Binjai

HEADLINE NEWS

Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A Resmi Ditutup, 17 Lembaga Turut Daftarkan Stafnya sebagai Anggota IKAI Sumut


MEDAN // Deteksi Nusantara.Com.~.  Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sumatera Utara bersama United Nations Office on Drugs and Crime* (UNODC) Country Office, Indonesia resmi menutup Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A, Jumat (14/8/2026), bertempat di Aula FISIP Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, 10–14 Agustus 2026, digelar untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi konselor adiksi dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang mengalami permasalahan penyalahgunaan zat — mulai dari kemampuan melakukan skrining dan asesmen, hingga menyusun rencana penanganan bagi individu yang mengalami permasalahan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh 46 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara, termasuk dari Padang Sidempuan, serta turut diikuti anggota IKAI Aceh dari Yayasan Al-Fatha, Banda Aceh.

Acara penutupan turut dihadiri Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.M., perwakilan lembaga rehabilitasi, mitra Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Dekan FISIP USU, PERMEDSU, serta sejumlah relawan dan pegiat antinarkoba.

Dalam sambutannya, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang digagas IKAI Sumut bersama UNODC. Ia menilai peningkatan kapasitas konselor memiliki peran strategis dalam memastikan layanan rehabilitasi diberikan sesuai kebutuhan masing-masing klien. Menurutnya, pelatihan semacam ini merupakan bagian dari upaya besar menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba, sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas profesi konselor dan masa depan masyarakat. Ia berharap kegiatan peningkatan dan pengembangan kompetensi konselor terus mendapat dukungan dari pemerintah maupun organisasi profesi ke depannya.

Ketua IKAI Sumatera Utara, Eka Prahadian Abdurrahman, mengatakan peningkatan kompetensi konselor merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas layanan rehabilitasi bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa konselor harus memiliki kemampuan memadai agar dapat memberikan pendampingan sesuai kebutuhan klien serta mengacu pada pendekatan berbasis bukti ilmiah.

Sementara itu, Programme Officer Drug Dependence Treatment and Care UNODC, Country Office, Indonesia, Narendra Narotama, menyampaikan bahwa UNODC terus mendorong keterlibatan masyarakat dan organisasi profesi dalam penanganan permasalahan narkotika melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.


17 Lembaga Daftarkan Stafnya Jadi Anggota IKAI Sumut

Salah satu syarat bagi lembaga pengirim peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini adalah kesediaan mendaftarkan karyawan atau pegawainya sebagai anggota IKAI Sumut. Berdasarkan dokumen panitia, sedikitnya 17 lembaga rehabilitasi tercatat mendaftarkan stafnya sebagai anggota, di antaranya:

Yayasan Gemilang Sakti Jaya Deliserdang,Yayasan Gemilang Sakti Jaya Padang Lawan Utara, Yayasan Nazar, Yayasan Bukit Doa, Yayasan Medan Plus, Yayasan Rumah Kita, Yayasan Kiki Alam Jaya, Yayasan Pelita Mutiara Kasih, Yayasan Amelia Deliserdang, Yayasan Amelia Padang Sidempuan, Yayasan Berkat Kasih Kemurahan (YBKK), Yayasan Al Fatha, Yayasan LRPPN, Lembaga FOKUS Rehabilitasi Narkotika Indonesia, Yayasan Satu Hati Membangun (YASAM), Yayasan Jopan

Panitia Pelaksana, Mifta Fariz Boli Malakalu, yang akrab disapa Bung Mifta, menjelaskan bahwa syarat keanggotaan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya memastikan setiap petugas maupun konselor menjalankan tugasnya secara profesional dalam mendampingi orang dengan penyalahgunaan zat.

“Dapat dibayangkan jika petugasnya melakukan diagnosa dengan tepat, maka akan dapat membantu para penyintas dalam mengatasi permasalahannya,” ujar Bung Mifta.

Dengan ditutupnya Pelatihan Konselor Adiksi Treatnet Volume A ini, IKAI Sumut bersama UNODC dan jajaran lembaga mitra berharap kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung pelaksanaan P4GN di Sumatera Utara dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang. 


(Red).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *