Binjai

HEADLINE NEWS

Diduga Penyerangan Berdarah di PT BI Belum Ada yang Ditangkap: Kinerja Kapolres Belawan Perlu Dipertanyakan Sedangkan Wajah Para Pelaku Terekam Jelas.

By On 6/24/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~   Sangat menyayangkan apabila Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi tidak mau membalas konfirmasi sejumlah wartawan dalam kasus penyerangan preman bersenjata tajam ke PT. Belawan Indah, apalagi kejadian tersebut sebuah aksi kriminal besar yang cukup menggemparkan.

Hal tersebut diungkapkan seorang Wartawan senior Kota Medan, Josmarlin Tambunan dimintai tanggapannya soal sulitnya Kepala Polres Belawan membalas konfirmasi wartawan meski terkait kasus besar di wilayah kerjanya. Rabu (24/6/2026).

"Disamping masyarakat atau publik menjadi sulit mendapatkan informasi yang akurat, tentunya bisa memunculkan spekulasi liar pula di ruang -ruang publik terutama di media sosial atas peristiwa tersebut bila Pak Kapolres Belawan selalu diam atas konfirmasi para wartawan," 

"Juga dapat menurunkan kepercayaan terhadap Polres Pelabuhan Belawan yang dia pimpin, bahkan kepada Polri, dan sama saja membuka celah munculnya informasi hoaks atau diduga karena adanya dugaan  yang ditutup- tutupi," jelas Josmarlin Tambunan.

Sebagai sosok  wartawan senior bidang kriminal dan hukum, yang sampai sekarang tetap eksis, memiliki segudang pengalaman, terutama soal menganilsa kinerja aparat kepolisian, menganilsa institusi kepolisian dalam menangani kriminalitas dan persoalan Kamtibmas. Ditanya kira-kira mengapa dan ada apa sehingga Polres Belawan belum terdengar ada melakukan penangkapan dala kasus penyerbuan oleh preman di PT BI?

"Kebetulan kasus ini sejak awal saya ikuti terus sampai sekarang. Jadi bila wajah -wajah para pelaku dan aksi kriminal yang mereka lakukan sudah jelas terlihat seperti yang ada direkaman video dan foto-foto yang beredar, namun belum juga ditangkap, masyarakat bisa  jadi ragu dan mempertanyakan kinerja kepala kepolisian, Polres Belawan ini khususnya," 

Sambung pria akrab disana Bang Jos Tambunan lagi, "Lagian modus operandi para pelaku premanisme ini dan otak di belakangnya kan bukan pola yang sulit untuk diungkap, seperti yang diungkapkan Kuasa Hukum PT BI, Pak Dr Darmawan Yusuf sebelumnya ke media, pola kejahatannya sangat umum, da yakin Pak Kapolres Belawan paham lah, dan gampang lah menangkapnya bila benar komitmen," 

"Kecuali kalau Kapolres Pelabuhan Belawan Pak AKBP Rosef Efendi ada hubungan emosional dengan pihak PT SBP, yang selama ini disebut-sebut mengerjakan para preman membangun tembok beton di atas tanah PT BI?, yang mana pembangunan tembok itu diduga modus awak untuk menguasai dengan membuat hingga stop total operasional PT BI," kata Jos Tambunan.

Lanjut ditanya pendapatnya, bila Kapolres Pelabuhan Belawan tetap bungkam, bahkan tanpa mau mengarahkan kepada Humas ataupun bawahannya menjawab konfirmasi para wartawan dalam kasus para pelaku premanisme yang merasa kebal hukum ini?

"Sudah selayaknya Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolri meninjau ulang kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, apalagi ini soal premanisme terang -terangan berbuat kriminal, sampai menimbulkan adanya korban 4 orang sekarat, mengganggu iklim usaha, bahkan sepeda motor karyawan banyak yang dicuri, dan belum ada pula yang ditangkap."

"Pemberantasan premanisme masih kita ingat sebagai salah satu program utama Pak Irjen Whisnu Hermawan Februanto sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara," tutup Josmarlin Tambunan menambahkan bila perlu Kapolda Sumut turunlah  langsung ke Belawan. 

Sekedar mengingatkan, penyerangan oleh sekitar lima puluhan preman diduga bayaran dengan membawa senjata tajam dan benda keras di PT BI terjadi pada 11 Juni sekitar 2 Minggu lalu.

Ternyata penyerangan kelompok preman itu dalam memuluskan pembangunan tembok di atas tanah PT BI, yang belakangan didapat informasi, bahwa PT SBP di balik pembangunan tembok beton yang cukup tinggi itu.

Aksi hari pertama penyerangan ke PT BI sudah dicoba dimediasi pihak Forkopimcam, terdiri dari Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan, Camat Medan Belawan, Koramil 09//MB dan Pemko Medan melalui Dinas Perkim TRTB.

Namun mediasi yang mengeluarkan keputusan imbauan dan saran agar PT SBP menghentikan pembangunan tembok tersebut dengan dasar tanpa ada izin PBG dan di atas tanah PT BI, bisa membuat terjadinya tindak pidana kembali, tetapi sepertinya dianggap angin lalu pihak PT SBP dan malah terus menerus membangun tembok tersebut dan sampai terjadi aksi kriminal lanjut sampai memakan korban luka serius dari pihak pekerja PT BI, dan sampai detik ini belum ada dari para pelaku yang ditangkap meski sudah dilaporkan ke polres pelabuhan Belawan. 

" Ditempat terpisah ketika awak media coba Komfirmasi Rabu ( 24/6/2026 ) melalui Pesan WhatshApp , Kapolres masih milih bungkam, beda dengan Kasatreskrim Polres Pelabuhqn Belawan AKP Agus Purnomo SH saat di Komfirmasi oleh awak media lewat Pesan WhatshaPP mengatakan, Sedang kami tindak lanjuti mohon doanya , " Ujarnya dengan singkat dan tegas. 


(Red ). 

Bentrok Antargeng Motor di Medan, Polrestabes Sergap 6 Pelaku Pengeroyokan Hilangnya Nyawa  Korban di Patumbak

By On 6/24/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Tak sampai 20 jam tim gabungan Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Patumbak sergap 6 pelaku dugaan pengeroyokan berujung menghilangkan nyawa terhadap korban, MN (14) warga Medan Tembung. Keenam pelaku merupakan anggota geng motor, SL, SKM dan Towaga, petugas juga sedang memburu para pimpinan atau ketua geng motor yang identitasnya sudah dikantongi petugas. 

"Petugas kita berhasil mengungkap kasus pengeroyokan mengakibatkan hilangnya nyawa. Kasus ini bisa diungkap tidak kurang dari 20 jam. Enam pelaku yang sudah diamankan yakni, MOHH (17), RY (19), FT (17), RDS (18), GR (21) dan IL (17)," ucap Kasat Reskrim, AKBP Adryan Riski Lubis didampingi, Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora, Kasi Humas, AKP N Gultom dan Kanit Pidum, Iptu Hafizullah pada wartawan, Selasa (23/6/2026) sore di Mapolrestabes Medan. 

Kata dia, bentrok berdarah antargeng motor ini bermula saat geng motor SL yang terafiliasi dengan geng motor SKM dan Towaga berencana melakukan penyerangan terhadap geng motor NKB. Kelompok geng motor SL, SKM dan Towaga selanjutnya menemui kelompok geng motor NKB di kawasan Jalan Setia, Patumbak 1.

Dengan jumlah yang tak seimbang, karena gabungan geng motor SL, SKM dan Towaga datang membawa sekitar 200 orang yang menggunakan sekitar 100 unit sepeda motor dan 2 unit mobil melawan geng motor NKB dengan jumlah massa hanya sekitar 60 orang , memaksa geng motor NKB mundur. Saat itu korban terpisah dari rombongan dan menjadi bulan-bulanan para pelaku yang mengeroyok korban menggunakan senjata tajam, kayu dan panah. 

Tak sampai disitu, tubuh korban yang sudah tak berdaya juga diseret ke parit. "Untuk ketua-ketua geng motor sudah dikantongi identitasnya dan  masih terus kita dalami semoga dalam waktu singkat bisa diungkap. Untuk  keterkaitan dengan Ormas untuk sementara tidak ditemukan," pungkas Kanit Pidum, Iptu Hafizullah.


(Red). 

Dua Pelaku Residivis Spesialis Modus Ganjal ATM di Medan Ditembak Polisi

By On 6/24/2026


MEDAN// DeteksiNusantara.Com.~  Dua orang pelaku spesialis ganjal kartu ATM tumbang ditembak Sat Reskrim Polrestabes Medan. Kedua pelaku merupakan residivis dan sudah berulang kali melakukan aksi dengan kasus serupa. 

Kedua tersangka yakni, Muammar alias Komeng (40) warga Dusun Amal, Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang dan Ilham Saputra alias Ipan (34) warga Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Jalan Rantang, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah).

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, SIK melalui Wakasat Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak, SH, MH dalam konferensi pers nya di Mapolrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).

"Kedua pelaku yang ditangkap merupakan spesialis tindak pidana kejahatan dengan modus ganjal kartu ATM dan sudah residivis serta masuk target operasi (TO)," ungkap Budiman didampingi Kanit Pidum, Iptu Hafiz dalam konferensi pers.

Modus kedua pelaku dengan cara ganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi dan menarget korban yang rata-rata berusia lansia. Sesuai laporan polisi oleh korban terjadi pada Sabtu tanggal 23 Mei 2026 sekira pukul 15.00 Wib di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan tepatnya Bank BNI kantor kas Gaperta.

"Saat korban hendak melakukan transaksi penarikan uang tunai menggunakan kartu ATM, namun kartu ATM korban tidak dapat digunakan karena telah diganjal oleh pelaku. Dalam situasi tersebut, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan cara menukar kartu ATM milik korban dengan ATM lain yang serupa. Setelah berhasil menguasai, pelaku kemudian melakukan sejumlah transaksi ke beberapa ATM lain dan penarikan tunai hingga mengosongkan saldo korban diperkirakan berjumlah ratusan juta rupiah," bebernya.

Lanjut, Budiman menjelaskan kronologis penangkapan kedua tersangka pada saat akan diamankan berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas meski telah diberikan peringatan secara lisan. 

"Seorang pelaku diamankan di sebuah penginapan di Kota Tebingtinggi. Selanjutnya dilakukan interogasi untuk mengetahui satu rekan pelaku. Mendapat informasi keberadaan pelaku, petugas gerak cepat melakukan pengejaran tersangka di wilayah Kota Medan. Karena pelaku mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri serta ingin melukai petugas dengan tegas petugas melakukan tindakan tegas dan terukur melumpuhkan tersangka pada bagian kaki sesuai dengan SOP kepolisian," tegasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku yakni, satu helai celana panjang jeans, satu buah tusuk gigi, satu unit handphone merk Tecno warna hitam, satu buah tas ransel, 2 helai kaos warna putih, satu helai kaos warna hitam, sejumlah uang tunai, satu helai celana pendek jeans dan satu helai celana dalam.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 477 ayat (1) tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun," pungkasnya.


(Red). 

Satreskrim Polrestabes Medan Rillis Dua Pelaku Residivis Spesialis Modus Ganjal ATM di Medan Ditembak Polisi

By On 6/24/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Dua orang pelaku spesialis ganjal kartu ATM tumbang ditembak Sat Reskrim Polrestabes Medan. Kedua pelaku merupakan residivis dan sudah berulang kali melakukan aksi dengan kasus serupa. 

Kedua tersangka yakni, Muammar alias Komeng (40) warga Dusun Amal, Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang dan Ilham Saputra alias Ipan (34) warga Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Jalan Rantang, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah).

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, SIK melalui Wakasat Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak, SH, MH dalam konferensi pers nya di Mapolrestabes Medan, Selasa (23/6/2026).

"Kedua pelaku yang ditangkap merupakan spesialis tindak pidana kejahatan dengan modus ganjal kartu ATM dan sudah residivis serta masuk target operasi (TO)," ungkap Budiman didampingi Kanit Pidum, Iptu Hafiz dalam konferensi pers.

Modus kedua pelaku dengan cara ganjal mesin ATM menggunakan tusuk gigi dan menarget korban yang rata-rata berusia lansia. Sesuai laporan polisi oleh korban terjadi pada Sabtu tanggal 23 Mei 2026 sekira pukul 15.00 Wib di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan tepatnya Bank BNI kantor kas Gaperta.

"Saat korban hendak melakukan transaksi penarikan uang tunai menggunakan kartu ATM, namun kartu ATM korban tidak dapat digunakan karena telah diganjal oleh pelaku. Dalam situasi tersebut, pelaku memanfaatkan kelengahan korban dengan cara menukar kartu ATM milik korban dengan ATM lain yang serupa. Setelah berhasil menguasai, pelaku kemudian melakukan sejumlah transaksi ke beberapa ATM lain dan penarikan tunai hingga mengosongkan saldo korban diperkirakan berjumlah ratusan juta rupiah," bebernya.

Lanjut, Budiman menjelaskan kronologis penangkapan kedua tersangka pada saat akan diamankan berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas meski telah diberikan peringatan secara lisan. 

"Seorang pelaku diamankan di sebuah penginapan di Kota Tebingtinggi. Selanjutnya dilakukan interogasi untuk mengetahui satu rekan pelaku. Mendapat informasi keberadaan pelaku, petugas gerak cepat melakukan pengejaran tersangka di wilayah Kota Medan. Karena pelaku mencoba melakukan perlawanan dan melarikan diri serta ingin melukai petugas dengan tegas petugas melakukan tindakan tegas dan terukur melumpuhkan tersangka pada bagian kaki sesuai dengan SOP kepolisian," tegasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku yakni, satu helai celana panjang jeans, satu buah tusuk gigi, satu unit handphone merk Tecno warna hitam, satu buah tas ransel, 2 helai kaos warna putih, satu helai kaos warna hitam, sejumlah uang tunai, satu helai celana pendek jeans dan satu helai celana dalam.

" Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 477 ayat (1) tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun," pungkasnya.


(Red). 

Perang Melawan Premanisme, Dr Darmawan Yusuf : Gerak Cepat Kapolres AKBP Rosef Efendi Hari Ini Kita Apresiasi..!

By On 6/22/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Kuasa Hukum PT Belawan Indah (PT BI), Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd (foto -kanan atas) dalam upaya perang melawan premanisme, mendesak pihak kepolisian Polres Pelabuhan Belawan segera menangkap para preman bayaran pelaku penyerangan ke PT BI dan mafia di belakangnya.

"Segera tangkap dan proses hukum para pelaku, serta yang memberi perintah juga yang memberikan dana, dalam tempo 3 kali 24 jam, kejadian ini kita lihat sudah viral menjadi pusat  perhatian serius masyarakat dan publik" kata Dr Darmawan mendesak, Senin (21/6/2026).

Sambung Pengacara ikonik itu lagi, " Rekaman video dan foto para pelaku semuanya sudah ada. Negara tidak boleh kalah sama aksi-aksi kriminal premanisme, " jelasnya.

Ditanya wartawan, terkini di lokasi PT BI, para preman bersenjata tajam diduga suruhan berjumlah sekitar lima puluhan puluhan orang itu kembali datang ke PT BI melakukan teror dan intimidasi, serta berusaha membangun tembok dengan maksud menghentikan operasional PT BI, apalagi ketika aparat kepolisian Polres Pelabuhan Belawan pergi dari lokasi?

Dr. Darmawan Yusuf pengacara ternama itu mengapresiasi gerak cepat Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi yang langsung merespons laporan pihaknya sehingga aktivitas pembangunan tembok pagar PT SBP dapat dihentikan saat ini.

"Ketika kami menyampaikan kondisi di lapangan kepada Bapak Kapolres, respons beliau sangat cepat. Aktivitas pembangunan tembok pagar yang menjadi sumber persoalan langsung dihentikan. Kami mengapresiasi ketegasan Bapak Kapolres dan jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ketegasan seperti inilah yang menunjukkan negara hadir dan hukum tetap dihormati."

Menurut Dr. Darmawan Yusuf lagi, persoalan ini tidak dapat lagi ditoleransi. Tidak ada pihak yang boleh sesuka hati membangun tembok di lokasi pihak lain tanpa izin. Apalagi Dinas Perkim telah dua kali menerbitkan surat agar bangunan tersebut dibongkar sendiri, namun pembangunan tetap dilanjutkan.

"Kami melihat seolah-olah ada pihak yang merasa kebal hukum. Awalnya membangun tembok tanpa izin, lalu merembet ke berbagai tindakan lain yang patut diduga bertujuan mengganggu bahkan menghentikan operasional perusahaan. Kami menduga sekelompok orang yang diturunkan ke lokasi seolah-olah hanya membangun pagar, padahal dari rangkaian peristiwa yang terjadi patut diduga terdapat upaya untuk menguasai area tertentu dan menekan aktivitas usaha PT BI."

Dr. Darmawan Yusuf pengacara sosok nasional juga menyoroti dugaan pembangunan pagar yang dilakukan hingga menghalangi area tiang listrik yang digunakan untuk operasional perusahaan.

"Kami melihat ada dugaan pagar sengaja dibangun dengan kekuatan preman di sekitar tiang listrik yang menunjang operasional perusahaan. Jika listrik terganggu atau padam, yang menjadi korban bukan hanya perusahaan, tetapi juga para pekerja yang menggantungkan nafkahnya di sana. Kasihan para pekerja. Kalau operasional berhenti, mereka tidak bisa bekerja dan penghasilan mereka ikut terdampak."

Selain itu, lanjutnya, terdapat pula dugaan penutupan saluran pembuangan air, gangguan terhadap fasilitas operasional perusahaan, intimidasi terhadap pekerja, hingga dugaan kekerasan menggunakan senjata tajam, cangkul, kayu, dan benda tumpul lainnya.

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya empat pekerja PT BI dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis. Bahkan petugas keamanan (security) PT BI juga mengalami luka berat dan sempat dalam kondisi kritis akibat serangan para preman diduga bayaran itu 

"Ini bukan lagi persoalan biasa. Sudah ada korban luka serius. Ada pekerja dan petugas keamanan PT BI yang kritis akibat kekerasan yang terjadi. Karena itu kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas."

Dr. Darmawan Yusuf lanjut menyoroti dugaan pencurian sepeda motor milik pekerja PT BI yang terjadi di tengah situasi mencekam dan aksi ipara preman itu terekam cctv.

"Bahkan dalam video-video yang beredar sudah sangat jelas. Kami meminta seluruh pelaku, termasuk pihak yang menyuruh, mengorganisir, dan mendanai, segera ditangkap sedikitnya dalam waktu 3 x 24 jam. Rekaman memperlihatkan pihak-pihak yang diduga membawa senjata tajam, cangkul, kayu, dan benda tumpul lainnya. Saya yakin Bapak Kapolres dan jajaran sudah sangat memahami pola kelompok seperti ini. Saat polisi hadir mereka tidak berani, namun ketika polisi meninggalkan lokasi mereka kembali beraksi. Seolah-olah bermain petak umpet dengan aparat."

Pengacara nasional Dr Darmawan Yusuf juga berharap seluruh pihak tetap menghormati kepolisian dan mematuhi tindakan aparat di lapangan.

"Kami berharap PT SBP maupun pihak-pihak yang kami duga menjadi suruhannya masih menghargai kepolisian dan mematuhi arahan aparat. Jangan sampai muncul kesan bahwa aparat penegak hukum tidak dihormati. Kalau aparat penegak hukum yang menjalankan tugasnya saja masih dilawan, lalu masyarakat harus percaya kepada siapa lagi untuk mencari keadilan dan perlindungan hukum?"

Tambah Dr. Darmawan Yusuf, masyarakat saat ini menunggu langkah tegas berikutnya dari aparat penegak hukum.

"Kami percaya Bapak Kapolres AKBP Rosef Efendi dan jajaran akan bertindak profesional, tegas, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah terhadap premanisme. Hukum harus ditegakkan, para pelaku harus ditangkap, dan keamanan masyarakat harus dipulihkan sepenuhnya." ungkap Dr Darmawan Yusuf menutup keterangan kepada sejumlah wartawan.

Informasi didapat lagi sekitar sore hari ini dari lokasi PT BI, atas perintah Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi pembangunan tembok tersebut distop. Namun para preman  diduga atas keinginan PT SBP menggunakan petikemas/bak kontainer menjadikan  tembok pengganti beton, diduga tujuan utamanya semata - mata membuat PT BI tidak bisa beroperasi dan tanahnya dikuasai dengan cara -cara premanisme.


(Red ). 

Semakin Memanas Serangan Preman Bayaran Berlanjut di PT BI: Supir dan Sekuriti 4 Orang Dikabarkan Kritis

By On 6/20/2026



MEDAN // DeteksiNusantara. Com.~  Ratusan Ratusan supir truk PT BI lari  berhamburan dan disebut hanya sekitar puluhan orang yang melakukan pertahanan terhadap serangan preman bayaran yang diduga membela PT SBP. Kejadian seperti itu sudah berulang dan kali ini semakin panas di areal PT BI, di Jalan Besar Medan - Belawan, Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan. Sabtu (20/6/2026), sekira Pukul 10:30 WIB.

"Terpaksa lah kami bertahan yang puluhan orang ini, kami cari makan di PT BI kok ditindas terus-terusan. Dari seminggu lalu lebih ke kepolisian sudah disampaikan, ini nyawa masyarakat di PT BI terancam dari penindasan para preman," kata seorang supir truk PT BI di lokasi.

Masih kata supir truk PT BI, "Kami akan terus bertahan sampai titik darah penghabisan, sampai kami dapat bekerja dengan aman lagi, kami akan ikut mengawal ini," ucapnya meminta demi keamanan namanya tidak ditulis, Sabtu (20/6/2026).

Pantauan langsung di lokasi, penyerangan membabi-buta itu belakangan diketahui menimbulkan 4 orang  korban luka sekarat dari PT BI akibat pukulan benda keras maupun sabetan senjata tajam, satu unit  mobil mini bus Toyota BK 1599 OY disebut milik mandor PT BI dirusak dan beberapa sepeda motor pekerja PT BI diduga dijarah para preman.

"Sudah jatuh korban akibat para preman ini, gak tau apakah nyawa kawan kami bisa selamat atau tidak, kawan yang jadi korban udah dilarikan ke rumah sakit dekat sini," tambah supir truk PT BI lainnya.

Menurut penuturan berapa orang Ibu-ibu  dan kumpulan bapak-bapak yang saling bercerita di tempat kejadian, pihak yang menyerang merupakan dari salah satu ormas dibantu para pemuda dari sekitar.

"Orang PP sama lawa-lawa sini yang gabung menyerang ke dalam (PT BI), itu masih ada banyak orang yang terjebak di dalam kantor PT BI," katanya.

Masih suasana di TKP, para preman penyerang diduga dari pihak yang membela PT SBP, di depan wartawan terlihat mengancam dengan senjata tajam seorang wanita yang mencoba mengabadikan gambar para pelaku dengan ponsel ketika merusak sebuah mobil, para preman memaksa wanita itu harus menghapus foto.

Beberapa jam kemudian, mulai berdatangan aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan ke lokasi.

Sedangkan para korban yang terluka, yang semuanya disebut dari pihak PT BI, para supir truk, termasuk seorang sekuriti dirawat di RS Pelindo  dijaga aparat kepolisian.

Suasana di lokasi kejadian hingga sekarang, sekitar Pukul 12:20 WIB, masih terlihat menegangkan, belum tahu nasib orang -orang yang terjebak di kantor PT BI, begitu juga massa yang menyerang ke PT BI disebut -sebut dari ormas yang membela PT SBP, terpantau mengitari sekitar PT BI,  mereka berkeliling dengan sepeda motor sembari menenteng senjata tajam terang-terangan seperti di hutan.

Di tempat terpisah, Kuasa Hukum PT BI, Dr Darmawan Yusuf SH SE MH MPd diminta tanggapannya mengatakan mengecam keras aksi massa preman yang diduga dibayar tersebut, dan menegaskan agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.

"Mengapa para pelaku penyerangan itu bisa leluasa berkali-kali melakukan aksi kriminal di PT BI tanpa takut sedikitpun dengan hukum. Kita desak Polres Pelabuhan Belawan segera tangkap para preman diduga bayaran ini, kita punya gambar lengkap setiap inci aksi perbuatan mereka di PT BI ," tegas Pengacara nasional ternama itu, sembari menambahkan, seret juga aktor intelektual dan penyandang dana para preman penyerang.

"Sekali lagi kepada Bapak Kapolda Sumut, Bapak Kapolres Belawan AKBP Rosef Efendi mohon atensinya, tuntaskan penyerangan berdarah ini. Negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut, dan tidak boleh tunduk pada premanisme, sikat tuntas semua yang terlibat menyerang PT BI, khususnya masyarakat, para pengusaha, harus terbebas dari aksi premanisme," tutupnya, berharap para korban yang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit jangan sampai jadi korban jiwa, dapat selamat. 

Kejadian ini disebabkan PT SBP membangun pagar tembok tinggi di tanah milik PT BI, sudah dicoba dilakukan mediasi oleh pemerintah setempat dan penegak hukum setempat, terdiri dari Camat Medan Belawan, Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan dan Koramil 09/MB dan Dinas Perukim TRTB Medan, agar pihak PT SBP menghentikan pembangunan tembok yang dilakukan, dengan dasar tidak memiliki izin PBG dan menghindari terjadinya konflik menimbulkan pelanggaran hukum.

Namun ternyata diketahui, pihak PT SBP melalui diduga kaki tangannya terus melakukan penembokan pagar hingga saat ini dari sejak 11 Juni 2026 lalu. 


( Red / Tim ). 

Wujud Solidaritas Insan Pers: Ketua Pewarta Polrestabes Medan Jenguk Putri Anak Salah Satu Wartawan Pasca-Operasi

By On 6/20/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~  Pewarta Polrestabes Medan kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya melalui kegiatan "Jumat Barokah". Kali ini, Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, S.H., menjenguk putri dari salah satu jurnalis, Abdi Sumarno, yang tengah menjalani masa pemulihan pasca-operasi tumor paru di kediamannya, Jl. Gelatik 8, Perumnas Mandala, Jumat (19/06/2026).

Kunjungan ini merupakan bentuk solidaritas dan empati yang mendalam antar-sesama insan pers. Kehadiran Ketua Chairum Lubis SH dan pengurus Pewarta Polrestabes Medan diharapkan dapat memberikan kekuatan moril bagi keluarga yang sedang mendampingi ananda Tiara Marisa dalam proses penyembuhan medis.

Dalam kesempatan tersebut, Chairum Lubis yang didampingi oleh anggota Pewarta, Sudarmanto, Novian Harhara Sembiring, menyerahkan santunan dan bantuan sosial secara langsung kepada Abdi Sumarno selaku perwakilan keluarga.

"Kegiatan ini adalah wujud kebersamaan dan rasa empati kami. Kami hadir tidak hanya sebagai rekan kerja, tetapi sebagai keluarga besar yang siap saling mendukung, terutama saat ada anggota yang sedang diuji musibah. Semoga dukungan moril dan materiil yang sedikit ini bisa meringankan beban keluarga," ujar Chairum Lubis.

Sementara itu, Abdi Sumarno, jurnalis media online Liputan4 yang saat ini fokus mendampingi pengobatan putrinya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta bantuan yang diberikan oleh Pewarta Polrestabes Medan.

"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua Pewarta dan seluruh rekan-rekan atas perhatian, doa, dan bantuannya. Kehadiran rekan-rekan sangat berarti bagi kekuatan psikologis kami sekeluarga agar ananda Tiara bisa segera pulih total," ungkap Abdi.


(Red). 

Sempat Tutup, Kapolres Pematangsiantar Berikan Ijin Buka Kembali Gelanggang Perjudian di kawasan SBC di Jalan Sutomo

By On 6/20/2026



MEDAN // DeteksiNusantara. Com.~  Sempat tutup, Kapolres Pematang Siantar Polda Sumut, AKBP Sahudur Sitinjak,Sik ,SH,MH, diduga berikan ijin buka kembali lokasi perjudian mesin tembak ikan,jackpot,bola putar dan slot di kawasan SBC jalan Sutomo Kota Pematangsiantar di Komplek SB No. 46- 47 blok B percisnya di belakang bangunan Paradep, Kel. Pahlawan, Kec. Siantar Timur.

Dari keterangan warga setempat yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, lokasi gelanggang perjudian (gelper) tersebut adalah milik Aseng Kayu dan penanggung jawabnya adalah Asun.

"Pemilik gelper di dalam itu orang yang dulu juga Bang. Uda lama lokasi itu tutup. Namun, Semenjak Kapolres yang baru ini yang di pimpin AKBP Sah Udur Sitinjak sudah terlihat buka kembali." ucapnya, Kamis, (18/06/2026).

Lanjutnya, selain tempat permainan perjudian didalam itu juga dugaan tempat transaksi dan penggunaan narkoba jenis sabu.

"Karna, kalo pengunjungnya datang dan keluar dari lokasi perjudian itu nampak dari raut wajah dan gerak geriknya seperti orang yang sudah kena sabu- sabu gitu lah bang, sehingga membuat warga disini resah." nenernya.

kemudian tambahnya, para pengunjung yang datang untuk bermain judi ke lokasi itu sangat ramai 24 jam mulai dari berbagai kalangan usia.

"Karena ramainya, kalo diperkirakan dari lokasi perjudian milik Aseng Kayu itu bisa meraup omset puluhan juta perharinya.

Ia juga menegaskan, dengan keberadaan gelper tersebut menjadi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat sekitar.

"Warga mengaku khawatir akan dampak sosial yang ditimbulkan, mulai dari meningkatnya angka kriminalitas, rusaknya moral generasi muda, hingga memicu keretakan rumah tangga akibat kecanduan berjudi." tegas Warga kesal menilai kinerja kepolisian di Polres Pematang Siantar dan jajaran yang dirasa tidak pro masyarakat.

Menanggapi perjudian itu, saat di konfirmasi untuk yang berulang kali Kapolres Pematang Siantar Polda Sumut AKBP Sahudur Sitinjak,Sik ,SH,MH, via WhatsApp, masih enggan dan lebih milih diam. 


(Red /tim ). 

Semangat Berbagi Tak Pernah Padam, Pewarta Polrestabes Medan Kembali Salurkan Sembako

By On 6/20/2026


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~ Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada sesama melalui program rutin Jumat Barokah yang dilaksanakan di Sekretariat Pewarta Polrestabes Medan, Jalan Bromo, Lorong Karya, Kecamatan Medan Area, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan sosial yang dipimpin langsung Ketua Pewarta Polrestabes Medan, Chairum Lubis, SH tersebut diisi dengan pembagian bantuan sembako berupa beras kepada anggota serta masyarakat yang membutuhkan di sekitar sekretariat.

Chairum Lubis mengatakan, program Jumat Barokah merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Pewarta Polrestabes Medan untuk terus berbagi rezeki kepada sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara insan pers dan masyarakat.

"Alhamdulillah, kegiatan Jumat Barokah terus berjalan secara rutin. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan sehari-hari penerima," ujar Chairum Lubis.

Ia menambahkan, keberlangsungan program sosial tersebut tidak terlepas dari dukungan para donatur dan anggota Pewarta Polrestabes Medan yang selalu berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Chairum juga mengajak seluruh anggota untuk terus menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar dan menjadikan berbagi sebagai budaya yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Para penerima bantuan tampak bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pewarta Polrestabes Medan melalui kegiatan Jumat Barokah tersebut.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan, sekaligus menjadi wujud nyata hadirnya organisasi wartawan yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melalui program Jumat Barokah yang terus berkelanjutan, Pewarta Polrestabes Medan berharap dapat terus menebarkan manfaat serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Beroperasinya Judi Tembak Ikan Merek 'AB' Di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan Diduga Dikordinir Seorang Oknum Wartawan

By On 6/18/2026


MEDAN // DeteksiNusantara. Com. ~  Beroperasinya judi tembak ikan merek 'AB' di wilayah hukum (wilkum) Polres Pelabuhan Belawan diduga melibatkan peran seorang oknum mengaku wartawan berinisial Dian alias AT.

Oknum wartawan ini disebut-sebut berperan sebagai kordinator lapangan (humas) dalam mensukseskan bisnis haram tersebut.

Demikian disampaikan langsung oleh sumber bernama Rudi (40) warga Belawan pada wartawan di Medan, Rabu (17/6/2026).

"Disebut-sebut judi tembak ikan merek 'AB' yang saat ini sudah menggurita di wilkum Polres Pelabuhan Belawan melibatkan peran seorang oknum wartawan inisial AT alias Dian. Beliau diduga sebagai kordinator lapangan (humas) untuk mensukseskan aktivitas perjudian itu bang," ungkap Rudi.

Meski demikian, lanjut Rudi, hal ini masih dugaan atas keterlibatan oknum wartawan tersebut.

"Ini masih dugaan bang atas keterlibatan oknum wartawan itu. Kalau mau lebih jelasnya bisa bang konfirmasi langsung sama beliau," ujarnya.

Menanggapi pernyataan daripada sumber, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada oknum wartawan tersebut melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan AT alias Dian belum memberikan jawaban.


Berita sebelumnya

Meski telah diberitakan berungkali di beberapa media online terkait maraknya judi tembak ikan merk "AB" di wilayah hukum (wilkum) Polres Pelabuhan Belawan, namun hingga saat ini belum juga ditindak tegas oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yakni pihak kepolisan dan diduga terkesan melindungi atas beroperasinya bisnis haram tersebut.

Informasi yang diterima awak media dari warga setempat bahwa beberapa hari lalu sekelompok organisasi kepemudaan (OKP) menggerebek dan menghancurkan mesin-mesin tembak ikan merk "AB" di Belawan. Tindakan tegas itu dilakukan akibat keresahan masyarakat dengan bebasnya beroperasi tanpa ada tindakan dari pihak kepolisian Polres Pelabuhan Belawan.

"Beberapa hari lalu sekelompok OKP didampingi warga setempat sudah menggerebek serta menghancurkan meja tembak ikan merk "AB" di Belawan bang, karena dengan keberadaan judi itu masyarakat sangat resah dan tingkat kejahatan semakin mengkhawatirkan," ungkap Rudi pada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Menurutnya, penegakan hukum dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilkum Polres Pelabuhan Belawan tidaklah dirasakan warga melainkan keresahan yang sangat mengkhawatirkan dan kejahatan yang selalu menghantui dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Kuat dugaan Polres Pelabuhan Belawan melindungi dan terkesan pembiaran judi tembak ikan merk "AB" makanya sampai detik tetap beroperasi. Mana mungkin mereka (Polres Pelabuhan Belawan) tidak mengetahui keberadaan judi tersebut," ujarnya.

Ia juga menyebutkan keberadaan lokasi judi tembak ikan merk "AB" di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan yakni :


1. Pinggir sungai Jalan Infeksi Rengas Pulau.

2. Jalan Datuk Rubiah Terjun Telkomsel

3. Jalan Kebun Bundar Rengas Pulau Tanah Serantai dan di Perumahan Marelan Poin.

4. Jalan Kebun Sayur Pasar 9 Kota Bangun Klenteng.

5. Pasar 6 Desa Manunggal

6. Pasar 7 Desa Manunggal

7. Pasar 8 Desa Manunggal, Gang Barokah

8. Pasar 9 Desa Manunggal

9. Pasar 10 Desa Manunggal Jalan Beringin. 


Selain itu, di Kecamatan Hamparan Perak ada 3 lokasi yakni :

1. Desa Paluh Manan, Dusun 2, Kecamatan Hamparan Perak 

2. Paluh Manan, Dusun 4, Kecamatan Hamparan Perak 

3. Tangkahan Ujung Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak.


"Semua lokasi judi tembak ikan itu merk "AB" dan disebut-sebut beromset ratusan juta perhari," pungkasnya. 


(Red). 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *