pengaduan kepada lembaga-lembaga yang berwenang.

“Ketika itu yang kami hadapi seorang Wali Kota aktif. Tetapi saya tidak pernah gentar menghadapi jabatan ataupun kekuasaan. Bagi saya, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Seorang advokat harus berani, cerdas menyusun strategi, dan konsisten memperjuangkan hak kliennya,” tegas Darmawan. Rabu (4/11/2026), menjawab permintaan komentar sejumlah wartawan.

Menurutnya, gelar akademik dan pengalaman sebagai praktisi hukum harus diwujudkan melalui langkah hukum nyata, bukan sekadar pernyataan.


EKS WALI KOTA DITAHAN, DARMAWAN APRESIASI POLDA SUMUT

Sebagaimana diberitakan, Ditreskrimsus Polda Sumut telah menahan Jamaluddin Pohan bersama tiga tersangka lainnya dalam perkara dugaan korupsi proyek Pasar Ikan Modern Sibolga.

Proyek yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun Anggaran 2022 tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp22,28 miliar, dengan dugaan kerugian negara berdasarkan pemeriksaan investigatif BPK RI mencapai Rp5,03 miliar.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Sumut, Direktur Reserse Kriminal Khusus beserta seluruh jajaran penyidik atas penanganan perkara ini. Langkah tersebut menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang profesional dan tidak memandang jabatan seseorang,” ujar Darmawan.


KASUS LAIN SUDAH NAIK PENYIDIKAN, DARMAWAN KAWAL LANGKAH HUKUM BERIKUTNYA

Menariknya, selain perkara dugaan korupsi yang telah berujung pada penahanan tersangka, laporan dugaan perusakan bangunan dan kekerasan terhadap Kartono yang dikawal Darmawan Yusuf di Ditreskrimum Polda Sumut juga telah meningkat ke tahap penyidikan.

“Perkara korupsinya sudah ada tersangka yang ditahan. Sementara laporan klien kami di Ditreskrimum juga telah naik penyidikan. Kami akan terus mengawal prosesnya hingga ada kepastian hukum, termasuk penetapan tersangka apabila alat bukti telah memenuhi ketentuan,” tegasnya.

Darmawan berharap penyidik Ditreskrimum Polda Sumut dapat segera menuntaskan perkara tersebut secara objektif, profesional, dan transparan.

“Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta agar setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum, tanpa melihat jabatan maupun pengaruhnya,” tambahnya.


“JABATAN ADA AKHIRNYA, TETAPI HUKUM TIDAK BOLEH TUNDUK!”

Menutup keterangannya, pengacara kondang yang juga akademisi dan doktor hukum lulusan terbaik cumlaude USU tersebut menegaskan prinsipnya dalam menjalankan profesi advokat.

“Saya tidak pernah mengukur keberanian dari tingginya jabatan orang yang kami hadapi. Kehebatan seorang advokat bukan sekadar pada gelar atau kepandaiannya berbicara, tetapi pada kecerdasan strategi, keberanian mengambil langkah hukum, dan konsistensinya membela hak klien.”

“Ingat, jabatan ada akhirnya, kekuasaan ada batasnya, tetapi pertanggungjawaban hukum tidak otomatis berakhir ketika seseorang kehilangan jabatannya. Kami akan terus mengawal perkara ini sampai tuntas. Hukum tidak boleh berlutut di hadapan kekuasaan!” pungkas Dr. Darmawan Yusuf kepada wartawan di Medan.


PEMAPARAN DI MAPOLDA SUMUT

Diketahui dari hasil pemaparan di Polda Sumut, dalam kasus dugaan korupsi yang telah menahan eks Walikota Sibolga Jamaludin Pohan dan 3 tersangka lainnya itu negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 5 miliar. Tiga tersangka lainnya yakni Sunardi Pohan, Anwar Sadat, dan Ilham Saleh Lubis.

Dirkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Irfan mengatakan, "Dalam penanganan perkara ini, kita sudah mendapatkan P-21 dari kejaksaan," ucapnya. Selasa (3/11/2026).

Lanjutnya, "Saya kira kita harus melaksanakan tahap II. Insyaallah, mungkin pelaksanaan tahap II hari Kamis ini," ujarnya.

Atas perbuatannya, Jamaluddin Pohan, Anwar Sadat, dan Ilham Saleh Lubis disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP lama.

Mereka juga disangkakan melanggar Pasal 603 atau Pasal 604 juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sementara itu, Sunardi Pohan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP lama atau Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf c UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dalam perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dokumen pengadaan, dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), dokumen kontrak, adendum, contract change order (CCO), dokumen pembayaran, serta dua unit telepon seluler merek Vivo dan Samsung.

Proyek pembangunan Pasar Ikan Modern Kota Sibolga yang diduga dikorupsi berjamaah itu bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat, Tahun Anggaran 2022. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mitra Sejati Perkasa dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.280.857.710,82.

Dalam proyek tersebut, pekerjaan telah dibayarkan 100 persen. Serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) dilakukan pada 28 Februari 2024, sedangkan serah terima akhir atau Final Hand Over (FHO) dilaksanakan pada 15 Maret 2024.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tertanggal 16 Desember 2025, ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 5.031.753.933,15 atau sekitar Rp 5,03 miliar.


(Red / tim.)..

Diduga Judi Tembak Ikan Merek Stargame Kembali Beroperasi di Medan Marelan, Nama AK Mencuat

By On 11/04/2026


MEDAN – Deteksi Nusantara.Com.~.  Aktivitas judi tembak ikan yang sebelumnya disebut-sebut telah tutup, kini diduga kembali beroperasi di kawasan Jalan Speksi, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Medan Utara. Permainan tersebut disebut menggunakan merek Stargame dan diduga berkaitan dengan sosok berinisial AK alias Aseng Kayu.

Informasi itu disampaikan seorang pekerja penukar koin berinisial IN (23) kepada awak media. Ia menyebut meja judi tembak ikan tersebut milik AK, sementara operasional dan pengutipan uang hasil permainan diduga dikelola seseorang yang dikenal dengan panggilan Wakyang Rabu 4/11/2026.

“Meja tembak ikan Aseng Kayu namanya Stargame, Pak. Pengusahanya Wakyang. Dia yang mengutip uang hasil penjualan setiap hari,” ujar IN.


IN juga menyebut adanya pembagian uang kepada sejumlah wartawan yang disebut berlangsung di Jalan M. Basir setiap tanggal 2. Ia mengaku informasi tersebut berkaitan dengan aktivitas di lokasi perjudian itu.

Pernyataan tersebut memunculkan dugaan adanya praktik setoran atau aliran uang di balik operasional perjudian. Namun, klaim mengenai kepemilikan, pengelolaan, dan pembagian uang tersebut masih perlu dikonfirmasi serta dibuktikan lebih lanjut.

Kembali munculnya dugaan aktivitas judi tembak ikan di Medan Marelan juga memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penindakan aparat. Warga berhak mendapatkan kepastian bahwa praktik perjudian tidak dibiarkan berkembang di lingkungan mereka.

Publik kini menanti langkah konkret Kapolsek Labuhan Deli Kompol D. Raja Putra Napitupulu dan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya S.P.Sembiring untuk menelusuri informasi tersebut  Rabu 4/11/2026

Hingga berita ini disusun, konfirmasi yang dikirimkan kepada Kapolsek Labuhan Deli dan Kapolres Pelabuhan Belawan melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan.

Pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini, termasuk AK, Wakyang, serta jajaran kepolisian terkait, perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab.


(Red /tim ).

Tim Opsnal Reskrim Polsek Medan Kota Bekuk Seorang Komplotan Maling Ban Serap Di Jalan Brigjen Katamso Medan

By On 11/04/2026


Medan - Deteksi Nusantara.Com.~.   Unit Reskrim Polsek Medan Kota kembali sergap seorang komplotan yang sudah residivis terlibat pencurian ban serap mobil mewah di kediamannya Jalan Brigjen Katamso, Gang Bidan Bawah Medan.  Pelaku yang diamankan yakni bernama Adriansyah Putra Pulungan (31) warga Jalan Jalan Brigjen Katamso, Gang Bidan Bawah, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. "Pelaku residivis pada tahun 2022 pernah ditahan di Polsek Medan Kota kasus Pencurian Dengan Kekerasan dihukum penjara 3 tahun, " ucap Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan SH MH melalui Kanit Reskrim Iptu Poltak Tambunan SH MH kepada wartawan, Selasa (3/11/2026) malam. 


Disebutkannya, kronologis kejadian, 

pada hari Selasa tanggal 3 November 2026 sekira pukul 19.00 WIB, pelapor bernama Senior S (42) warga Jalan HM Joni Medan dan istrinya berkunjung ke tempat kusuk refleksi Yi Tiao Xian Family Massage. Namun karena area parkiran mobil penuh, lalu terlapor mengarahkan pelapor untuk memarkirkan mobilnya di depan ruko sebelah tempat pelapor kusuk. Kemudian sekira pukul 20.00 WIB, pelapor diberitahu oleh sekuriti bahwa ban serap mobil pelapor sudah hilang dicuri. Lalu pelapor menghubungi petugas Polsek Medan Kota dan melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya petugas yang dipimpin langsung oleh *Kanit Reskrim Polsek Medan Kota IPtu Poltak Tambunan menuju lokasi kejadian guna cek dan olah TKP. Selanjutnya berdasarkan keterangan saksi - saksi di seputaran lokasi petugas dapat mengidentifikasi identitas pelaku pencurian ban serap.

Kemudian petugas langsung melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan diduga pelaku Adriansyah yang bersembunyi di lantai 2 rumahnya, berserta ban serap milik korban yang rencananya akan dijual seharga Rp 150.000 kepada penadah. 

Namun belum sempat terjual petugas sudah mengamankan pelaku beserta barang buktinya.

Saat diinterogasi pelaku Adriansyah mengakui perbuatannya, telah mencuri ban serap mobil milik korban dengan cara melonggarkan baut yang terpasang pakai jari pelaku. Lalu menginjak paksa sampai ban serap tersebut terlepas dari tempatnya. 

Kemudian setelah ban serap terlepas lalu pelaku mengoper ban tersebut kepada pelaku Koko dan Kunap (belum tertangkap) untuk selanjutnya,mereka gelinding gelindingkan ban serap tersebut lalu hendak menjualkannya kepada penadah.

Atas keterangannya tersebut pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Medan Kota. "Barang bukti yang diamankan satu buah ban serap mobil  New Avanza warna hitam milik korban, " jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru ini. 


(Red)



Korwil Sumut KPSKN PIN RI Minta KPK Usut Korupsi Berjamaah di SDABMBK Medan

By On 11/03/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~ Kordinator Wilayah Sumut KPSKN PIN RI (Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI) lapor ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI, minta segera usut dugaan korupsi berjamaah di Dinas SDABMBK (Sumber  Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Kota Medan.

Dugaan korupsi berjamaah tersebut adalah temuan Tim investigasi KPSKN PIN RI dipimpin Kadiv Advokasi Hukum, Ubat R Pasaribu SH MH

Pada beberapa titik pengerjaan peningkatan drainase kota Medan, ada ditemukan dugaan manipulasi bahan U ditch, misalnya dalam perencanaan seharusnya ukuran 120 x 140 Cm tapi yang dipakai atau dipasang kedalam parit ukuran 100 x 120 Cm, seperti di Marelan 1, Jalan Andansari, Jalan Halat dan Tuasan.

Hal ini jelas manipulasi dalam upaya meraup untung pribadi atau kelompok yang diduga berjamaah. Karena pekerjaan di lapangan seharusnya diawasi oleh Konsultan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan bahkan diperiksa oleh Kepala Dinas.

Namun pada praktiknya, "fungsi pengawasan ini sengaja diabaikan" untuk memuluskan terjadinya manipulasi pekerjaan atau penyalahgunaan bahan seperti U ditch.

Belum lagi yang menggunakan bahan cor semen diatas U ditch karena ukuran tidak pas, sehingga harus di cor  setinggi 1 M atau lebih. Melihat cara kerja ini, siapapun pasti tahu kenapa harus begitu. Yang pasti cari untung dengan manipulasi bahan. Puluhan miliar lhooo, kata Ubat kepada awak media 02/11/26.

Tradisi lama : Permainan ini layak diduga sudah lama terjadi. Namun, KPSKN PIN RI hanya akan meminta KPK RI memeriksa pekerjaan sejak tahun 2020

Hal itulah yang membuat kami harus melaporkan ke KPK RI, tutup Ubat.


(red /tim ).

Gubuk Tempat Kumpul Warga di Selambo, Desa Amplas Jadi Sarang Narkoba, 2 Pengedar Disegap Polisi, Sabu Digantung di Pohon

By On 11/02/2026



Medan - DeteksiNusantara.Com.~.  Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Sabtu (31/10/2026) sore menggerebek sebuah gubuk yang selama ini jadi tempat berkumpul warga di kawasan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, karena diambil alih pelaku narkoba untuk jadi tempat jual beli. Dalam penggerebekan, petugas meringkus 2 pengedar, dan menemukan narkotika jenis sabu yang digantung di atas pohon.

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Minggu (1/11/2026) pagi menjelaskan, penggerebekan yang dilakukan personel Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Medan, usai adanya laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas jual beli narkoba di sebuah gubuk, yang sebelumnya jadi tempat berkumpul warga.

“Penggerebekan ini merupakan bentuk kerjasama Polri bersama masyarakat. Dari informasi masyarakat itu, kami melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus dua pengedar di lokasi yakni TP (24) dan BS (37) yang merupakan warga setempat,” ungkap Rafli.

Dari tangan keduanya, petugas menyita sejumlah barang bukti, seperti 3 paket sabu, beberapa plastik klip pembungkus sabu, timbangan elektrik, handphone, dan sejumlah uang yang diduga hasil penjualan narkoba.

Dari 3 paket sabu itu, beberapa diantaranya ditemukan tergantung di atas pohon, yang diduga sengaja dibuat pelaku, sebagai bagian dari kamuflase praktek jual beli narkoba.

“Kami sita 3 paket sabu, beberapa paket kami temukan tergantung di atas pohon dalam kondisi terikat, " tambah Rafli.

Hasil pemeriksaan, praktek jual beli narkoba yang dilakukan kedua pelaku baru berjalan beberapa hari terakhir.

Aktivitas keduanya, diduga sebelumnya dilakukan di kawasan Jermal, dan kemudian bergeser ke kawasan Selambo menyusul gencar dan masifnya kegiatan penindakan di kawasan Jermal.

“Aktivitas kedua pelaku masih hitungan hari, kami duga ini aktivitas yang bergeser dari Jermal karena masifnya penindakan di sana, jadi mereka mencari tempat baru. Namun, belum lagi aktivitas mereka berkembang, kami sudah selangkah lebih cepat untuk melakukan penggerebekan. Ini bukti komitmen kami untuk memberantas narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan,” pungkas Rafli. 


(Red).



Jadi Kurir Vape Narkoba, Oknum Pegawai Lapas Kelas 1 Medan  Disergap Polisi di Jalan Setia Budi

By On 11/02/2026


Medan - DeteksiNuaantara.Com.~.  Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, sergap seorang oknum pegawai Lapas Kelas 1 Medan, yang jadi kurir 599 vape narkoba di parkiran hotel Jalan Setia Budi, Rabu (28/10/2026) pagi. Pelaku, bukan kali pertama menjadi kurir narkoba, karena tergiur upah Rp.20 juta.


Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Senin (2/11/2026) pagi mengungkapkan, pelaku yakni ES (34) warga Jalan Glugur Rimbun, Kec.Pancur Batu, diringkus Tim 3 Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Medan di parkiran Hotel Red Doorz, setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait dengan aktivitas terlarang yang dilakukan pelaku.

Petugas, kemudian melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil meringkus pelaku sesaat pelaku hendak menaiki mobilnya. Penangkapan pelaku, sempat menyita perhatian warga setempat maupun yang melintas.

“Dari pelaku kami sita 2 tas yang didalamnya berisi 3 plastik untuk mengemas vape narkoba. Jumlah awal vape narkoba sebanyak 600 pcs, namun 1 pcs digunakan pelaku sehingga tersisa 599 pcs vape narkoba bermerk Netflix,” ungkap Rafli.

Aktivitas terlarang pelaku sendiri, bukan kali pertama dilakukan, karena sebelumnya pelaku pernah mengantarkan 50 pcs vape narkoba, ke kawasan Lubuk Pakam, Kab.Deli Serdang.

Kali ini, pelaku kembali melakukan hal yang sama, namun dengan jumlah barang bukti yang jauh lebih banyak.

“Pelaku sebelumnya pernah mengantarkan vape narkoba juga, namun kali ini jumlahnya jauh lebih besar. Pelaku tergiur dengan upah Rp.20 juta yang dijanjikan kepadanya,” tambah Rafli.

Terkait dengan status pelaku yang merupakan pegawai Lapas Kelas 1 Medan, pihak Kepolisian kini sedang melakukan pendalaman, termasuk akan berkoordinasi dengan pihak Lapas tempat pelaku bekerja.

“Hasil pemeriksaan narkoba tidak dijual pelaku ke dalam, namun tentunya ini akan kami dalami. Kami juga sudah lakukan tes urine, dan yang bersangkutan positif sebagai pengguna narkoba,” ucap Rafli.

Vape narkoba yang disita dari tangan pelaku, didapat dari seorang berinisial AL, yang diduga merupakan bos dari pelaku.


Satresnarkoba Polrestabes Medan, memastikan tidak memberikan ruang sekecil apapun kepada pelaku termasuk pelaku - pelaku lain, guna memberantas segala tindak penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polrestabes Medan.

“Kami pastikan AL akan kami ringkus, tidak akan ada ruang bagi pelaku narkoba. Sesuai tagline Bapak Kapolri, sama - sama kita pulihkan para pengguna, kita putus mata rantai bandar, Polisi bersama masyarakat,” pungkasnya. 


(Red).



Sumut KPSKN PIN RI Minta KPK Usut Korupsi Berjamaah di SDABMBK Medan

By On 11/02/2026


Medan // Deteksi Nusantara.Com.~. Kordinator Wilayah Sumut KPSKN PIN RI (Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional Pers Informasi Negara RI) lapor ke KPK RI, minta segera usut dugaan korupsi berjamaah di Dinas SDABMBK (Sumber  Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi) Kota Medan.

Dugaan korupsi berjamaah tersebut adalah temuan Tim investigasi KPSKN PIN RI dipimpin Kadiv Advokasi Hukum, Ubat R Pasaribu SH MH

Pada beberapa titik pengerjaan peningkatan drainase kota Medan, ada ditemukan dugaan manipulasi bahan U ditch, misalnya dalam perencanaan seharusnya ukuran 120 x 140 Cm tapi yang dipakai atau dipasang kedalam parit ukuran 100 x 120 Cm.

Hal ini jelas manipulasi dalam upaya meraup untung pribadi atau kelompok yang diduga berjamaah. Karena pekerjaan di lapangan seharusnya diawasi oleh Konsultan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan bahkan diperiksa oleh Kepala Dinas.

Namun pada praktiknya, "fungsi pengawasan ini sengaja diabaikan" hingga bisa terjadi manipulasi pekerjaan atau penyalahgunaan bahan seperti U ditch.

Belum lagi yang menggunakan bahan cor semen diatas U ditch karena ukuran tidak pas, sehingga harus di cor  setinggi 1 M atau lebih. Melihat cara kerja ini, siapapun pasti tahu kenapa harus begitu. Yang pasti cari untung dengan manipulasi bahan. Puluhan miliar lhooo, kata Ubat kepada awak media 02/11/26.

Hal itulah yang membuat kami harus melaporkan ke KPK RI, tutup Ubat.


(Red /tim ).

Andreas Purba Ajak Warga Aktivasi IKD dan Tertib Administrasi Kependudukan Saat Sosper

By On 10/31/2026



MEDAN – Deteksi Nusantara.Com.~.  Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Andreas Pandapotan Purba, S.Ak., mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta memastikan kelengkapan dan keakuratan dokumen administrasi kependudukan.

Imbauan tersebut disampaikan Andreas saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di dua lokasi, yakni Jalan Platina IV dan Jalan Platina I, Gang Teratai, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa APP itu menjelaskan bahwa IKD merupakan salah satu inovasi pemerintah dalam mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan melalui perangkat digital.

Menurutnya, IKD memiliki sejumlah fitur yang dapat membantu masyarakat dalam berbagai keperluan administrasi, termasuk ketika tidak membawa KTP elektronik fisik.

"Misalnya, ketika KTP tertinggal di rumah, masyarakat dapat menunjukkan identitas melalui aplikasi IKD. Selain itu, aplikasi ini juga memiliki sejumlah fitur yang membantu dalam pelayanan administrasi kependudukan. Karena itu, saya mengajak bapak dan ibu untuk memanfaatkan fasilitas digital ini," ujar Andreas.

Mewakili Kecamatan Medan Deli, Asridana turut mengajak masyarakat Kelurahan Titi Papan untuk melakukan aktivasi IKD. Ia menyebutkan bahwa tingkat aktivasi IKD di wilayah tersebut masih rendah.

Asridana mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 3.300 warga telah mengaktivasi IKD. Ia pun mengajak masyarakat yang belum melakukan aktivasi agar segera memanfaatkan layanan tersebut.

"Mari manfaatkan era digital dengan melakukan aktivasi IKD. Prosesnya dapat dibantu di kantor kecamatan dengan membawa HP berbasi Android, KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK)," imbaunya.


Soroti Pentingnya Ketelitian Dokumen


Pada lokasi sosialisasi kedua di Jalan Platina I, Gang Teratai, Andreas menekankan pentingnya ketelitian masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan, khususnya akte kelahiran.

Ia menilai ketidaksesuaian data antara akta kelahiran dan Kartu Keluarga masih berpotensi menimbulkan kendala dalam berbagai proses administrasi, mulai dari pembukaan rekening perbankan, pengurusan bantuan sosial (bansos), BPJS, hingga keperluan administrasi pekerjaan.

"Perbedaan satu huruf saja pada nama yang tercantum dalam akta kelahiran dan Kartu Keluarga dapat menimbulkan kendala saat proses verifikasi. Karena itu, masyarakat harus teliti dan cermat ketika mengisi formulir pengurusan dokumen, khususnya akta kelahiran anak. Pastikan seluruh data sudah benar sebelum diserahkan kepada petugas," jelasnya.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga turut menyampaikan persoalan administrasi kependudukan yang mereka hadapi sehari-hari.

Salah satunya, warga bernama Wanda yang meminta bantuan terkait pengurusan identitas anak angkatnya yang merupakan seorang anak yatim piatu dan belum memiliki dokumen kependudukan.

Menanggapi persoalan tersebut, Andreas berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Titi Papan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan guna membantu proses pengurusan identitas anak tersebut.

Selain itu, Andreas juga menerima keluhan warga mengenai data desil yang dinilai belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dalam persoalan tersebut, ia menyarankan agar warga mengajukan sanggahan disertai pembaruan data pekerjaan pada Kartu Keluarga sesuai kondisi terkini, sehingga dapat dilakukan verifikasi oleh pihak terkait.

Kegiatan Sosper berlangsung tertib dan interaktif. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta pembagian seminar kit kepada peserta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Trantib Kelurahan Titi Papan Budianto Abbas; Asridana mewakili Kecamatan Medan Deli; Hasan Basri Tanjung mewakili Disdukcapil Kota Medan; serta sejumlah kepala lingkungan, yakni T. Alamsyah (Kepling IX), Taufik (Kepling XI), Juli Wahyudi (Kepling XII), Ibnu Hajar (Kepling X), Lily Suryadi (Kepling XVI), Harry Ibrahim (Kepling XIII), Nurul Ilmi (Kepling VIII), dan M. Supranoto (Kepling XIV).

Hadir pula tokoh agama, Pak Muslim dan Sunari, serta ratusan warga masyarakat yang mengikuti sosialisasi tersebut.


(Red).



Terekam CCTV, Polsek Medan Kota Tangkap Residivis Maling Tabung Gas DiKawasan Jalan Tuasan Medan.

By On 10/30/2026


Medan // Deteksi Nusantara.Com.~.   Polsek Medan Kota kembali tangkap seorang residivis terlibat maling tabung gas di kawasan Jalan Tuasan Medan. Pelaku yang diamankan ternyata seorang wanita bernama Fitri Siregar (30) warga Jalan Bahagia, No 1 E, Kecamatan Medan Kota. "Pelaku residivis yang mencuri tabung gas di rumah korban Noviyanti Elisabeth (43) warga Jalan Pelajar, No 138 - A, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota, " ucap Kapolsek Medan Kota AKP Feriawan SH MH melalui Kanit Reskrim Poltak Tambunan SH MH kepada wartawan, Jumat (30/10/2026). 

Kronologis kejadian, pada hari Selasa tanggal 30 September 2026 sekira pukul 06.30 WIB, adik pelapor hendak memasak di dapurnya. Lalu berusaha menghidupkan kompor gas namun api tidak menyala. Ternyata saat dicek tabung gas sudah tidak ada di tempatnya. Kemudian pelapor mengecek dalam rekaman CCTV, benar terlihat seorang wanita yang masuk dalam area dapur rumahnya bersama dengan seorang laki - laki yang membawa becak, lalu mencuri tabung gas milik pelapor.

Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan membuat laporan pengaduan di Polsek Medan Kota.

Riwayat hukuman, tambah Iptu Poltak Tambunan, tahun  2019 ditangkap di Polda Sumut Kasus mucikari menjalani hukuman selama 1 tahun di Rutan Tanjung Gusta.

Kemudian pelaku diamankan pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2026 sekira pukul  04.00 Wib petugas menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaan diduga pelaku pencurian bernama Fitri di Jalan Tuasan, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung. Kemudian Tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Poltak Tambunan, SH, MH bergerak menuju tempat diduga pelaku berada. Saat tiba di lokasi pelaku terlihat sedang berada di pos satpam. Kemudian petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku.

Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian tabung gas di rumah korban bersama dengan temannya seorang laki-laki yang bernama panggilan Okop lalu tabung gas tersebut dijual seharga Rp 200.000. 

Atas keterangan pelaku tersebut pelaku dibawa ke Polsek Medan Kota. 


(Red).



Ketua Pewarta Polrestabes Medan Chairum Lubis SH: Pererat Silaturahmi Media dan Kepolisian

By On 10/30/2026


Medan  —  DeteksiNusantara.Com.~.  Suasana hangat, akrab, dan kental dengan nuansa kekeluargaan menyelimuti Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, yang beralamat di Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, pada Jumat (30/10/2026).

Kegiatan rutin mingguan Jumat Berkah kembali digelar, hadir bukan sekadar sebagai pertemuan biasa, melainkan menjadi momen istimewa untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkokoh sinergi dan kepercayaan yang semakin erat antara awak media dan pihak kepolisian.

 Acara dihadiri sejumlah wartawan yang tergabung dalam organisasi Pewarta Polrestabes Medan. Kegiatan dimulai dengan doa bersama wujud syukur atas kelancaran tugas pengabdian, serta permohonan perlindungan dan kekuatan dalam menjalankan amanah menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

 Dalam diskusi yang berlangsung santai namun penuh makna, para anggota saling bertukar pandangan mendalam. Ditekankan kembali tanggung jawab moral setiap wartawan untuk senantiasa menyajikan berita yang akurat, berimbang, dan beretika.

 Juga ditegaskan peran strategis media sebagai mitra setara kepolisian bahu-membahu menciptakan dan menjaga keamanan serta ketertiban yang kondusif di Kota Medan.

 Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan dukungan seluruh anggota.

 "Jumat Berkah ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ini adalah bukti nyata bahwa kita satu hati, satu tujuan melayani masyarakat dengan tulus. Hubungan harmonis antara media dan kepolisian adalah fondasi agar setiap informasi yang kita sampaikan dapat dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat luas," ujar Chairum dengan hangat.

 "Semoga kebersamaan ini makin erat, senantiasa membawa keberkahan bagi kita semua, dan yang terpenting bermanfaat bagi masyarakat luas yang kita layani bersama," tambahnya.

 Sepanjang acara, nuansa keakraban terasa begitu kental. Para peserta saling berbagi pengalaman bertugas, wawasan terkini, serta membahas berbagai tantangan jurnalistik dan pengabdian. Inilah bukti nyata Pewarta dan kepolisian di Kota Medan bersatu, saling menghargai, dan berjalan beriringan demi kebaikan warga.

 Diharapkan tradisi mulia ini terus terjaga dan semakin berkembang menjadi teladan bagaimana  media dan aparat penegak hukum dapat bersinergi dengan indah, saling percaya, dan bekerja selaras demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Medan. 


(Red).



Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *