Binjai

HEADLINE NEWS

Mapoldasu Digeruduk Puluhan Wartawan Tergabung Dalam Aksi Solidaritas Jurnalis Sumut Tiga Tuntutan Wartawan (Trituwa)

By On 10/15/2025


MEDAN // DeteksiNusantara. Com. Puluhan wartawan yang bergabung dalam Aksi Solidaritas Jurnalis Sumut 'Trituwa' atau Tiga Tuntutan Wartawan, melakukan aksi unjuk rasa di Mapoldasu Jl. SM.Raja hari ini Rabu (15/10/2025).

Adapun dalam aksi ini para awak media meminta agar Kapoldasu cepat menanggapi keluhan wartawan terkait intimidasi dan pemukulan yang dialami rekan mereka yaitu Elin Syahputra dan Dedi Irawandi Lubis.

Elin dan Dedi mengalami intimidasi disaat meliput demo warga di depan PT. Universal Gloves pada Senin, 06 Oktober 2025.

Atas hal ini Elin dan Dedi telah melaporkan kejadian yang mereka alami ke Polsek Patumbak pada malam yang sama namun hari yang berbeda (7/10/2025) sekitar pukul 12.00 dan setelah membuat laporan, Elin malam itu juga menjalani Visum et Repertum di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Namun hari berganti, laporan di Polsek Patumbak seakan jalan di tempat, bahkan ramai di pemberitaan sebelumnya, para pelaku atau terlapor dugaan penganiayaan masih belum ditangkap dan berkeliaran bebas bagaikan kebal hukum.

Kecaman dari berbagai koalisi dan aliansi jurnalis juga tidak digubris, sehingga agar aspirasinya didengar awak media akhirnya melaksanakan demo di Mapoldasu dengan tuntutan :

1. Usut tuntas dan tangkap pelaku pemukulan serta intimidasi terhadap jurnalis yang terjadi saat melakukan peliputan aksi warga terkait PT. Universal Gloves pada Senin, 06 Oktober 2025.

2. Usut tuntas dugaan keterlibatan aparat kepolisian yang diduga membekingi PT. Universal Gloves.

3. Copot Kapolsek Patumbak yaitu Kompol Daulat Simamora, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional atas tindakan bawahannya yang diduga membiarkan terjadinya kekerasan terhadap jurnalis.

Bergantian berorasi pada aksi ini adalah Elin Syahputra, Dedi Irawandi Lubis, beberapa wartawan senior, dan Penasehat Hukum kedua korban yaitu Riki Irawan SH. MH.

Sekitar pukul 12.00 siang perwakilan pendemo diundang untuk menghadap Perwira Pengawasan dan Penyidikan (Wassidik) Ditreskrimum Poldasu.

Karena merasa aspirasi akan tersampaikan maka sebagian pendemo mulai kembali ke aktivitas masing-masing.

Sayangnya, ternyata hasil pertemuan yang dihadiri dua kuasa hukum dan Elin selaku korban, jauh dari harapan.

Setelah beberapa saat bertemu Wassidik, mereka-mereka yang mewakili pihak pendemo, keluar dari dalam Mapoldasu, bukan untuk pulang, tapi justru untuk melanjutkan aksi orasi dengan lebih berapi-api.

"Kami utusan aksi demo kecewa saat kami di terima di Wassidik Poldasu, perwira di bagian Wassidik justru menyalahkan kami dengan ucapan "kalian kayak tidak ngerti  hukum, laporan baru tujuh hari sudah meminta para pelaku untuk ditangkap," ujar Riki Irawan SH. MH.

Sambung Riki, kekecewaan lain yang mereka rasakan adalah awalnya mereka berenam yang mewakili massa pendemo masuk ke ruangan Wassidik, namun perwira Wassidik  meminta hanya Elin Syahputra (korban pelapor red.) yang boleh masuk kedalam ruangan, yang tentunya ini menimbulkan tanda tanya lebih jauh.

Para awak media berkeras untuk bertahan di lokasi sampai pejabat yang berkompeten untuk menegur Kapolsek Patumbak hadir menemui mereka.

Karena belum ada kepastian akan aspirasi yang disampaikan, maka setelah melakukan orasi, para awak media yang berdemo pun melanjutkan dengan gelar makan siang di jalanan didepan pagar Mapoldasu.

Massa masih tetap bertahan di lokasi hingga akhirnya ditemui Kasubdit Propam Poldasu AKBP Mustafa Nasution, SH., MH.

AKBP Mustafa mengajak seluruh pendemo yang memang sebagian besar dikenalnya sebagai wartawan mitra kepolisian untuk masuk ke Mapolda dan mendampingi mereka ke SPKT, lalu melanjutkan penyampaian tuntutan dengan membuat pengaduan ke Bid Pelayanan dan pengaduan masyarakat Propam Poldasu.

Setelah laporan diterima Bid Propam, baru para pendemo merasa puas, dan massa pun perlahan membubarkan diri. (Indra hasibuan). 


Kapolsek Patumbak Resmi Dilaporkan ke Poldasu, Dugaan  Pembiaran Kasus Penganiayaan dan Intimidasi Wartawan di PT UG

By On 10/15/2025


MEDAN // DeteksiNusantara. Com. Pasca Aksi demo Solidaritas Jurnalis Sumut Trituwa, massa aksi yang diwakili M Rasyid Hasibuan resmi melaporkan Kapolsek Patumbak dengan kasus dugaan pembiaran terjadinya penganiayaan dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh para preman di depan pintu masuk PT Universal Gloves terhadap wartawan, Rabu (15/10/2025). 

"Dari aksi demo hari ini, kita sudah 2 kali diterima, namun yang pertama mentah, malah kita disalah-salahkan. Namun yang kedua, setelah mendengarkan aksi damai kita, akhirnya kita melaporkan Kapolsek Patumbak dan kawan-kawan ke Propam Polda Sumut," ujar Kuasa Hukum Jurnalis, Riki Irawan, SH, Rabu (15/10/2025). 

Riki menjelaskan bahwa adapun laporannya adalah dugaan atas pembiaran terjadinya penganiayaan dan perintangan yang dilakukan oknum preman di depan pintu masuk pabrik sarung tangan PT. Universal Gloves, tanggal 06 Oktober 2025, dimana pada saat itu pelapor melakukan peliputan adanya Unras dari warga terdampak bau busuk limbah cakang sawit," terangnya. 

Riki berharap Bidang Propam Polda Sumut untuk segera memproses laporan pengaduan wartawan. 

"Terkait kasus ini kami meminta segera ditindak lanjuti Paminal Propam Poldasu untuk memanggil dan melakukan tindakan hukum terkait pengaduan ini," harapnya mengakhiri. 

Diberitakan sebelumnya, Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aksi Demo Solidaritas Jurnalis Sumut melakukan unjuk rasa di Mapoldasu. Adapun salah satu tuntutan massa adalah copot Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora karena tidak mampu menangkap para pelaku penganiayaan dan intimidasi wartawan saat meliput demo di PT Universal Gloves (UG), Rabu (15/10/2025). (Indra hasibuan) 

Polisi Tangkap 3 Orang Pengedar Sabu dan Inex di Jalan Puskemas, Gang Jambu Medan Sunggal

By On 10/15/2025


Medan // DeteksiNusantara. Com. Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali menangkap tiga orang pemuda diduga sebagai  pengedar narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di kawasan Jalan Puskemas, Gang Jambu, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal. Ketiga orang itu yakni, Bambang Supripto alias Giok (48) warga Jalan Puskemas 1, Gang Jambu, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Dede Adi Setiawan alias Pakai warga Jalan Pinang Baris, Gang Kelinci, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan Winno Wahyoeddin (46) warga Dusun VI, Gang Suka Mulia, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. "Dari ketiga pelaku itu petugas berhasil menyita barang bukti sabu dan pil ekstasi masing - masing, dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bersih 1,08 gram, empat butir pil ekstasi, satu bungkus plastik klip kosong, satu buah timbangan elektrik dan uang tunai Rp 1.100.000, " ucap Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Thommy Aruan kepada wartawan di Medan, Rabu (15/10/2025).   

Ketiga tersangka juga melanggar Pasal  112 ayat (1) Jo 132 UU RI, No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara. 

Kronologis penangkapan, berdasarkan laporan dari warga tentang adanya penjual narkotika jenis sabu pada 4 Oktober 2025 sekira pukul 21 30 WIB, petugas dari Panji T Hidayat melakukan penangkapan terhadap tiga orang laki - laki uang diketahui bernama Bambang, Dede dan Winno saat sedang under cover buy di Jalan Puskemas, Gang Jambu Medan. " Ketiganya tertangkap tangan memiliki dan menguasai narkotika sabu dari pengeledahan disita barang bukti dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bersih 1,08 gram dan empat butir pil ekstasi. Selanjutnya ketiga pelaku dibawa ke Kona do guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, " jelas AKBP Thommy Aruan. 

Modus operandi, si putih dan inex yang disita oleh petugas Polrestabes Medan diperoleh oleh Pupun di Sunggal. (Indra hasibuan) 

Tuntutan Aksi Demo Jurnalis Sumut Di Mapolda Sumut Copot Kapolsek Patumbak, Tangkap Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan

By On 10/15/2025



MEDAN // DeteksiNusantara. Com. Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aksi Demo Jurnalis Sumut melakukan aksi unjuk rasa di Mapoldasu. Adapun salah satu tuntutan massa adalah copot Kapolsek Patumbak, Kompol Daulat Simamora karena tidak mampu menangkap para pelaku penganiayaan dan intimidasi wartawan saat meliput demo di PT Universal Gloves (UG), Rabu (15/10/2025).

"Kedatangan kami ke Polda Sumatera Utara adalah untuk melakukan aksi unjuk rasa salah satu tuntutannya adalah copot Kapolsek Patumbak," ujar Elin Syahputra, jurnalis korban penganiayaan, Rabu (15/10/2025).

Elin menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa ini untuk menyampaikan sikap terkait penganiayaan yang dialaminya sebagai jurnalis. 

"Kami bersikap, meminta para pelaku penganiayaan untuk segera ditangkap. Sampai sekarang pelaku belum juga belum ditangkap," terangnya. 

Elin menegaskan, bila para pelaku tidak juga ditangkap, maka akan melakukan aksi demo dengan massa lebih besar lagi. 

"Jika tidak ditangkap, kami akan melakukan aksi dengan lebih besar lagj," tegasnya mengakhiri. 

Dilokasi yang sama, Ketua Umum TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis meminta Kapolda Sumatera Utara untuk segera memerintahkan Kapolsek Patumbak menangkap para pelaku penganiayan jurnalis. 

"Wartawan itu dilindungi Undang-Undang. Tangkap para pelaku penganiayaan jurnalis," pintanya. 

Aksi massa demo diterima oleh perwakilan Ditreskrimum Polda Sumut. (Red)

Diduga Polres Langkat dan Polsek Secanggang Tutup Mata dengan Aktivitas Judi Tembak Ikan Diwilkumnya, " Warga Sudah Gerah.

By On 10/15/2025

Keterangan Poto:Lokasi Judi Tembak Ikan. 

MEDAN // DeteksiNusantara. Com.  Polsek Secanggang dan Polres Langkat diduga tutup mata dengan aktivitas perjudian jenis tembak ikan di wilayah hukumnya. Buktinya, judi tembak ikan beromset puluhan juta rupiah perhari eksis beroperasi setiap hari dikawasan Perkotaan, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tepatnya dibelakang PDAM Tirtanadi di sebuah warung.

Tak hanya di satu lokasi itu, terdapat juga judi tembak ikan di Desa Marlintung, Pasar 12 dan di Sungai Cabang, Kabupaten Langkat.

Selain judi tembak ikan, dilokasi tersebut diduga sarangnya transaksi peredaran Narkotika jenis sabu-sabu.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga bernama Iwan (45) kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).

"Kita heran juga bang melihat kinerja Polisi di Polres Langkat dan jajarannya, masa sekelas Polres tidak mampu menindak lokasi perjudian tersebut. Kuat dugaan kita Polsek dan Polres Langkat telah menerima setoran dari pemilik judinya sehingga membiarkan aktivitas bisnis haram tersebut beroperasi dan terkesan memberikan izin", ujar Iwan dan berharap lokasi perjudian tersebut ditutup Polisi secara permanen.

Maraknya praktik perjudian diwilkum Polres Langkat menimbulkan tanda tanya besar dikalangan masyarakat khususnya warga Kabupaten Langkat. 

"Kalau Polres Langkat dan jajarannya tetap membiarkan aktivitas perjudian itu berarti kan udah ada kepentingan alias kerja sama dengan pemilik judinya", imbuhnya.

Ia meminta dan berharap Polda Sumut turun langsung untuk menggerebek lokasi judi tersebut dan membuat Police Line serta menangkap pemiliknya.

"Kali ini kita minta Polda Sumut yang menggerebek lokasi judi itu dan menangkap pemiliknya. Karena, kita sudah tidak percaya lagi dengan Polres Langkat dan jajarannya untuk menindak tegas perjudian", pungkasnya.

Terpisah Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/10/2025) terkait maraknya aktivitas perjudian diwilkum Polres Langkat - Polda Sumut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan komentar. (Indra hasibuan). 

Bangunan Liar Gedung Ruko Mewah Tanpa (PBG) Milik MENTA Berdiri Kokoh Di Kecamatan Medan Timur.

By On 10/14/2025


MEDAN // DeteksiNusantara.Com.  Praktik ilegal pembangunan bangunan diduga tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kembali mencoreng wajah Kota Medan. Kali ini, sejumlah bangunan liar yang diduga kuat milik 'Menta**' berdiri kokoh di Kecamatan Medan Timur tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

Ironisnya, Pemerintah Kota Medan khususnya Kelurahan dan Kecamatan Medan Timur terkesan lambat dalam menindaklanjuti kasus ini. Padahal, keberadaan bangunan-bangunan liar ini sudah menjadi rahasia umum. Muncul dugaan adanya praktik "main mata" antara oknum pejabat dengan 'Menta**' sehingga penertiban terkesan diulur-ulur.

"Bangunan ini tidak pernah ada kami lihat ijin bangunannya bang, Tiba-tiba aja sudah ada pembangunan. Mereka seenaknya membangun tanpa izin, sementara kami, rakyat kecil, harus patuh pada aturan," ujar salah seorang warga kepada wartawan, Senin (13/10/2025). 

Ketika dikonfirmasi langsung ke lokasi pembangunan, salah seorang pekerja tidak mengetahui adanya plang PBG. 

"Kami hanya kerja bang, tapi kalo plang PBG kami gak tahu. Ini punya Menta**. Coba hubungi aja nomor ini bang," katanya sambil menunjuk kertas yang ditempel di pintu masuk bangunan. 

Ketika dikonfirmasi, Camat Medan Perjuangan, Hidayat AP tidak membalas konfirmasi wartawan alias bungkam. (Red) 

Diduga Polsek Patumbak Tutup Mata Judi Dadu Putar di Areal Warung  Pak Kulit " Bebas Beroprasi,

By On 10/13/2025


MEDAN // DeteksiNusantara. Com. Aktivitas judi dadu putar dan tembak ikan ikan diareal warung " Pak Kulit " di Jalan besar Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, semakin hari semakin Exsis dan ramai dikunjungi oleh masyarakat pencandu judi hingga malam hari. Hal itu terlihat dari sebuah vidio yang direkam oleh tim media ini bersama rekan media Nusanewstv.com, pada Sabtu  ( 11/10/2025 ) sekitar jam 18.30 Wib.

Pantawan awak media ini bersama tim dilapangan menyebutkan, ada pun aktivitas judi tersebut buka mulai pukul 14.00 hingga pukul  24 .OO Wib, dan ditaksir menghasilkan omset  dapat puluhan  hingga seratusan juta perhari, bahkan informasi didapat bila pemain dilokasi areal warung Pak Kulit itu sepi , para bandar akan berpindah lokasi ke daerah Sibiru - biru.

Menurut informasi salah satu warga yang enggan dicatut namanya oleh awak media ini dan tim mengatakan, sudah merasakan resah dengan adanya aktivitas judi dadu putar yang ada dilokasi ini bahkan disini ia juga menyebut ada juga aktifitas  judi mesin tembak ikan dan togel, cuman yang paling pastinya iya perjudian dadu putar itu yang ada terlihat bang," katanya.

Maka dari itu, kami warga setempat Patumbak berharap dan bermohon kepada bapak Kapolda Sumatera Utara, bapak Kapolrestabes Medan turun khususnya Polsek Patumbak turun  langsung dan tangkap pemilik atau pengelola lokasi judi dadu putar dan tembak ikan - ikan di warung pak kulit itu sudah sangat meresahkan masyarakat banyak dan mereka terkesan kebal hukum dan tidak takut dirazia polisi. (Red) 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *