Binjai

HEADLINE NEWS

Diduga Penyerangan Berdarah di PT BI Belum Ada yang Ditangkap: Kinerja Kapolres Belawan Perlu Dipertanyakan Sedangkan Wajah Para Pelaku Terekam Jelas.


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~   Sangat menyayangkan apabila Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi tidak mau membalas konfirmasi sejumlah wartawan dalam kasus penyerangan preman bersenjata tajam ke PT. Belawan Indah, apalagi kejadian tersebut sebuah aksi kriminal besar yang cukup menggemparkan.

Hal tersebut diungkapkan seorang Wartawan senior Kota Medan, Josmarlin Tambunan dimintai tanggapannya soal sulitnya Kepala Polres Belawan membalas konfirmasi wartawan meski terkait kasus besar di wilayah kerjanya. Rabu (24/6/2026).

"Disamping masyarakat atau publik menjadi sulit mendapatkan informasi yang akurat, tentunya bisa memunculkan spekulasi liar pula di ruang -ruang publik terutama di media sosial atas peristiwa tersebut bila Pak Kapolres Belawan selalu diam atas konfirmasi para wartawan," 

"Juga dapat menurunkan kepercayaan terhadap Polres Pelabuhan Belawan yang dia pimpin, bahkan kepada Polri, dan sama saja membuka celah munculnya informasi hoaks atau diduga karena adanya dugaan  yang ditutup- tutupi," jelas Josmarlin Tambunan.

Sebagai sosok  wartawan senior bidang kriminal dan hukum, yang sampai sekarang tetap eksis, memiliki segudang pengalaman, terutama soal menganilsa kinerja aparat kepolisian, menganilsa institusi kepolisian dalam menangani kriminalitas dan persoalan Kamtibmas. Ditanya kira-kira mengapa dan ada apa sehingga Polres Belawan belum terdengar ada melakukan penangkapan dala kasus penyerbuan oleh preman di PT BI?

"Kebetulan kasus ini sejak awal saya ikuti terus sampai sekarang. Jadi bila wajah -wajah para pelaku dan aksi kriminal yang mereka lakukan sudah jelas terlihat seperti yang ada direkaman video dan foto-foto yang beredar, namun belum juga ditangkap, masyarakat bisa  jadi ragu dan mempertanyakan kinerja kepala kepolisian, Polres Belawan ini khususnya," 

Sambung pria akrab disana Bang Jos Tambunan lagi, "Lagian modus operandi para pelaku premanisme ini dan otak di belakangnya kan bukan pola yang sulit untuk diungkap, seperti yang diungkapkan Kuasa Hukum PT BI, Pak Dr Darmawan Yusuf sebelumnya ke media, pola kejahatannya sangat umum, da yakin Pak Kapolres Belawan paham lah, dan gampang lah menangkapnya bila benar komitmen," 

"Kecuali kalau Kapolres Pelabuhan Belawan Pak AKBP Rosef Efendi ada hubungan emosional dengan pihak PT SBP, yang selama ini disebut-sebut mengerjakan para preman membangun tembok beton di atas tanah PT BI?, yang mana pembangunan tembok itu diduga modus awak untuk menguasai dengan membuat hingga stop total operasional PT BI," kata Jos Tambunan.

Lanjut ditanya pendapatnya, bila Kapolres Pelabuhan Belawan tetap bungkam, bahkan tanpa mau mengarahkan kepada Humas ataupun bawahannya menjawab konfirmasi para wartawan dalam kasus para pelaku premanisme yang merasa kebal hukum ini?

"Sudah selayaknya Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto dan Kapolri meninjau ulang kinerja Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, apalagi ini soal premanisme terang -terangan berbuat kriminal, sampai menimbulkan adanya korban 4 orang sekarat, mengganggu iklim usaha, bahkan sepeda motor karyawan banyak yang dicuri, dan belum ada pula yang ditangkap."

"Pemberantasan premanisme masih kita ingat sebagai salah satu program utama Pak Irjen Whisnu Hermawan Februanto sejak menjabat Kapolda Sumatera Utara," tutup Josmarlin Tambunan menambahkan bila perlu Kapolda Sumut turunlah  langsung ke Belawan. 

Sekedar mengingatkan, penyerangan oleh sekitar lima puluhan preman diduga bayaran dengan membawa senjata tajam dan benda keras di PT BI terjadi pada 11 Juni sekitar 2 Minggu lalu.

Ternyata penyerangan kelompok preman itu dalam memuluskan pembangunan tembok di atas tanah PT BI, yang belakangan didapat informasi, bahwa PT SBP di balik pembangunan tembok beton yang cukup tinggi itu.

Aksi hari pertama penyerangan ke PT BI sudah dicoba dimediasi pihak Forkopimcam, terdiri dari Kapolsek Medan Belawan, Kejari Belawan, Camat Medan Belawan, Koramil 09//MB dan Pemko Medan melalui Dinas Perkim TRTB.

Namun mediasi yang mengeluarkan keputusan imbauan dan saran agar PT SBP menghentikan pembangunan tembok tersebut dengan dasar tanpa ada izin PBG dan di atas tanah PT BI, bisa membuat terjadinya tindak pidana kembali, tetapi sepertinya dianggap angin lalu pihak PT SBP dan malah terus menerus membangun tembok tersebut dan sampai terjadi aksi kriminal lanjut sampai memakan korban luka serius dari pihak pekerja PT BI, dan sampai detik ini belum ada dari para pelaku yang ditangkap meski sudah dilaporkan ke polres pelabuhan Belawan. 

" Ditempat terpisah ketika awak media coba Komfirmasi Rabu ( 24/6/2026 ) melalui Pesan WhatshApp , Kapolres masih milih bungkam, beda dengan Kasatreskrim Polres Pelabuhqn Belawan AKP Agus Purnomo SH saat di Komfirmasi oleh awak media lewat Pesan WhatshaPP mengatakan, Sedang kami tindak lanjuti mohon doanya , " Ujarnya dengan singkat dan tegas. 


(Red ). 

Newest
You are reading the newest post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *