» » Chek Yung Diduga Kendalikan Judi Online di Kamboja dan Philipina Dari Medan

Chek Yung Diduga Kendalikan Judi Online di Kamboja dan Philipina Dari Medan

Penulis By on 6.08.2023 |

MEDAN// DeteksiNusantara.Com. Warga Medan menduga duga bilamana sekarang

Poto pelaku Chek Yung als Buyung

big bos yang terbesar di Medan adalah Apin BK alias Jonni, yang sudah resmi ditahan dan mendekam di LP Tanjung Gusta Medan. 


Ternyata, dari hasil penelusuran  di lapangan bahwa Apin BK hanyalah sebagai ”tumbal” saja.

Apin BK tidak mau untuk membongkar dikarenakan diduga takut kepada konsorsium judinya.


Dia adalah, Chek Yung yang lebih dikenal alias Buyung. Pria turunan Tionghoa yang tinggal di perumahan mewah Jalan Cemara, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan itu diduga telah mengendalikan 13 situs judi online di Kamboja dan Philipina bersama tiga anaknya dari Kota Medan.


Bisnis haram  itu sudah lama beroperasi sekitar 2 tahun. Awalnya, Buyung bersama konsorsiumnya mulai merintis dan membuka di kawasan  Amplas.

Seiring berjalannya waktu, bisnis perjudiannya semakin berkembang.


Kemudian, konsorsium Buyung telah pecah kongsi alias pecah saham, masing-masing telah membuka usaha sendiri- sendiri termasuk Apin BK dan beberapa temannya. Walau pun tidak satu manajemen lagi namun mereka tetap kompak dan saling membantu.


Buyung kemudian membuat jaringan kerja sama dengan temannya di Kamboja untuk membuka bisnis perjudian. Pria berusia 40 tahun itu membawa orang-orang Indonesia bekerja di bisnisnya itu.


Sementara Apin BK membuka bisnis judi di Komplek Cemara Asri yakni di Warung Warna Warni (WWW) termasuk di sejumlah  lokasi di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara.


Ke 13 situs judi online yang dikendalikan oleh Buyung yakni, Elangwin, Mamen123, Musangwin, Fendi188, Prada188, Angkasa168, Batik77, Singawin, Gasing777, Bento123, Suster123, Semutwin dan Berkahwin.


Untuk mengelola 303 itu, Buyung dibantu oleh ketiga orang anaknya, yakni K alias AH, RT dan CV.


Untuk membantu ketiga anaknya itu, Buyung eks toke perabot yang namanya sudah di blacklist dari Bank Indonesia itu mempekerjakan warga Indonesia dengan istilah khas besar dan khas kecil antara lain inisial San, Sur, Siak Ngo, Ay, Ri dan lain-lain.


Mereka ini jugalah yang sudah bertugas menghubungi hasil usaha tersebut kepada orang-orang tertentu.


Hampir setiap bulan Buyung pergi ke Kamboja dan Philipina.Di situ  juga dia memiliki kantor cabang. Dari Medan, dia mengendalikan lewat ponselnya dan ketiga anaknya.


Apin BK dari 18 situs judi online yang beroperasi di Medan hanya sekitar Rp 1 milar setiap hari. Namun, Buyung dari omzet 13 situs judi online nya  yang berada di Kamboja dan Singapura bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 milar setiap bulan.


Omzet inilah yang dibagi-bagikan Buyung kepada oknum-oknum petugas yang berasa di kota Medan. Maka tidak heran aparat berwewenang tidak ambil pusing dengan bisnis haram tersebut apalagi alasannya, sulit dilacak karena situsnya beroperasi di Kamboja dan Philipina.


Penyidik Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumut sepertinya tidak menelusuri situs perjudian tersebut.


Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak melalui Dirkrimsus Kombes Pol Tedi Marbun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/6/2023) terkait diduga adanya warga Medan yang berinisial CY alias Buyung yang mengendalikan judi online di Kamboja dan Philipina dari Medan, hingga berita ini diterbitkan belum berkomentar. (Indra.Hsb)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya