Binjai

HEADLINE NEWS

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Janji Akan Tindak Lanjuti, " Mesin Judi Tembak Ikan Milik Pipit Tetap Eksis

By On 11/11/2025


MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~   Terkait maraknya praktik perjudian tembak ikan diduga milik "Pipit" di Medan Utara, Plt. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Agus Purnomo SH,MH menyatakan dengan tegas akan menindaklanjuti perjudian tersebut.

"Terima kasih pak, kami tindak lanjuti", tegas Iptu Agus Purnomo kepada awak media, Senin (10/11/2025).

Sementara itu, warga setempat bernama Siti mengaku sangat resah dengan aktivitas perjudian tembak ikan milik "Pipit". Bahkan dengan keberadaan judi tembak ikan itu berdampak buruk bagi generasi muda.

"Dengan keberadaan aktivitas perjudian tersebut sangat berdampak buruk bagi generasi muda juga para bapak-bapak bahkan merusak ekonomi masyarakat", ungkap Siti mewakili warga, Senin (10/11/2025).

"Kita sangat merasakan dampaknya khususnya para istri yang mana uang belanja dari para suami jadi berkurang karena terpengaruh dengan aktivitas perjudian tersebut", tambahnya.

Ia juga menilai lemahnya penegakan hukum di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan menimbulkan tanda tanya besar dikalangan masyarakat khususnya warga Medan Utara.

"Masa setingkat Polres Pelabuhan Belawan tidak mampu menggerebek judi tembak ikan milik "Pipit". Nah, disini kami warga setempat menduga pihak Polres Pelabuhan Belawan telah memberikan izin sehingga aktivitas judi tersebut tetap eksis beroperasi setiap hari", pungkasnya.

Diketahui, judi tembak ikan milik "Pipit" tepatnya berada di sebuah ruko berwarna pink Jalan Veteran No.6 (kos-kosan), Gabion dan dilokasi Pergudangan ikan. (Indra Hasibuan) 

Kapolrestabes Medan Pimpin Langsung Pengamanan Aksi Damai “Tutup TPL”, Polisi Kawal Massa dengan Humanis hingga Gerbang Tol Amplas

By On 11/11/2025


MEDAN , DeteksiNusantara. Com. ~  Aksi damai bertajuk “Tutup PT. Toba Pulp Lestari (TPL)” yang digelar Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis di Sumatera Utara bersama elemen mahasiswa dan masyarakat berlangsung tertib di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan P. Diponegoro No.30, Medan Polonia, Senin (10/11/2025).

Ribuan orang peserta dari berbagai kabupaten , Simalungun, Dairi, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan komunitas Horas Bangso Batak hadir membawa spanduk, gondang Batak, janur kuning, serta mobil komando dan bus. Mereka datang menyuarakan tuntutan penutupan PT. TPL yang dinilai merusak lingkungan.

Aksi dipimpin Pastor Walden Sitanggang, Pdt. JP. Robinsar Siregar, dan Rokky Pasaribu, serta dihadiri tokoh masyarakat dan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti HKBP, HKI, Gereja Katolik Sinaksak, GMKI, GMNI, PMKRI, HMI UNIMED, AMPK, APARA, dan Kontras.

Dari atas mobil komando, orasi bergantian disampaikan oleh Rokky Pasaribu, Romanti Pasaribu (korban kekerasan TPL), Ayub Pohan Simanjuntak, dan Agus Halawa, SH. Doa lintas agama membuka aksi tersebut dipimpin Pastor Walden Sitanggang untuk Katolik dan Ustad Martono untuk Islam,menjadi simbol solidaritas lintas iman.

Kapolrestabes Medan Pimpin Langsung Pengamanan.  Di sisi pengamanan, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Sebanyak 1.071 personel gabungan TNI-Polri diterjunkan, terdiri dari unsur Brimob, Samapta, Intel, Polwan, dan TNI, lengkap dengan kendaraan taktis seperti AWC, Raisa, Tambora, dan KLX yang disiagakan di sekitar lokasi.

Kombes Calvijn menegaskan bahwa Polrestabes Medan hadir di tengah masyarakat untuk memastikan jalannya aksi penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan damai.

“Dalam kegiatan ini, Polri berperan sebagai pengayom dan penjaga ketertiban, bukan untuk membatasi aspirasi, tetapi menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab sesuai Undang-Undang,” ujarnya.

Kapolrestabes menambahkan, pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pengamanan.

“Kami menghargai setiap aspirasi yang disampaikan dengan cara damai. Polri akan terus bersinergi menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi,” ucapnya.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengamanan.

“Terima kasih kepada seluruh personel Polri, rekan TNI, dan semua pihak yang turut menjaga situasi selama kegiatan berlangsung. Bersama, kita wujudkan Medan yang aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan,” tutupnya.



Humanis dan Tertib hingga Akhir Kegiatan

Selama kegiatan berlangsung, Polwan tampak membantu peserta aksi yang kelelahan dengan memberikan air minum dan menenangkan peserta perempuan. Meski sempat terjadi pelemparan nasi bungkus dan botol air mineral oleh oknum tak dikenal, petugas tetap mengedepankan kesabaran dan tidak membalas tindakan provokatif.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, B.Sc. menemui massa dan menyampaikan apresiasi atas aksi damai yang berlangsung tertib. Ia menjelaskan bahwa Gubernur sedang bertugas di Jakarta, namun akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui pertemuan lanjutan.

Kemudian Pj. Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, SH., M.SP., CGCAE, menandatangani surat kesepakatan hasil dialog bersama perwakilan massa, termasuk rencana kunjungan ke Sihaporas sebagai lokasi yang menjadi perhatian utama.

Usai dialog dan penandatanganan, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. Kapolrestabes Medan memerintahkan jajarannya mengawal rombongan hingga Gerbang Tol Amplas, memastikan seluruh peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dengan aman.

Sekitar pukul 17.00 WIB, seluruh kegiatan selesai. Arus lalu lintas kembali normal, dan situasi Kamtibmas tetap aman serta kondusif.

Aksi damai “Tutup TPL” hari itu menjadi contoh nyata bahwa penyampaian aspirasi publik dapat berjalan damai bila masyarakat dan aparat saling menghormati peran masing-masing   masyarakat menyuarakan pendapat, dan Polri hadir menjaga keamanan dengan hati dan kemanusiaan.(indra hasibuan) 

1 Meninggal, 1 Kritis Peristiwa Berdarah Terjadi Desa Sei Rotan Tembung Dua Wanita Lesbian Diduga Duel Maut

By On 11/10/2025


MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Dua wanita yang terlibat dalam peristiwa duel maut di Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, diduga memiliki hubungan sesama jenis. Namun, kepolisian belum mengonfirmasi dugaan tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak SiK ,SH mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus yang menewaskan satu orang dan membuat satu lainnya terluka parah itu.

"Masih didalami. Hasil penyelidikan akan segera kami sampaikan," ujar Calvijn seusai memimpin apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di halaman Gudang Bulog, Jalan Mustafa, Medan Timur, Sabtu malam, (8/11/2025).

Menurut Calvijn, dari laporan awal yang diterima, kedua perempuan berinisial AS dan IK itu disebut-sebut menjalin hubungan khusus dan kerap terlibat pertengkaran.

"Terkait motif, kami belum dapat memastikan. Korban yang selamat masih menjalani perawatan medis dan belum bisa dimintai keterangan," kata Calvijn menambahkan.

Sebagaimana diketahui, peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat, 7 November 2025 pagi dan menggegerkan warga Desa Sei Rotan.  Salah seorang perempuan ditemukan tewas di kamar, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi luka parah di ruang tamu rumah kontrakan mereka.

Kepala Dusun setempat, Irwansyah Putra, mengatakan peristiwa itu diketahui sekitar pukul 08.00 WIB setelah warga mendengar keributan dari dalam rumah.

"Ada warga yang datang melapor, katanya dua orang perempuan berkelahi dan minta tolong agar dipanggilkan tim medis," ujarnya. Setibanya di lokasi, Irwansyah melihat seorang perempuan berinisial IK terkapar di ruang tamu dengan luka serius.

"Ia sempat menunjuk ke arah kamar. Saat kami masuk, satu lagi sudah meninggal dengan gunting yang masih menancap di tubuhnya," kata Irwansyah.

Keterangan warga menyebut, pertengkaran antara keduanya sudah terjadi sejak waktu subuh. AS dan IK diketahui bukan warga asli desa itu dan baru setahun terakhir tinggal di lingkungan tersebut.

Pertengkaran yang kerap terjadi disebut mencapai puncaknya pagi itu. AS diduga menikam IK menggunakan gunting, lalu sempat menyandera anak IK. 

Setelah peristiwa itu, AS diduga mengakhiri hidupnya di dalam kamar. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi dan masih menunggu kondisi korban selamat membaik untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tragedi tersebut. (Indra hasibuan) 

Ditengah Rintik Hujan Gerimis Apel KRYD Kapolrestabes Medan Tegaskan Pencegahan dan Pengawasan Ketat

By On 11/09/2025



Medan , DeteksiNusantara. Com. ~ Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. memimpin apel Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di bawah rintik gerimis di halaman Gudang Bulog Jalan Mustafa, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Sabtu (8/11/2025) malam sekitar pukul 21.40 WIB. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif dengan fokus pada pencegahan tindak kejahatan jalanan kasus 3C (curas, curat, curanmor) dan tindak pidana lainnya.

Dalam apel yang diikuti 223 personel gabungan dari tiga rayon itu, Kapolrestabes menegaskan pentingnya patroli berlapis dan pengawasan ketat agar tidak ada celah bagi pelaku kejahatan. Ia juga menginstruksikan agar seluruh kegiatan KRYD dilaksanakan terukur, disiplin, dan tetap mengutamakan keselamatan personel.

“Mulai malam ini kita fokuskan pada pencegahan. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan untuk bergerak. Lakukan tindakan tegas dan terukur, serta utamakan keselamatan anggota di lapangan,” tegas Kombes Pol Jean Calvijn di hadapan peserta apel.

Kapolrestabes menjelaskan pola patroli yang dilakukan secara berjenjang. Personel bergerak ke rayon masing-masing sejak pukul 00.00 WIB. Laporan kegiatan disampaikan bertahap pada pukul 01.00, 03.00, 05.00, dan laporan akhir pada pukul 07.00 WIB oleh Pawas kepada Kapolrestabes.

“Dengan sistem patroli berlapis ini, tidak ada peluang waktu bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Ketika patroli terus berjalan, niat pelaku terurungkan. Kejahatan lahir karena ada peluang, dan tugas kita menutup peluang itu,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam arahannya kepada para Pejabat Utama (PJU) dan personel jajaran, Kapolrestabes menyampaikan terima kasih atas kinerja KRYD selama 31 hari masa kepemimpinannya. Ia menekankan bahwa pencegahan harus diimbangi dengan pengawasan melekat di setiap lini. “Semua kegiatan harus diawasi. Evaluasi itu bagian dari tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

Kapolrestabes juga menyoroti pentingnya antisipasi kegiatan masyarakat pada pagi hari, kemacetan lalu lintas, serta potensi aksi unjuk rasa terkait isu TPL di Kantor Gubernur Sumut. Ia memerintahkan Sat Lantas fokus pada pengaturan arus lalu lintas dan memberikan command brief yang jelas kepada personel di lapangan.

Peserta apel terdiri dari Waka Polrestabes Medan AKBP Rudy Silaen, Kabag Ops Kompol Pardamean Hutahaean, Kasat Reskrim AKBP Bayu Putro W., Kasat Narkoba Kompol Rafly Yusuf Nugraha, Kasat Lantas AKBP I Made Parwita, Kasat Samapta Kompol Hendryanto, Kasi Propam AKP Natal Fernando Saragih, Kasi TIK Kompol Fitri Siahaan, para Kapolsek jajaran, serta personel Sat Brimob dan Dit Samapta Polda Sumut.

Rayon 1 meliputi Polsek Patumbak, Medan Area, Medan Kota, dan Medan Tembung. Rayon 2 terdiri dari Polsek Medan Barat, Helvetia, Medan Timur, dan Medan Baru. Rayon 3 mencakup Polsek Delitua, Medan Tuntungan, Pancur Batu, Kutalimbaru, dan Sunggal.

Kapolrestabes memberikan keterangan kepada media. Ia menegaskan bahwa KRYD bukan hanya operasi penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa kepolisian hadir bukan hanya setelah kejadian, tetapi sebelum itu terjadi,” ujarnya.

Kapolrestabes  juga memberikan instruksi tambahan kepada PJU untuk memantau pelaksanaan KRYD di rayon masing-masing. Ia juga mengingatkan agar tidak menyepelekan situasi di lapangan dan selalu menjaga soliditas antaranggota.

Kegiatan apel berakhir pukul  dalam situasi aman dan tertib. Meski diguyur gerimis, semangat para personel tidak surut. Apel malam itu menjadi bukti kesungguhan Polrestabes Medan menjaga keamanan melalui pengawasan berlapis, patroli tanpa henti, dan sinergi lintas satuan.

“Empat kali KRYD bukan sekadar rutinitas, tapi komitmen. Selama kota ini berdetak, patroli tidak akan berhenti,” tutup Kombes Pol Jean Calvijn di bawah langit Medan yang masih basah oleh hujan malam. (Indra hasibuan) 

Diduga Sekelompok Preman yang Aniaya Seorang Warga saat Ukur Lahan di Jalan Serbaguna Ujung Tak Kunjung Ditangkap," Pelaku Masih Berkeliaran.

By On 11/07/2025

Keterangan poto: Korban Palti Mangarahon Lumban Raja. 

MEDAN, DeteksiNusantara.Com.~ Sekelompok preman yang menganiaya seorang warga saat mengukur tapak rumah dilahan garapan di Jalan Serbaguna Ujung, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat 19 September 2025, tak kunjung ditangkap Polsek Medan Labuhan. Pasalnya, sekelompok preman (terlapor) tersebut diduga masih bebas berkeliaran. 

Hal itu, disampaikan korban, Palti Mangarahon Lumbanraja (41) warga Jalan Sebagai Ujung, Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang kepada wartawan, Jumat (7/11/2025) siang.

Dijelaskannya, pada saat korban bersama warga tengah melakukan pengukuran tapak rumah dilahan garapan yang terletak di Jalan Serbaguna Ujung Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, sekelompok preman datang langsung memukul dan mengancamnya dengan pisau serta mengintimidasi korban.

"Saya bersama warga sedang mengukur lapak rumah dilahan garapan tersebut, tiba-tiba sekelompok preman datang langsung memukul dagu sebelah kiri saya hingga memar dan mencoba menikam, namun saya mengelak", ujar Palti seraya menunjukkan bengkak sekaligus memar pada bagian kakinya atas peristiwa tersebut.

Ia menambahkan, para preman yang menganiaya dirinya diduga masih bebas berkeliaran alias gentayangan.

Ia juga mengaku kecewa terhadap pihak Polsek Medan Labuhan yang mana laporannya sudah berlangsung 2 bulan, hingga kini belum ada APH tindaklanjut yang serius atas laporannya.

"Kalau dibilang kecewa, sangat-sangat kecewa lah pak dengan Polsek Medan Labuhan. Laporan saya itu sudah 2 bulan berlangsung namun sampai sekarang belum ada tindaklanjut yang jelas dari Polsek Medan Labuhan dan pelaku masih gentayangan", katanya dengan nada kesal.

"Padahal, saksi sudah diperiksa namun status laporan saya itu masih penyilidikan belum juga masuk ke tahap penyidikan", sambungnya.

Untuk itu, ia (korban) berharap pihak Polsek Medan Labuhan menindaklanjuti laporannya dengan serius dan segera menangkap para terlapor.

"Saya berharap Polsek Medan Labuhan segera menangkap para terlapor dan memproses secara hukum yang berlaku di Indonesia ini", harapnya mengakhiri.

Terpisah, Penyidik pembantu Aipda Sugeng Raharjo SH saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, Jumat (7/11/2025) mengatakan masih kordinasi dengan Kadus tentang identitas pelaku.

"Saya masih  koordinasi dengan Kadus tentang identitas pelaku dan juga lainnya. Akan secepatnya saya kabari kelanjutan nya", Ujar Sugeng Raharjo.  (Indra hasibuan). 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SiK SH Pimpin Pengungkapan Besar Kasus Narkoba, " 35Kg Sabu, 985 Ekstasi Dan 59 Tersangka.

By On 11/07/2025



MEDAN , DeteksiNusantara.Com.~ Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak memimpin konferensi pers pengungkapan besar kasus narkoba di pinggiran Sungai Lingkungan Pria Laut III, Jalan Balai Desa, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (7/11/2025).

Peredaran narkoba ini terungkap saat Tim Gabungan dari BNN Sumut, Polda Sumut, Polrestabes Medan, Kodam I/BB, Dandim 0201/Medan, Danpomdam I/BB bersama Pemko Medan menggelar razia sarang narkoba serentak se-Indonesia.

Razia yang digelar mulai dari 3-7 November 2025 itu berhasil mengamankan barang bukti 35 kilogram sabu, 985 butir ekstasi (XTC), 178 catridge vape mengandung narkotika MDMA dan kokain, serta 59 tersangka.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga H. Panjaitan didampingi Kabid Berantas dan Intelijen Kombes Pol Charles Sinaga, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Wali Kota Medan Rico Waas, dan Danpomdam I/Bukit Barisan Kolonel Cpm Henry Simanjuntak menyampaikan keterangan pers di lokasi penggerebekan Jalan Balai Desa, Kelurahan Lalang, Kecamatan Sunggal.

Terlihat juga di lokasi Wadir Narkoba Polda Sumut AKBP Diari Estetika, Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yunus Nugraha, dan Kapolsek Sunggal Kompol Bambang Gunanti Hutabarat.

Brigjen Toga mengatakan, razia penggerebekan dilakukan serentak se-Indonesia, dan wilayah Kampung Lalang menjadi salah satu basis narkoba yang selama ini belum tuntas diberantas.

"Hari ini kita lakukan razia, dan beberapa hari ke depan razia akan terus digelar di kawasan basis narkoba," ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi tersebut diharapkan bisa dijadikan percontohan dan disarankan untuk diubah menjadi taman agar tidak kembali menjadi barak narkoba. Masyarakat juga diimbau mendukung penuh program pemerintah memberantas narkotika, sebab Sumatera Utara menempati peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dengan lebih dari satu juta warga terpapar.


"Para tersangka nantinya akan direhabilitasi," jelas Toga.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan, selain kawasan Sunggal, razia gabungan juga dilakukan di Jalan Pasundan Gang Sedulur Kota Medan, Jalan Petunia Desa Namogajah Medan Tuntungan, dan Kabupaten Asahan.

“Khusus di lokasi Jalan Balai Desa Kampung Lalang, kita mengamankan seorang bandar berinisial MF yang membuat tiga barak narkoba,” kata Kombes Calvijn.

Para pelaku menggunakan alat komunikasi (HT) untuk memantau situasi, sedangkan barak narkoba dikelilingi kawat berduri yang dialiri listrik. Para pengguna bahkan dibuat antre untuk membeli sabu di tiga barak tersebut.

“Kami akan fokus di kawasan Sunggal, Helvetia, dan beberapa kecamatan di Medan,” tegas Calvijn.

Dalam operasi gabungan ini, tim juga berhasil mengungkap 25 kilogram sabu di perairan Asahan dengan tersangka HP dan seorang DPO berinisial X. Selain itu, 10 kilogram sabu lainnya diamankan dari dua tersangka, ZK dan IP, serta seorang DPO berinisial AW.

Tempat yang digunakan pelaku juga membuka lapak perjudian dindong dan tembak ikan. Tim gabungan akan terus mendata seluruh barak narkoba di Medan.

“Tidak ada lagi oknum masyarakat yang menghalangi petugas. Kita akan tindak tegas. Kalian bisa lari, tapi tidak bisa bersembunyi,” pungkas Calvijn.

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, daerah Kampung Lalang kini menjadi perhatian khusus pemerintah.

“Tidak boleh ada lagi ruang bagi peredaran narkoba di Medan. Seluruh Forkopimda menolak keras narkoba. Kami tidak mau ada lagi keluarga di Medan yang menjadi korban,” ujarnya.

Rico mengapresiasi kerja sama BNN, Polda, Polres, dan TNI dalam memerangi narkoba. “Daerah-daerah rawan narkoba harus kita petakan dan pastikan tidak ada lagi ruang untuk narkoba,” ucapnya.

Dua warga Tanjung Balai bernama Irwansyah dan Zulkarnaen turut ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Medan di Jalan Tol Kisaran saat menuju Medan. Dari keduanya, polisi menyita barang bukti 10 kilogram sabu.

“Kita menangkap dua orang dengan barang bukti 10 kg sabu beberapa waktu lalu,” ungkap Kombes Calvijn.

Irwansyah mengaku nekat menjadi kurir karena faktor ekonomi. Ia dijanjikan upah Rp5 juta jika berhasil membawa sabu ke Medan. “Karena ekonomi lah. Biasanya saya kerja buruh bangunan,” ujarnya.

Ia mengaku baru pertama kali berurusan dengan sabu. Barang itu diterimanya dari pria berinisial AW yang kini masih buron. “Si AW itu yang nyuruh. Anggotanya yang kasih barang ke aku. Aku ngajak kawan, si Zulkarnaen, tapi dia nggak tahu kalau aku bawa narkoba,” katanya.

Irwansyah tidak tahu sabu yang dibawanya akan diberikan ke siapa setibanya di Medan. “Belum ada arahan mau diletakkan di mana. Aku nunggu ditelpon,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Zulkarnaen mengaku tidak tahu menahu soal sabu itu. “Saya cuma diajak ke Medan menemani dia. Saya nggak tahu dia bawa apa,” katanya. (Indra hasibuan) 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SiK, SH Bersama Walikota Medan Paparkan Pengungkapan 6 Kawasan Narkoba

By On 11/07/2025

Keterangan poto: Kapolrestabes Medan didampingi Walikota Medan. 

MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menunjukkan komitmen penuh dalam pemberantasan narkotika dengan mendampingi langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak,SiK,SH dalam konferensi pers, Jumat, (7/11/2025) 

Kehadiran Wali Kota dan Kapolrestabes Medan tersebut sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota Medan terhadap langkah tegas kepolisian. 

Konferensi pers itu sendiri digelar untuk mengumumkan keberhasilan Polrestabes Medan mengungkap enam kawasan rawan narkoba di wilayah tersebut hanya dalam kurun waktu empat hari. 

Acara yang berlangsung di lokasi non-formal, yakni di pinggiran sungai Lingkungan Pria Laut III, Jalan Balai Desa, Medan Sunggal, tersebut menyoroti keseriusan kolaborasi antara Pemko Medan dan aparat keamanan. 

Saat pemaparan, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SiK SH menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja intensif. 

"Berhasil setidaknya mengungkap enam kawasan narkoba... Sekurang-kurangnya ada enam lokasi dalam tempo empat hari," kata Jean Calvijn Simanjuntak. 

Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas tampak mendampingi Kapolrestabes Medan selama proses konferensi pers. Kehadiran keduanya di lokasi tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa pemerintah daerah dan kepolisian bersatu dan solid dalam menghadapi masalah peredaran narkoba di Kota Medan. 

Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SiK, SH juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari "kolaborasi intensif", yang mana kehadiran Wali Kota hari itu menjadi bukti nyata dari sinergi yang telah terjalin ," Ujarnya.   (Indra hasibuan) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *