Binjai

HEADLINE NEWS

SatNarkoba Polrestabes Medan Gerebek Jermal 7 ," Bandar Sabu Dipanggil MAMAT Berhasil Kabur

By On 12/04/2025

Keterangan Poto: Ilustrasi

MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Satuan Narkoba Polrestabes Medan kembali gerebek kawasan padat penduduk di Jalan Jermal 7 ujung, Kecamatan Medan Denai. Di kawasan padat penduduk itu, bandar atau pengedar narkotika dipanggil MAMAT alias MAT lolos dari sergapan polisi. Sedangkan GS yang dimaksud ternyata selama ini kawasan Garapan Sekitarnya bukan Guntur Syahputra yang selama ini dimaksud.

 "Kawasan itu sudah viral yang cukup tinggi peredaran narkotikanya yang dikendalikan MAMAT di kawasan GS ( Garapan Sekitarnya) dan digerebek pada hari Rabu (3/12/2025) sore, " ucap Yanto warga Jalan Panglima Denai kepada wartawan, Kamis (4/12/2025) pagi. 

Kata dia, MAMAT, termasuk pemain lama yang sudah eksis peredaran gelapnya  narkotika di kawasan padat penduduk itu. 

"'Baru - baru ini di salah satu akun media sosial yang meyebutkan kawasan Jermal 7 ujung suda cukup eksis peredaran narkotika jenis sabu dan ramai yang melihatnya, " tuturnya. 

Karena itu, dirinya sangat mendukung langkah pihak Polrestabes Medan yang ingin menciptakan rasa aman di masyarakat. Salah satu menindak peredaran narkotika di Jermal 7 tersebut. 

"Saya yakin penggerebekan narkotika pasti berlanjut lagi. Yang kemarin gagal, pasti memburu MAMAT yang licin saat ditangkap di kawasan padat penduduk tersebut, " terangya. 

Jadi, tambahnya, rutinkan saja penindakan yang bisa membuat efek jera kepada pengedar narkotika, yang diburu pasukan terlatih dari Polrestabes Medan. 

Diakui Yanto, pengedar sabu yang cukup harum di kawasan padat penduduk itu sudah juga menyiapkan anggota. Apabila polisi datang dengan berpakaian preman, bisa memberikan kode dan TO hang hendak ditangkap lolos dari sergapan polisi.  

Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Rafli Yusuf Nugraha SIK MH saat dikonfirmasi adanya penggerebekan di Jermal 7 melalui pesan singkat Whatshapp belom berani komentar alias bungkam.  (Indra hasibuan). 



Kombes Pol Dr Jean Calvin Simanjuntak SiK, MH Luncurkan Dua Timsus Anti Begal Sekaligus Menegaskan Dalam Pengamanan SPBU Dan Antisipasi Banjir Didalam Pertemuan Dengan GODAMS.

By On 12/04/2025



MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~ Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. menerima audiensi Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya (GODAMS) pada Rabu malam (3/12/2025) pukul 20.30 WIB di Loby Polrestabes Medan. Pertemuan turut dihadiri Kabag Ops KP. Pardamean Hutahaean dan Kasat Intelkam KP. Lengkap Suherman Siregar, serta Ketua Umum GODAMS Agam Zubir bersama jajaran pengurus.

Dalam penjelasannya, Kapolrestabes Medan menyampaikan bahwa cuaca hujan yang masih terjadi menyebabkan sejumlah wilayah Kota Medan tetap dilanda banjir. “Personel Polrestabes Medan kita kerahkan semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat, baik korban banjir maupun warga yang terdampak antrian di SPBU,” ucapnya.

Ia juga memastikan seluruh SPBU di Kota Medan telah ditempatkan personel Polri guna menjaga ketertiban dan memberikan kepastian pelayanan BBM. “Tujuan kita agar masyarakat mendapat kepastian. Antrian harus teratur dan pelayanan di SPBU harus berjalan,” sebutnya.

Terkait masih adanya kelompok yang tetap memaksakan aksi unjuk rasa di tengah situasi bencana, Kapolrestabes menilai hal itu sangat disayangkan. “Ada yang memaksakan kehendak untuk unjuk rasa. Kasat Intel tolong buat sayembara: yang unjuk rasa untuk pelayanan kita apresiasi, tapi yang anarkis atau mencari keuntungan pribadi akan kita tindak tegas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memaksimalkan kinerja anggota, termasuk melakukan revitalisasi pada unit-unit yang dinilai belum optimal. “Saya terus upayakan revitalisasi, termasuk pada bagian yang perkembangannya belum terlihat,” ucapnya lagi.

Kapolrestabes juga mengungkapkan rencana peluncuran dua tim khusus URC Reserse pada Sabtu mendatang. “Ada dua tim URC dari Reserse yang kita lengkapi kendaraan dan alatnya. Mereka akan bertugas mengungkap begal dan kejahatan jalanan. Saya berharap rekan-rekan mendukung penuh demi rasa aman di Kota Medan,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua GODAMS Agam Zubir menyampaikan sejumlah poin terkait dinamika pengemudi ojek online. “Kami yang bekerja sebagai ojol sangat bergantung pada BBM. Jadi kalau muncul opini kelangkaan, itu langsung memengaruhi kami dan bisa menimbulkan kepanikan,” ucap Agam.

Ia mengapresiasi kehadiran Polri di SPBU. “Kami merasakan kehadiran Polri yang memberi pelayanan kepada masyarakat di SPBU. Itu sangat membantu,” sebutnya.

Agam juga melaporkan penundaan kegiatan HUT GODAMS dari 7 Desember 2025 menjadi 1 Februari 2026 karena situasi banjir. “Acaranya sifatnya family gathering dengan peserta sekitar 1.500 orang. Kita gelar di Wonderland Pancur Batu,” jelasnya.

Ia menambahkan GODAMS terdiri dari lima layanan ojek online dan 62 komunitas. “Sejak 2015, hari Selasa itu hari keramat karena orderan sangat sedikit. Sedangkan Sabtu–Minggu menjadi hari yang ramai,” ucapnya.

Agam turut menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar kegiatan Natal pada Minggu, 25 Desember 2025.

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes menyatakan siap mendukung. “Kegiatan Natal nanti saya support. Silakan komunikasikan terus dengan Kasat Intel. Kita jaga silaturahmi,” sebutnya.

Audiensi berakhir pukul 21.30 WIB dan menjadi bagian dari upaya Polrestabes Medan dalam menjaga situasi Harkamtibmas, termasuk pelayanan publik dan penanganan dampak cuaca ekstrem. (Indra hasibuan). 

Chandra Batak Akan Menempuh Jalur Hukum, Terkait Berita Fitnah Tuduhan Pembacokan di Belawan

By On 12/03/2025


MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Beredar luas di Mediasosial Instagram (Medsos IG) yang berjudul Residivis Chandra Batak Bac*kin Pria Hingga T3was di Belawan.

Dirangkum dari narasi berita yang tersebar luas di Mediasosial Instagram bahwa korban bernama Uyek (28) warga Belawan di keroyok dan mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya, dan tertulis narasi bahwa terduga pelaku adalah Chandra Batak.

Terkait hal tersebut, Chandra Batak saat di konfirmasi wartawan, Rabu (3/12/2025), mengatakan dirinya tidak bersalah, bahkan tidak mengenal korban dan mengetahui adanya pemuda dibacok di Belawan.

"Saya terkejut bang, tiba-tiba viral dimedsos dituduh melakukan pembacokan, saya tidak tau dan tidak mengenal sama sekali dengan korban yang dibacok, mendengar nama saya terbawa-bawa di berita yang tersebar luas," katanya.

Setelah mengetahui hal tersebut,  dirinya langsung mendatangi Mako Polres Pelabuhan Belawan dan sempat diperiksa 1x24 jam.

"Begitu nama saya viral dengan tuduhan pembacokan, saya langsung mendatangi Polres Pelabuhan Belawan, karena saya merasa tidak bersalah makanya berani datang ke Polres Belawan bang, saya sempat diperiksa 1x24 jam di Polres Belawan," ungkap Chandra Batak kepada Wartawan.

Lebih lanjut menurut keterangan dari Chandra Batak, dirinya siap ditahan jika ia terbukti bersalah melakukan pembacokan kepada korban. 

"Kalau benar saya bersalah melakukan pembacokan, saya siap ditahan, tapi ini saya benar-benar tidak mengetahui siapa pelaku yang membacok korban bang," ujar nya.

Terkait pencemaran nama baik dan fitnah meluas di media sosial, dirinya akan menempuh jalur hukum dan akan melaporkan orang yang sudah menyebar luaskan berita bohong alias hoak tersebut.

"Dalam hal ini saya sudah difitnah dan pencemaran nama baik saya, intinya saya tidak ada melakukan pembacokan itu bohong alias hoax, saya akan menempuh jalur hukum, akan melaporkan akun yang sudah menyebarkan berita bohong itu," tegasnya.

Selain itu keluarga korban pembacokan di unggah dari akun Facebook @Uyun mengatakan, (Ralat, adek kami msh hidup dan sedang berjuang diruang operasi dengan luka yg sangat serius. TANGKAP PELAKU!).

Terpisah, Keluarga korban saat dikonfirmasi oleh wartawan mengatakan adiknya masih hidup, dan korban masih di rawat di RS dalam keadaan belum sadarkan diri.

"Itu berita tidak benar, adik saya masih hidup, saat ini masih menjalani perawatan yang intensif dan sedang berjuang di ruang operasi dangan luka yang sangat serius," kata keluarga korban. (Indra hasibuan) 

Nandito Sihotang Tetap Ditahan Polrestabes Medan Meski Tak Terlibat Pencurian Besi, " Ada Apa???...

By On 12/03/2025


MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Nandito Sihotang alias Johan (29) ditangkap dan ditahan di Satreskrim Polrestabes Medan meski tidak ada keterlibatan dalam perkara tindak pidana pencurian besi yang terjadi pada hari Selasa tanggal 14 Oktober 2025 di Seputaran Jalan Gatot Subroto No.244 D-E, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Hal itu diakui dan dinyatakan oleh terduga pelaku FSS alias Sotar, saat ditemui awak media di Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Medan Tanjung Gusta pada Jumat 7 November 2025.

Ia juga membuat pernyataan tertulis bahwa Nandito Sihotang tidak ada keterlibatan dalam pencurian besi tersebut. Dan pada saat di BAP oleh penyidik Satreskrim Polrestabes Medan ia juga menyampaikan bahwa Nandito Sihotang tidak ikut terlibat dalam pencurian besi itu.

"Saya siap disumpah apapun, bahwa Nandito Sihotang tidak saya kenal dan tidak ada keterlibatan atas peristiwa pencurian besi yang saya lakukan di Seputaran Jalan Gatot Subroto," ujar FSS kepada awak media, Jumat (7/11/2025) lalu.

Dijelaskannya, setelah selesai menggergaji besi di rumah kosong tersebut, ia melihat dan menghentikan Nandito Sihotang yang mengendarai becak berisikan nasi-nasi basi di dalam ember. Selanjutnya, memaksa Nandito untuk membantu mengangkat besi yang digergajinya namun Nandito Sihotang menolak permintaan FSS meski dirinya diancam. Saat itu juga polisi patroli melintas dan langsung mengamankannya dan diboyong ke Polrestabes Medan.

"Saya menghentikan Nandito Sihotang dan mengancamnya untuk mengangkat besi yang saya gergaji namun dianya menolak, saat itu juga polisi patroli lewat dan langsung mengamankan saya dan Nandito Sihotang," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia meminta bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK untuk segera membebaskan Nandito Sihotang. "Saya meminta dan berharap bapak Kapolrestabes Medan agar membebaskan Nandito Sihotang," pintanya.

Sonti Napitupulu (70) ibu kandungnya Nandito Sihotang kepada wartawan, Rabu (3/12/2025) mengatakan bahwa anaknya sebagai tulang punggung keluarga dalam mencari nafkah setiap hari kini menjadi korban atas peristiwa yang dilakukan oleh terduga pelaku FSS.

"Anak saya tidak tau apa-apa dalam perkara pencurian besi yang dilakukan FSS. Terduga pelaku juga mengakui dan membuat pernyataan tertulis bahwa anak saya tidak terlibat. Namun, anak saya tetap juga ditahan oleh Satreskrim Polrestabes Medan," ucapnya dengan meneteskan airmata.

Wanita yang sudah berusia lanjut ini meminta dan berharap bapak Kapolrestabes Medan untuk memberikan keadilan terhadap anaknya yang tidak bersalah.

"Ibu kandung mana yang tega melihat anaknya di dalam penjara. Tolong saya bapak Kapolrestabes Medan, bebas anak saya. Anakku tidak bersalah pak, dia tidak ada keterlibatan dalam peristiwa pencurian besi itu pak," tangisnya berlinang airmata berharap anaknya yang tidak bersalah di bebaskan.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak SIK, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (3/12/2025) enggan memberikan komentar hingga berita ini diterbitkan. (Indra hasibuan). 

Terduga Dewi Astutiy BNN- BAIS TNI Berhasil Amankan Buronan Internasional Di Kamboja.

By On 12/03/2025



Jakarta, DeteksiNusantara. Com. ~  Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI serta Bea dan Cukai berhasil mengamankan pelaku DA alias Mami, buronan internasional dan aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 serta beberapa kasus besar tahun 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.

Penangkapan pelaku DA ini dilakukan di Sihanoukville, Kamboja, melalui operasi senyap lintas negara yang dipimpin oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan. Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari perintah Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, yang sebulan sebelumnya menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk melakukan operasi pengejaran internasional.

Operasi ini mendapat dukungan penuh dari Atase Pertahanan RI di Kamboja dan BAIS TNI yang dipimpin Yudi Abrimantyo, yang berperan penting dalam pemetaan pergerakan lintas negara serta koordinasi regional.

Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh. Di sisi lain, kerja sama erat dijalin dengan Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja, Chuon Narin, beserta jajarannya yang membantu proses penangkapan dan pengamanan di lapangan.

Pelaku DA yang juga menjadi buronan Korea Selatan, diamankan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik. Setelah diamankan, Dewi dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.

Kepala BNN RI, mengapresiasi operasi yang dilakukan oleh tim dalam menangkap buronan pelaku DA di Kamboja.  Sebab, telah menjadi komitmen BNN dalam mengejar para pelaku kejahatan narkotika.

"Keberhasilan ini tentunya menegaskan komitmen BNN RI dalam mengejar pelaku kejahatan narkotika hingga ke luar negeri. Melalui sinergitas yang kuat antar lembaga negara maupun kepolisian negara sahabat," ujar Kepala BNN RI.

Setiba di Indonesia, Pelaku DA akan menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional yang beroperasi ke sejumlah negara. Jejaring ini diketahui beraktivitas dalam pengambilan dan distribusi narkotika berbagai jenis, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, menuju Asia Timur dan Asia Tenggara.

BNN menegaskan bahwa penindakan tidak berhenti pada penangkapan, tetapi akan berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisir. (Indra hasibuan). 


#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

BBM Aman, Kapolrestabes Medan Pastikan Distribusi Dikawal dan Penjualan Ilegal Ditindak

By On 12/02/2025


MEDAN , DeteksiNusantara. Com. ~ Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. melakukan kunjungan ke kantor Pertamina Patra Niaga di Jalan Putri Hijau, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat,Selasa(2/12/25) sebagai langkah koordinasi untuk memastikan pelayanan dan distribusi BBM di Kota Medan berjalan aman dan lancar.

Dalam kegiatan itu, Kapolrestabes hadir bersama Kasat Intelkam Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H.; Kasat Reskrim Bayu Putro Wijayanto, S.E., S.I.K., M.H., M.I.K.; serta P.s Kanit II Sat Intelkam Ipda Aliamsyah Batubara S.Ag. Sementara dari Pertamina Patra Niaga tampak hadir Grup Head Operation Regional Sumbagut Basuki Santoso dan Sales Retail Devian Faris.

Kapolrestabes menegaskan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menjual BBM eceran dengan harga Rp50 ribu per botol aqua. “Penjual BBM eceran yang mematok harga lima puluh ribu per botol harus ditangkap,” tegasnya. Ia juga menyoroti kekurangan operator dispenser di sejumlah SPBU, serta menekankan agar pembelian menggunakan jeriken tidak dilayani. SPBU yang tidak beroperasi diminta memberikan pemberitahuan tertulis kepada masyarakat. Selain itu, Kapolrestabes meminta Pertamina melakukan live report mengenai ketersediaan stok agar informasi dapat diterima secara terbuka. “Stok harus dipastikan aman,” ujar Kapolrestabes.

Dalam himbauan bersama Pertamina, Kapolrestabes menyebut bahwa saat ini terdapat 91 SPBU yang beroperasi di Kota Medan dan seluruhnya telah ditempatkan personel Polri. Ia menambahkan bahwa 313 personel diterjunkan untuk membantu kelancaran antrean BBM maupun arus lalu lintas di sekitar SPBU. Pelayanan kepada masyarakat dilakukan melalui pengaturan pola antrean, pola pengisian, serta edukasi dan komunikasi di lapangan. Masyarakat diimbau untuk berpindah ke SPBU lain jika menghadapi situasi stok habis, dan tidak perlu panik karena ketersediaan BBM dipastikan cukup.

Perwakilan Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polrestabes Medan siap mengamankan seluruh proses distribusi BBM ke SPBU di Kota Medan, serta memastikan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penting dalam menjaga kelancaran penyaluran BBM di Kota Medan. Diperkirakan masih berpotensi muncul kemacetan akibat antrean BBM, keluhan masyarakat terkait pelayanan SPBU, hingga praktik penjualan eceran dengan harga tinggi. Juga terdapat potensi penghadangan truk tanki Pertamina saat distribusi. Untuk itu, direkomendasikan penempatan personel terbuka maupun tertutup di SPBU serta pengawalan terhadap truk tanki Pertamina selama proses pendistribusian BBM. (Indra hasibuan). 

Diduga Oknum Polisi Terlibat Utang, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum dan Melaporkan ke Pimpinannya

By On 12/02/2025

Keterangan Poto Ilustrasi

MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Seorang oknum Polisi yang bertugas dijajaran Polrestabes Medan diduga memiliki utang kurang lebih sebesar 7 juta rupiah kepada Khairunnas warga Jalan Bromo Medan. Ironisnya, Oknum Polisi itu diduga tidak ada niat untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya hingga saat ini dan sudah berlangsung satu tahun.

Akibatnya, Khairunnas menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan oknum Polisi tersebut ke pimpinannya.

Diketahui oknum polisi itu berinisial I Tugas Luar (TL) dijajaran Polrestabes Medan.

Hal itu diungkapkan Khairunnas yang juga sebagai Wakil Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan didampingi istrinya kepada awak media di Medan, Selasa (2/12/2025).

Dijelaskannya, peminjaman uang yang dilakukan oleh oknum polisi itu secara bertahap dari tahun 2024 hingga mencapai 7 juta rupiah secara tunai. Namun hingga detik ini belum ada niat untuk mengembalikan sejumlah uang tersebut dan bahkan memblokir nomor kontaknya.

"Saya sudah ngomong bagus-bagus kepada (I) namun selalu berdalih dan selalu beribu alasan. Bahkan saat ini nomor handphone saya diblokirnya," ungkap Khairunnas dengan nada bergetar.

"Setiap saya bersama istri minta uang itu dikembalikan, dirinya beralasan tunggu mobilnya terjual dan rumah. Alasan seperti itu tidak masuk akal, sementara dia (I) masih Polisi aktif," tambahnya.

Untuk itu, lanjut Khairunnas, dirinya akan menempuh jalur hukum atas peristiwa tersebut.

"Dalam waktu dekat, saya akan menempuh jalur hukum dan melaporkan peristiwa ini kepada pimpinannya," tegasnya mengakhiri.

Terpisah, Oknum Polisi tersebut saat dikonfirmasi via WhatsApp ke nomor 082267310xxx, Selasa (2/12/2025) mengatakan sudah mencicil setiap bulannya dan mengaku persoalan tersebut antara istri.

"Sudah kita cicil itu bg tiap bulannya y...itu urusan SM istri saya tidak ada hubungannya SM saya. Tidak sebesar itu...cari informasinya yg jelas..bukan sgitu. Yg benar klo cari infonya ya..jgn asal2. Tiap bulan ada dibayar dicicil. Itu istri ke istri...y bg..laki2 ngk ikut campur," ungkapnya lewat pesan WhatsApp. (Indra hasibuan) 

Pertamina Patra Niaga Sediakan Layanan Telepon Khusus Bagi Instansi / Lembaga untuk Kebutuhan BBM dalam Penanganan Bencana di Wilayah Sumatera

By On 12/01/2025



MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~ Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mendukung penanganan bencana alam yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyampaikan bahwa pihaknya terus bergerak cepat untuk memastikan suplai energi tetap terjaga di tengah upaya evakuasi dan pemulihan kondisi masyarakat.

Menurut Mars Ega, kehadiran energi menjadi sangat krusial dalam mendukung operasional penanggulangan bencana seperti transportasi logistik, evakuasi warga, serta layanan darurat lainnya. Karena itu, ketersediaan BBM harus dipastikan aman dan bisa diakses secara cepat oleh pihak terkait di lapangan.

Untuk memastikan koordinasi kebutuhan BBM berjalan lebih responsif, Pertamina Patra Niaga menyiapkan Nomor Telepon Khusus yang dapat dihubungi oleh Instansi/Lembaga untuk penanganan bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar yang membutuhkan dukungan energi. Nomor layanan tersebut adalah 0822-7692-9620.

Melalui layanan ini, Pertamina berharap distribusi energi dapat terus terjaga dan menjangkau seluruh titik terdampak secara tepat sasaran. Pertamina Patra Niaga juga memastikan seluruh tim operasional tetap siaga untuk memberikan dukungan terbaik di tengah kondisi darurat ini.

Sedangkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi terkait ketersediaan BBM dan LPG di daerah terdampak bencana banjir dan longsor, dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.  (Indra hasibuan). 



Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal Bekuk 7 Spesialis Begal, 5 Orang Ditembak

By On 12/01/2025



MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~  Unit Reskrim Polsek Sunggal yang dipimpin oleh AKP Budiman Simanjuntak S.E M.H, kembali menorehkan prestasinya dalam memburu komplotan specialis begal malam.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kapolsek Sunggal, Kompol Bambang G Hutabarat S.H.M.H pada gelar kasus tindak pidana  Pencurian Dengan Kekerasan dan Tindak Pidana Pertolongan Jahat atau Tadah di Mapolsek Sunggal, Senin (01/12/2025).

Prestasi itu dibuktikan dengan 7 pelaku specialis begal malam berhasil diringkus. 7 pelaku yang diamankan adalah, VRM (20), JF (20), CPR (21), MF (18), DPD (22), AJW (17) dan HBS (31)

"Bahwa tersangka begal ini ada 7 orang yang berhasil kami amankan, 1 di antaranya adalah penadah, penampung atau penerima hasil dari kejahatan," jelasnya.

Kompol Bambang G Hutabarat S.H.M.H mengatakan, dari 7 pelaku ini, ada 1 pelaku yang akan diserahkan ke Polsek Medan Tembung.

"untuk pelaku di antaranya satu sudah kita serahkan kepada Polsek Medan Tembung, mengingat karena memang pada saat kita melakukan pemeriksaan, interogasi yang bersangkutan atau tersangka tersebut tidak ada untuk ikut serta di wilayah kita , tapi terlibat dalam kasus yang sama di wilayah hukum Medan Tembung," katanya

Seakan tak pernah gagal dalam melancarkan aksinya, specialis begal malam ini mengakui telah beraksi di 24 TKP. Bahkan Para pelaku tidak segan untuk melukai korbannya. Selain kelompok spesialis begal, mereka melakukan aksinya menjelang pagi, dini hari.

" Untuk 7 tersangka ini, hasil pemeriksaan yang kita lakukan, secara mendalam, mereka mengakui sudah melakukan kasus pencurian dengan kekerasan ini di 24 TKP, ya, di 24 TKP yang ada di Kota Medan, bahkan ada beberapa TKP yang dilakukan di luar daerah Kota Medan," ungkap Kapolsek Sunggal.

Dari hasil penangkapan terhadap pelaku, petugas berhasil menyita sejumlah Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 4 (Empat) unit Hendpone , Uang Tunai sebesar Rp. 7.500.000, 4 (Empat) unit Sepeda Motor Honda Beat, dan 1(satu) buah Jaket Warna Biru Liris Putih.

"Komplotan specialis begal yang telah beraksi di 24 TKP  disangkakan dengan Pasal 365 Ayat (2) Ke-2e KUHPidana dan terancam 9 tahun penjara," tegasnya. (Indra hasibuan) 

Bangunan Ruko Mewah Diduga Tanpa PBG  di Jalan Bahagia By Pass Medan Masih Beroperasi

By On 12/01/2025

Keterangan poto: Bangunan Mewah Ruko Tanpa BPG jln Bahagia By Pass Medan

MEDAN, DeteksiNusantara. Com. ~ Bangunan mewah di Jalan Bahagia By Pass, Kelurahan Sudi Rejo II, Kecamatan Medan Kota diduga kuat berdiri tanpa izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ironisnya, meski sudah disurati oleh pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas Perkim, pembangunan terus berjalan tanpa ada hambatan Senin 1 Desember 2025.

"Salah seorang warga menduga adanya praktik "kong kalikong" antara pemilik bangunan dan pihak Kecamatan Medan Kota, "Ungkapnya.

"Logikanya, bangunan mewah tanpa PBG tidak ditindak, pasti ada keuntungan besar yang didapat pihak kecamatan sehingga mengabaikan PAD Kota Medan," ujarnya, Senin 1 /12/2025.

Pria berbadan kurus ini juga menyinggung pernyataan Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang telah menegaskan agar jajarannya serius meningkatkan PAD dan menindak bangunan liar.

"Kenyataannya, bangunan mewah tanpa PBG di Jalan Bahagia By Pass bebas berdiri megah dan baik pihak Kelurahan atau kecamatan diduga sengaja melakukan pembiaran," tegasnya. 

"Ketika dikonfirmasi Ulang terkait bangunan mewah tanpa BPG terletak di jalan Bahagia By Pass oleh awak media Kadis Perkim Kota Medan Jhon Lase mengatakan, Sudah SP 1, 2, 3. Tgl 17 November 2025 Sudah kita teruskan ke POL PP untuk penindakan.

Sedangkan Camat Medan Kota DR Raja Ian Andos Lbs .S.STP, MAP saat dikonfirmasi awak media juga mengatakan, Sudah disurati himbauan dari kelurahan dan kecamatan. Dari perkim juga sudah ada surat ke mereka dan Trantib kecamatan juga sudah turun berkali2 ke lokasi, " Ungkap Camat Medan Kota. 

"Sudah disurati himbauan dari kelurahan dan kecamatan. Dari perkim juga sudah ada surat ke mereka," katanya. 

Raja juga menambahkan bahwa Trantib juga telah berulangkali ke lokasi bangunan Trantib kecamatan juga sudah turun berkali-kali ke lokasi," terangnya mengakhiri. 

Kondisi ini memicu adanya dugaan bahwa pemilik Property bangunan merasa kebal hukum dan terang terangan menantang Pemerintah Kota (Pemko) Medan.  (Mashuri).    

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *