MEDAN // DeteksiNusantara.Com.~ Renovasi Gedung Tempat Peribadatan Bersama Warga Kristen Universitas Sumatera Utara dan sekitarnya yang berbentuk Oikemene Chapel Universitas Sumatera Utara tidak ada unsur agama dan tindakan intoleransi. Hal ini dijelaskan oleh Ustadz Martono, SH.SPd dalam Konferensi Pers USU pada 14 Agustus 2026 di Gedung Student Center USU.
Ust Martono yang juga Ketua Umum Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (DPP FKIB) merasa prihatin seolah-olah telah terjadi isu Agama dan tindakan Intoleransi dalam Pelaksanaan Pengosongan Gedung Chapel Oikomene
" USU tersebut pada 10 Agustus 2026 yang lalu. Telah banyak berseliweran di beranda media sosial bahwa telah terjadi isu agama dan tindakan intoleransi di gedung tersebut saat pengosongan tersebut. Hal ini tentu akan berpotensi dapat memecah persatuan dan kesatuan antar umat beragama, seolah-olah telah terjadi gesekan antara umat Kristen versus Islam. Ini murni masalah internal umat kristen dengan umat kristen ungkap ust martono.
Tugas pengosongan tersebut dilaksanakan oleh pihak keamanan usu yang terdiri berbagai unsur agama dan ini murni tugas institusi sebut ust martono. Pengosongan tidak serta merta dilakukan sebelum pengosongan telah dilakukan mediasi oleh pihak usu namun tidak ditemukan kesepakatan, lalu pihak usu melayangkan Surat Peringatan untuk mengosongkannya namun tidak diindahkan, terpkasa pihak usu melakukan tindakan tegas berupa pengosongan.
Untuk itu ust martono menghimbau kepada netizen agar lebih bijak dalam merespon di media sosial dan tidak terpengaruh dengan berita di media sosial sebelum dichek kebenarannya.
" Ust Martono juga mengajak dan mengimbau agarkiranya marilah kita tetap menjaga persatuan, kesatuan sekaligus berkotribusi dan membangun bangsa yang maju, sejahtera dan berkeadilan, singkirkan ego pribadi atau kelompok untuk Indonesia Raya ," Ungkap ust martono tegasnya.
(Red).
You are reading the newest post
Next Post »
